ACEH, SUDUTPANDANG.ID – Memasuki tahap pemulihan pascabencana banjir bandang akhir November 2025, pembangunan hunian sementara (huntara) mulai dilakukan di Desa Sahraja, Kecamatan Pantai Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Desa tersebut sempat terisolasi akibat akses jalan tertutup lumpur dan material banjir.
Danramil 20/Pantai Bidari Muhammad Irwan mengatakan, pembangunan huntara menjadi bagian dari fase pemulihan setelah kondisi darurat berlalu.
Menurutnya, akses jalan menuju Desa Sahraja yang sebelumnya tertutup kini telah kembali terbuka.
“Sekarang sudah masuk tahap pemulihan, salah satunya pembangunan hunian sementara. Akses jalan yang sebelumnya tertutup lumpur juga sudah bisa dilalui,” ujar Irwan dalam keterangannya di Dusun Sarah Gala, Desa Sahraja, Minggu (22/2/2026).
Ia menjelaskan, sejak awal bencana, personel TNI terlibat dalam pembersihan lumpur untuk membuka kembali jalur transportasi warga.
Upaya tersebut dinilai krusial agar distribusi logistik dan material bangunan dapat menjangkau wilayah terdampak.
Irwan menargetkan pembangunan huntara di Desa Sahraja rampung menjelang Idul Fitri 2026 atau sekitar Maret. Secara keseluruhan, jumlah huntara yang direncanakan dibangun di wilayah tersebut mencapai sekitar 1.500 unit.
“Hingga kini, proses pembangunan disebut berjalan tanpa kendala berarti,” terangnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah petak lahan di Desa Sahraja telah diratakan dan disiapkan sebagai lokasi pembangunan unit-unit huntara.
Desa ini termasuk kawasan yang mengalami dampak paling berat akibat banjir bandang yang melanda Aceh pada November 2025.
Apresiasi
Warga Desa Sahraja menyambut dimulainya pembangunan hunian sementara dengan penuh harapan.
Mereka menyampaikan apresiasi atas dukungan relawan, pemerintah, serta berbagai pihak yang terlibat dalam upaya pemulihan pascabencana.
Warga mengakui pembangunan huntara di wilayah tersebut berjalan lebih lambat dibandingkan desa lain karena faktor geografis dan keterbatasan akses.
Jarak yang jauh dari pusat kota serta kendala pengangkutan material saat hujan menjadi hambatan utama.
Kendati demikian, warga berharap pembangunan huntara dapat segera rampung agar kehidupan dapat kembali berjalan normal setelah berbulan-bulan terdampak banjir bandang.(PR/01)









