Ribuan Pekerja Perkebunan Gelar Aksi di Bondowoso Terkait Konflik Lahan Kopi Ijen

Ribuan Pekerja Perkebunan Gelar Aksi di Bondowoso Terkait Konflik Lahan Kopi Ijen
Para pekerja Perkebunan Nusantara yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara XII (SPBUN NXII) menggelar aksi damai di Kantor Pemkab Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (6/1/2025).(Foto: istimewa)

BONDOWOSO-JATIM|SUDUTPANDANG.ID-Ribuan pekerja Perkebunan Nusantara yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara XII (SPBUN NXII) menggelar aksi damai di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (6/1/2025).

Aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan aspirasi terkait konflik lahan di kawasan Kebun Java Coffee Estate (JCE) dan Kebun Blawan, wilayah perkebunan kopi negara di sekitar Ijen.

Dalam aksinya, pekerja menyampaikan kekhawatiran atas ketidakpastian hukum dan gangguan keamanan yang mereka alami selama konflik berlangsung.

Ketua SPBUN NXII, Bramantyo, mengatakan, pekerja berharap dapat kembali bekerja tanpa rasa khawatir.

“Kami hanya ingin bekerja dengan tenang. Konflik ini sudah terlalu lama berlangsung dan berdampak pada pekerjaan serta keluarga kami,” ujarnya.

BACA JUGA  Aksi Musikal 19 November Tunjukkan People Power Masih Berdenyut

Berdasarkan data internal perusahaan, sejak 2023 hingga akhir 2025 tercatat sekitar 237.605 pohon kopi produktif di lahan seluas kurang lebih 170 hektare mengalami kerusakan akibat penebangan dan perusakan ilegal. Kerugian materiil akibat kerusakan tersebut diperkirakan mencapai Rp13,5 miliar.

Menurut serikat pekerja, kerusakan kebun berdampak pada keberlangsungan produksi kopi dan berpotensi memengaruhi pendapatan pekerja. Sebagian besar keluarga pekerja di kawasan Ijen-Blawan menggantungkan penghasilan dari panen kopi yang dilakukan satu kali dalam setahun.

Seorang pekerja yang mengikuti aksi dan enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa situasi konflik memengaruhi rasa aman saat bekerja.

“Berangkat kerja sekarang bukan hanya soal target produksi, tetapi juga rasa takut,” ujarnya.

BACA JUGA  TransJakarta Berlakukan Penyesuaian Rute Akibat Aksi di Patung Kuda

Kawasan Java Coffee Estate dan Kebun Blawan merupakan bagian dari sentra produksi kopi arabika Ijen-Raung yang dikenal di pasar internasional. Hasil kopi dari kawasan ini diekspor dan menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.

Dalam tuntutannya, SPBUN NXII meminta Pemkab Bondowoso mengambil peran aktif dalam mendorong penegakan hukum atas konflik lahan di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) yang dikelola PT Perkebunan Nusantara. Serikat pekerja juga mendorong pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut perusakan kebun serta dugaan intimidasi dan ancaman terhadap pekerja.

“Permasalahan ini menyangkut keberlangsungan kerja ribuan keluarga dan penegakan hukum,” kata Bramantyo.

Aksi damai tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Perkebunan Nusantara dan Pemkab Bondowoso belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.(tim)