Rico Lubis Bangun Kembali Streetball Indonesia

Legenda streetball Indonesia sekaligus pendiri King of Ballers Rico Lubis menjelaskan visi membangun kembali ekosistem streetball sebagai wadah alternatif bagi pemain bola basket di berbagai daerah. (Foto: IST/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Legenda streetball Indonesia sekaligus pendiri King of Ballers, Rico Lubis, meyakini streetball dapat kembali berkembang sebagai wadah alternatif bagi pemain bola basket yang belum memiliki akses mengikuti kompetisi formal seperti DBL, LIMA, maupun IBL.

Menurut Rico, keberadaan streetball dapat membuka ruang yang lebih luas bagi anak-anak, mahasiswa, hingga pemain dewasa untuk tetap mengembangkan kemampuan basket tanpa harus bergantung pada jalur kompetisi konvensional.

Keyakinan tersebut disampaikan Rico saat menjelaskan visi dan misi King of Ballers di Jakarta, Kamis. Wadah tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan kembali ekosistem streetball di Indonesia, salah satunya melalui kedatangan pemain streetball dunia Matt Kiatipis atau MK.

MK dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan di Jakarta dan Tangerang, Banten, pada 2-3 Oktober 2026. Agenda tersebut meliputi interaksi dengan komunitas, coaching clinic, serta pertandingan satu lawan satu atau 1v1.

“Jutaan anak di Indonesia, mereka tidak bisa main di DBL karena mungkin putus sekolah maupun belum beruntung, pemain tingkat mahasiswa, dan dewasa tidak bisa bermain di LIMA maupun IBL, tetapi itu semua bisa diwadahi dalam streetball,” kata Rico.

Ia menjelaskan streetball memiliki karakter dan ekosistem tersendiri dalam perkembangan bola basket Indonesia. Menurut dia, olahraga tersebut sebelumnya telah tumbuh melalui berbagai kegiatan dan roadshow yang menjangkau sejumlah kota.

BACA JUGA  Matt Kiatipis Soroti Pesatnya Basket Indonesia

Karena itu, Rico menilai pengembangan streetball saat ini tidak perlu dimulai dari awal. Fondasi yang pernah terbentuk dapat menjadi modal untuk membangun kembali ekosistem tersebut dengan pendekatan yang lebih sesuai dengan perkembangan komunitas basket.

“Kami sebenarnya tidak mulai dari nol karena streetball pernah memiliki ekosistem yang cukup kuat,” ujarnya.

Rico dan tim King of Ballers kini mulai memetakan potensi pengembangan streetball di sejumlah daerah. Perhatian tidak hanya diarahkan ke Pulau Jawa, tetapi juga wilayah lain yang memiliki komunitas bola basket dan streetball.

Sejumlah nama dari daerah juga telah masuk dalam jaringan pengembangan tersebut. Rico menyebut Maulana “Lana Money Man” Siregar di Medan, Sumatera Utara, serta Andika di Banjarmasin sebagai bagian dari jaringan yang dapat membantu mengembangkan kegiatan streetball.

Pria berusia 42 tahun itu juga mengingat kembali masa ketika kegiatan roadshow streetball mampu menjangkau sekitar 20 kota di Indonesia.

Menurut Rico, perkembangan kegiatan tersebut pada saat itu turut memberikan dampak terhadap ekosistem pendukung. Vendor lokal, penyedia jersi, hingga media yang memberitakan kegiatan streetball ikut mendapatkan ruang untuk berkembang.

BACA JUGA  John Herdman dan Ivar Jenner Ikut Merdeka Run 2026

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Rico melihat peluang untuk menghidupkan kembali atmosfer streetball secara lebih luas.

Ia berharap kehadiran Matt Kiatipis dapat memberikan dorongan terhadap perkembangan streetball Indonesia. Pemain yang dikenal dengan nama MK tersebut tidak hanya dijadwalkan tampil dalam pertandingan, tetapi juga berbagi pengalaman melalui coaching clinic.

Materi coaching clinic akan berfokus pada fundamental permainan basket. Peserta diharapkan mendapatkan pengetahuan mengenai dasar permainan sekaligus pengalaman berinteraksi langsung dengan pemain streetball internasional.

Untuk pengembangan berikutnya, King of Ballers berencana membawa MK ke sejumlah daerah di Indonesia. Kehadiran pemain internasional tersebut diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada anak-anak dan remaja yang memiliki minat terhadap bola basket.

“Harapannya nanti MK tidak hanya datang ke Jakarta dan Tangerang. Kami ingin membawa semangat ini ke daerah-daerah lain agar anak-anak bisa mendapatkan inspirasi dan melihat bahwa streetball juga memiliki ruang untuk berkembang,” kata Rico.

Dalam menjalankan agenda tersebut, King of Ballers juga membangun sinergi dengan ekosistem bola basket profesional. Salah satunya terlihat dari penggunaan Dewa United Arena, Tangerang, sebagai lokasi kompetisi 1v1 pada Sabtu (3/10) malam.

Dewa United Arena merupakan kandang klub Indonesian Basketball League (IBL), Dewa United Banten. Penggunaan arena tersebut menunjukkan adanya ruang kolaborasi antara streetball dan ekosistem bola basket profesional.

BACA JUGA  Terjangan Tsunami Aceh Tambatkan Surliyadin Bersinar di Basket Nasional

Rico menilai kolaborasi tersebut penting karena streetball tidak harus berjalan berseberangan dengan kompetisi basket yang sudah berkembang. Sebaliknya, keduanya dapat saling melengkapi dengan memberikan ruang kepada pemain dari latar belakang berbeda.

Menurut dia, tujuan utama King of Ballers adalah membangun platform baru yang dapat memberikan ruang, eksposur, serta peluang kepada pemain streetball di berbagai daerah.

Dengan ekosistem tersebut, pemain yang belum mendapatkan kesempatan tampil di kompetisi formal tetap memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan. Streetball juga dapat menjadi jalur bagi komunitas untuk berkembang dan memperluas jaringan.

Rangkaian kegiatan bersama MK menjadi salah satu langkah awal King of Ballers dalam merealisasikan visi tersebut.

Ke depan, pengembangan jaringan komunitas di berbagai daerah akan menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan streetball Indonesia. (09/AGF).