SUDUTPANDANG.ID – Tabrakan beruntun melibatkan sedikitnya 10 kendaraan terjadi di Tol Cipularang KM 93 arah Jakarta pada Kamis (5/3) sekitar pukul 20.18 WIB.
Insiden tabrakan beruntun tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka berat.
Peristiwa tabrakan beruntun itu sempat membuat arus lalu lintas tidak dapat dilintasi karena banyak kendaraan yang terlibat dalam tabrakan.
Petugas kemudian melakukan evakuasi untuk menyingkirkan kendaraan yang rusak serta mengevakuasi para korban.
Operator jalan tol, PT Jasamarga, dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa petugas masih melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Seluruh korban yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke Rumah Sakit Radjak Purwakarta untuk mendapatkan perawatan medis.
Sejumlah petugas dari Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) diterjunkan ke lokasi. Mereka bekerja sama dengan Patroli Jalan Raya, tim penyelamat, derek, ambulans, serta layanan Mobile Customer Service untuk menangani dampak kecelakaan.
Setelah proses evakuasi berlangsung, arus lalu lintas mulai berangsur normal. Pada pukul 20.59 WIB satu lajur sudah dapat dilalui kendaraan.
Kemudian pada pukul 21.43 WIB, dua lajur kembali dibuka bagi pengguna jalan.
Pihak Jasamarga juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas gangguan perjalanan yang terjadi selama proses evakuasi berlangsung.
Rem Blong
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan.
Dugaan awal menyebutkan insiden tersebut dipicu oleh truk kontainer yang mengalami gangguan pada sistem pengereman alias rem blong.
Kepala Induk PJR Cipularang, Kompol Joko Prihantono, mengatakan, kendaraan kontainer tersebut melaju di jalur satu dari arah Bandung menuju Jakarta sebelum akhirnya memicu tabrakan beruntun.(red)









