PASURUAN – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Sebanyak 96 peserta mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) gelombang pertama yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan yang dibiayai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Pasuruan dalam meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal.
Pembukaan pelatihan dilaksanakan pada Senin (10/11/2026) dan dihadiri Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Kepala Balai Vokasi dan Produktivitas Kabupaten Sidoarjo, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Pasuruan, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Pasuruan, Ketua Forum Bursa Kerja Khusus (BKK), serta sejumlah perwakilan perusahaan di wilayah setempat.
Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo secara langsung membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan para pencari kerja guna menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing, khususnya di tengah tantangan dunia industri yang terus berkembang.
Menurutnya, pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya konkret pemerintah daerah dalam mempersiapkan generasi muda—yang mayoritas berasal dari kalangan Gen Z—agar memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja.3
“Pencari kerja saat ini tidak cukup hanya bermodalkan ijazah. Sertifikat kompetensi dan keahlian teknis menjadi nilai tambah yang sangat penting. Namun yang tidak kalah penting adalah soft skill seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap kerja yang baik,” ujar Bupati Rusdi.
Ia mengingatkan bahwa perubahan pola pikir menjadi kunci utama meraih kesuksesan. Sikap dan etika kerja, lanjutnya, sering kali menjadi pertimbangan utama pimpinan dalam menilai kinerja karyawan.
“Sudah saatnya kita mengubah mindset. Tanggung jawab dan attitude harus dijaga karena itu akan menjadi catatan tersendiri bagi atasan. Setiap orang punya cara berbeda untuk sukses, tergantung bagaimana ia mempersiapkan diri,” tegasnya.
Bupati juga mendorong para peserta untuk menjadikan kisah sukses orang lain sebagai inspirasi dan motivasi, tanpa meninggalkan prinsip serta integritas saat memasuki dunia kerja.
Menutup sambutannya, ia berpesan agar para peserta senantiasa menjaga kejujuran, komitmen, dan amanah dalam setiap langkah. Ia juga mengingatkan pentingnya doa dan rasa syukur sebagai bagian dari ikhtiar menuju keberhasilan.
“Jangan hanya berangan-angan ingin sukses. Harus ada tindakan nyata. Jadilah pribadi yang jujur, berkomitmen, dan amanah. Itu fondasi utama dalam membangun karier,” pungkasnya. (ACZ)

