JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 memastikan seluruh aktivitas kepelabuhanan berjalan optimal dalam menghadapi lonjakan mobilitas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hingga dua hari menjelang Natal, arus pergerakan penumpang, kendaraan, serta logistik di wilayah Regional 2 terpantau tinggi namun tetap terkendali.
Berdasarkan data operasional periode 10–23 Desember 2025 (H-15 sampai H-2 Natal), total penumpang naik di seluruh pelabuhan Regional 2 tercatat sebanyak 32.335 orang, sementara penumpang turun mencapai 23.354 orang.
Aktivitas tersebut mencakup pergerakan penumpang, kendaraan roda dua, truk logistik, serta moda pendukung distribusi barang antarwilayah.
Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, menyatakan bahwa kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, serta sistem operasional menjadi fondasi utama dalam menjaga kelancaran layanan selama periode Nataru.
“Fokus utama kami adalah memastikan seluruh pergerakan penumpang dan logistik dapat terlayani dengan aman, tertib, dan lancar. Hingga dua hari menjelang Natal, aktivitas di pelabuhan-pelabuhan Regional 2 masih terkendali dan berjalan sesuai skenario operasional yang telah disiapkan,” ujar Budi melalui keterangan tertulis, Rabu (24/12/2025).
“Seperti pelabuhan Banten menjadi salah satu titik dengan aktivitas tertinggi, mencatat 61 panggilan kapal. Dari jumlah tersebut, penumpang naik mencapai 7.747 orang, disertai pergerakan signifikan kendaraan logistik dan roda dua. Kondisi ini mencerminkan peran penting Banten sebagai simpul utama penyeberangan dan distribusi selama masa libur akhir tahun,” tambahnya.
Sementara itu, Pelabuhan Tanjung Priok mencatat 33 panggilan kapal, dengan jumlah penumpang naik sebanyak 11.595 orang dan penumpang turun 11.601 orang. Aktivitas ini berkaitan erat dengan pergerakan kapal penumpang serta kendaraan pendukung arus mudik dan balik.
Di wilayah barat Sumatra, Pelabuhan Teluk Bayur melayani 21 panggilan kapal dengan 3.684 penumpang naik dan 3.320 penumpang turun. Adapun Pelabuhan Pontianak juga mencatat 21 panggilan kapal, dengan 3.442 penumpang naik dan 3.406 penumpang turun. Seluruh pergerakan tersebut turut melibatkan distribusi logistik antarwilayah.
Budi menambahkan bahwa Pelindo Regional 2 terus mengoptimalkan pemanfaatan sistem digital untuk mengantisipasi potensi kepadatan, termasuk melalui Terminal Booking System (TBS) dan Integrated Planning Control, sebagaimana arahan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dalam kunjungan sebelumnya.
“Penguatan sistem digital menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran arus, khususnya untuk kendaraan dan logistik. Dengan pengaturan jadwal yang terukur, kami dapat mencegah penumpukan dan memastikan operasional pelabuhan tetap efisien,” jelasnya.
Pelindo Regional 2 juga memprediksi peningkatan arus balik pada awal Januari 2026. Seluruh jajaran operasional disiagakan selama 24 jam dengan koordinasi intensif bersama KSOP, aparat keamanan, serta BMKG guna memastikan keselamatan pelayaran dan kelancaran layanan.
“Komitmen kami tentunya adalah menjaga kualitas layanan hingga seluruh rangkaian Nataru selesai. Sinergi dengan para pemangku kepentingan terus kami perkuat agar pergerakan masyarakat dan logistik berjalan aman, lancar, dan berkelanjutan,” tutup Budi.(PR/04)










