Pemkab Sidoarjo Tambah Kapasitas Rumah Pompa Sidokare Jadi 1.200 Liter per Detik

Pemkab Sidoarjo Tambah Kapasitas Rumah Pompa Sidokare Jadi 1.200 Liter per Detik
Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana SAP melakukan inspeksi ke rumah Pompa Sidokare (Foto Istimewa)

SIDOARJO, JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo meningkatkan kapasitas Rumah Pompa Sidokare sebagai langkah menghadapi musim hujan sekaligus mempercepat penanganan genangan air di wilayah Kecamatan Sidoarjo.

Kapasitas penyedotan Rumah Pompa Sidokare I dan II yang sebelumnya mencapai 200 liter per detik ditambah satu unit pompa berkapasitas 1.000 liter per detik. Dengan penambahan tersebut, total kapasitas penyedotan nantinya mencapai 1.200 liter per detik.

Pembangunan tambahan kapasitas tersebut masih dalam proses pengerjaan. Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana SAP melakukan inspeksi mendadak pada Senin (28/9/2026) untuk melihat langsung perkembangan proyek tersebut.

Dalam inspeksi itu, Mimik meminta pekerjaan dipercepat dari target penyelesaian pada Desember 2026. Menurutnya, percepatan diperlukan mengingat musim hujan sudah semakin dekat dan proyek tersebut berkaitan dengan upaya mengurangi risiko genangan bagi masyarakat.

“Saya mohon bisa dipercepat dari target bulan Desember. Karena ini sudah mendekati musim hujan. Kasihan warga sini,” kata Mimik.

Namun, Mimik mengaku kecewa terhadap progres pembangunan Rumah Pompa Sidokare. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, pekerjaan baru menyelesaikan pemancangan mini pile untuk lantai rumah pompa.

BACA JUGA  Sidoarjo Dinilai Layak Sandang Kabupaten STBM 5 Pilar

Selain itu, terdapat material yang dinilai tidak sesuai spesifikasi sehingga diminta untuk diganti. Kondisi tersebut turut memengaruhi kelancaran pengerjaan proyek.

Mimik menegaskan, penggunaan anggaran APBD dalam pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara profesional dan memperhatikan aspek kekuatan serta fungsi bangunan.

“Kalau ini masih belum selesai, ya sanksinya di-black list. Jangan sampai digunakan lagi,” tegasnya.

Ia juga meminta Inspektorat Kabupaten Sidoarjo memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan proyek pembangunan. Pengawas dan pelaksana pekerjaan Rumah Pompa Sidokare yang memiliki nilai proyek lebih dari Rp2 miliar tersebut diminta untuk dipanggil dan dievaluasi.

“Saya mohon Inspektorat lebih ketat lagi mengawasi setiap proyek di Kabupaten Sidoarjo. Ke depannya pembangunan ini harus lebih baik lagi,” ujarnya.

Tiga Rumah Pompa Ditambah Kapasitas

Kepala Bidang Drainase Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM SDA) Sidoarjo, Herwindo Widiyanto, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas Rumah Pompa Sidokare merupakan bagian dari upaya Pemkab Sidoarjo mengurangi genangan air.

Satu unit pompa baru berkapasitas 1.000 liter per detik akan melengkapi pompa lama berkapasitas 200 liter per detik. Dengan demikian, dua pompa tersebut nantinya mampu menyedot air hingga 1.200 liter per detik.

BACA JUGA  Apik Tenan! Inginkan UMKM Bandeng Presto Sidoarjo Go Internasional, Plt Bupati Subandi Tawarkan Bantuan

“Jadi, nanti dua pompa ini mampu mengurangi volume genangan air sampai 1.200 liter per detik,” jelas Herwindo.

Selain Sidokare, peningkatan kapasitas juga dilakukan pada Rumah Pompa Lippo dan Banjarpoh. Secara keseluruhan, Pemkab Sidoarjo menyebut terdapat sekitar 38 titik rumah pompa yang telah disiagakan untuk mengatasi genangan.

Puluhan rumah pompa tersebut secara rutin menjalani perawatan dan pengecekan fungsi. Pompa dipanaskan dua kali dalam sepekan untuk memastikan kondisinya tetap siap digunakan ketika dibutuhkan.

Progres Pekerjaan Capai 1,6 Persen

Koordinator Wilayah Pengawasan Proyek Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Yusuf, menyampaikan bahwa progres pembangunan Rumah Pompa Sidokare telah mencapai 1,6 persen dari rencana 0,8 persen.

Dengan demikian, secara persentase terdapat surplus progres sebesar 0,8 persen dalam satu bulan pertama pengerjaan.

Menurut Yusuf, progres tersebut sebagian besar berasal dari pekerjaan pemancangan mini pile. Pekerjaan pemancangan sebenarnya dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu.

BACA JUGA  Hari Jadi ke-167 Sidoarjo, DPRD Dorong Kolaborasi Menuju Daerah Tangguh

Namun, pengerjaan tahap berikutnya sempat terkendala karena belum seluruh material tiba di lokasi. Selain itu, terdapat material yang tidak sesuai spesifikasi dan harus dikembalikan untuk diganti.

“Material yang tidak sesuai ini harus diangkut keluar. Nah, saya sudah komplain. Langsung didatangkan lagi yang sudah sesuai ini. Jadi, material sudah siap. Pekerja tinggal buat merakit pembesiannya,” terang Yusuf.(ACZ/08)