Rangkaian HUT ke-47 SMP Negeri 4 Pasuruan gelar Napak Tilas dan Bakti Lingkungan

SMP Negeri 4 Pasuruan menggelar kegiatan Napak Tilas dan Bakti Lingkungan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional
SMP Negeri 4 Pasuruan menggelar kegiatan Napak Tilas dan Bakti Lingkungan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (Foto Istimewa)

PASURUAN – JATIM | SUDUTPANDANG.ID –Dalam rangka memperingati HUT ke-47, SMP Negeri 4 Pasuruan menggelar kegiatan Napak Tilas dan Bakti Lingkungan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus aksi nyata kepedulian lingkungan yang melibatkan seluruh elemen sekolah.

Sejak pukul 05.30 WIB, murid telah berkumpul di Alun-Alun Kota Pasuruan (sekitar tugu) dengan mengenakan seragam olahraga, sementara siswa mengenakan tambahan topi pramuka. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan aksi bakti lingkungan dengan memungut sampah yang berserakan di area alun-alun dan sepanjang rute napak tilas. Setiap kelas dibagi menjadi enam kelompok yang dikoordinasi wali kelas untuk menyisir lokasi. Panitia telah menyiapkan sarung tangan plastik dan kantong sampah, yang selanjutnya dikumpulkan ke TPS sekolah.

Peserta kemudian berkumpul di sekitar Payung Madinah sebelum melanjutkan napak tilas sejarah menuju kawasan Poncol lokasi awal berdirinya SMPN 4 Pasuruan yang kini menjadi kawasan Mall Pelayanan Publik (MPP). Setiap kelas diberi kesempatan berpose di depan banner kegiatan sebagai bentuk dokumentasi sejarah kebersamaan.
Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki dari Poncol menuju sekolah sambil tetap menyisir sampah di sepanjang rute.

BACA JUGA  Atlet Muaythai Dijemput Pakai Pikap

Setibanya di sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan pengumpulan sampah ke TPS, makan bersama, launching Lomba Taman Tanaman Pangan, serta pentas seni dan pembagian doorprize hingga pukul 12.30 WIB.

Ketua Komite SMPN 4 Pasuruan menyampaikan bahwa napak tilas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarat filosofi. SMPN 4 pernah berlokasi di kawasan Poncol, sehingga setiap bulan Februari pada momentum HUT, kegiatan ini digelar sebagai wujud rasa cinta terhadap sejarah. “Kita tumbuh menjadi besar karena peran dan dukungan sejarah. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah,” ujarnya.

Senada dengan tema HUT ke-47 tahun ini, Ardhana Pragati yang berarti bertumbuh, berkarya, dan peduli lingkungan, sekolah bersama komite menginisiasi Lomba Taman Tanaman Pangan. Program ini selaras dengan kebijakan ketahanan pangan yang dicanangkan Pemerintah Republik Indonesia. Taman tanaman pangan tersebut akan dirawat bersama agar warga sekolah memiliki kemandirian pangan serta tidak bergantung pada bahan impor.

BACA JUGA  Polisi Ungkap Alasan Aktor Jonathan Frizzy Tak Ditahan

Filosofi taman tanaman pangan menjadi representasi persatuan dan kesatuan bangsa. Paguyuban atau keguyuban bukan hanya simbol, melainkan bukti nyata kolaborasi guru, wali murid, dan siswa yang bahu-membahu membangun dan merawat taman. Semangat ini menanamkan nilai kepada generasi emas bangsa agar mampu menjaga keutuhan bangsa dengan persatuan yang kokoh dan tidak mudah terpecah oleh provokasi.

Kepala SMPN 4 Pasuruan menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Komite Sekolah, panitia, para wakil kepala sekolah dan staf, dewan guru, seluruh karyawan, komunitas wali murid, OSIS, para murid, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dana, tenaga, pikiran, dan doa demi terselenggaranya kegiatan ini dengan sukses.

BACA JUGA  Habib Bahar Serukan Persatuan dan Perdamaian

“Semoga kebersamaan, semangat kolaborasi, dan cinta terhadap almamater senantiasa menguatkan langkah kita dalam mewujudkan sekolah yang SMART: Sehat raganya, Merdeka jiwanya, Aman lingkungannya, Religius sikapnya, dan Tepercaya tindakannya,” ungkap beliau.
Dirgahayu ke-47 SMPN 4 Pasuruan.
Bersama, kita terus melangkah dan berprestasi.(ACZ)