Pemkab Tangerang Komitmen Dukung Pendidikan Keagamaan dan Kesejahteraan Guru Ngaji

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid (tengah) bersama pimpinan Pesantren Albadar 2, KH Uweskurni pada acara harlah IGNMI. (Ist)

TANGERANG – SUDUT PANDANG.ID  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, komitmen mendukung pendidikan keagamaan termasuk menyangkut kesejahteraan para guru ngaji yang tersebar pada 29 kecamatan.

“Guru ngaji adalah garda terdepan yang menanamkan kesadaran spiritual, kejujuran, kedisiplinan, karakter, akhlak serta rasa hormat kepada orang tua dan sesama,” kata Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di Jayanti, Senin (28/9/2026)

Maesyal mengatakan hal tersebut saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Lahir (Harlah) ke-2 Ikatan Guru Ngaji Maghrib Indonesia (IGNMI), serta diskusi publik di Ponpes Albadar 2, Kecamatan Jayanti.

Maesyal menambahkan pendidikan karakter tidak hanya didapatkan anak-anak melalui pendidikan formal di sekolah saja, maka peran guru ngaji di masjid, musala, majelis taklim, maupun pesantren sangat penting dalam menanamkan nilai spiritual, kejujuran dan kedisiplinan.

BACA JUGA  Pangdam Jaya Hadiri Sertijab Wakasad dan Lima Jabatan Strategis AD

Ia bilang bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang berakhlakul karimah (tingkah laku mulia).

Pemkab Tangerang memberikan perhatian dan dukungan agar peran lembaga pendidikan semakin optimal, termasuk kesejahteraan para guru ngaji dan mendorong penguatan sinergi antara IGNMI, pemerintah daerah, kepolisian dan seluruh elemen masyarakat.

Ia menambahkan ketika masjid dan majelis ngaji menjadi pusat aktivitas anak-anak pada sore hingga malam hari, maka lingkungan tersebut turut menjadi benteng dalam menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al Badar 2 Jayanti, KH. Uwesulkurni, mengatakan lahirnya IGNMI berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi para guru ngaji yang selama ini mengabdikan diri kepada masyarakat, tetapi belum memiliki wadah organisasi sekaligus perhatian yang memadai.

BACA JUGA  Ditlantas Polda Metro Limpahkan Penabrak di Cakung ke Ditreskrimum

Namun kondisi ini menjadi salah satu alasan Uwes bersama sejumlah tokoh dan guru ngaji menggagas terbentuknya wadah bagi para guru ngaji.

Hal itu karena guru ngaji hampir selalu ada di setiap kampung tetapi belum memiliki organisasi yang secara khusus menghimpun dan memperjuangkan kepentingan mereka.

Pihaknya mengapresiasi Pemkab Tangerang yang sejak awal telah memberikan perhatian kepada guru ngaji melalui program insentif dan merasakan manfaatnya. (WAR)