Wamenpora Apresiasi Perjuangan Ricko di Asian Games 2026

Wamenpora Taufik Hidayat mengapresiasi perjuangan lifter Indonesia Ricko Saputra yang finis di peringkat keempat nomor 60 kilogram putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center, Kamis (24/9/2026). (Foto: IST/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI Taufik Hidayat mengapresiasi perjuangan lifter Indonesia Ricko Saputra yang finis di peringkat keempat nomor 60 kilogram putra pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Ricko tampil di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, Kamis (24/9/2026). Ia mencatat total angkatan 298 kilogram, hasil dari 130 kilogram pada snatch dan 168 kilogram pada clean and jerk.

Hasil tersebut membuat Ricko hanya terpaut satu kilogram dari lifter Thailand, Theerapong Silachai, yang merebut medali perunggu dengan total angkatan 299 kilogram. Persaingan ketat tersebut membuat Ricko harus mengakhiri perlombaan tanpa medali.

Taufik Hidayat yang menyaksikan langsung pertandingan tersebut menilai Ricko telah menunjukkan perjuangan maksimal di tengah ketatnya persaingan angkat besi tingkat Asia.

“Ya, mudah-mudahan di ajang berikutnya bisa menghasilkan hasil yang maksimal,” ujar Taufik seusai menyaksikan pertandingan.

Dalam pertandingan tersebut, Ricko mengawali penampilannya pada nomor snatch dengan angkatan 128 kilogram. Ia kemudian berhasil menambah beban menjadi 130 kilogram pada percobaan kedua.

Namun, upaya Ricko mengangkat 134 kilogram pada percobaan ketiga belum berhasil. Dengan demikian, catatan terbaiknya pada snatch adalah 130 kilogram.

BACA JUGA  Arema FC Ditahan Persiraja 1-1

Ricko kemudian tampil pada sesi clean and jerk. Lifter Indonesia itu berhasil menyelesaikan angkatan 161 kilogram, kemudian 165 kilogram, dan ditutup dengan angkatan 168 kilogram.

Tambahan tersebut membuat Ricko mengumpulkan total 298 kilogram dan menempati posisi keempat klasemen akhir.

Persaingan perebutan medali berlangsung sangat ketat. Lifter China, Yang Yang, keluar sebagai peraih medali emas setelah mencatat total angkatan 304 kilogram, terdiri dari 138 kilogram snatch dan 166 kilogram clean and jerk.

Medali perak menjadi milik Pang Un Chol dari Korea Utara dengan total 301 kilogram. Sementara itu, Theerapong Silachai dari Thailand mengamankan perunggu dengan total 299 kilogram.

Yang juga mencatat rekor Asian Games untuk total angkatan kelas 60 kilogram dengan torehan 304 kilogram. Sementara rekor clean and jerk dalam pertandingan tersebut berakhir atas nama Pang Un Chol setelah mengangkat 174 kilogram.

Persaingan Ketat

Taufik mengatakan persaingan di cabang olahraga angkat besi pada level Asia tidak mudah. Perbedaan hasil yang sangat tipis menunjukkan setiap angkatan memiliki arti penting dalam menentukan posisi akhir atlet.

BACA JUGA  Hector Souto: Patrick Kluivert Idola Saya dan Saling Menghormati

Meski Ricko gagal membawa pulang medali, Taufik tetap mengapresiasi perjuangannya. Menurut dia, pengalaman bertanding di Asian Games dapat menjadi bagian dari proses peningkatan prestasi atlet Indonesia pada ajang berikutnya.

Taufik juga meminta para atlet Indonesia yang masih akan bertanding untuk tetap menjaga fokus dan memberikan kemampuan terbaik.

“Ada peluang. Kita tentu berharap atlet memberikan yang terbaik. Soal kalah atau menang itu urusan di lapangan,” kata Taufik.

Ia berharap perjuangan para atlet Indonesia di Asian Games 2026 dapat terus menghasilkan prestasi. Fokus dan konsistensi menjadi hal yang ditekankan kepada para atlet yang masih menjalani pertandingan.

“Terus menjaga fokus dan semoga bisa membawa pulang medali emas yang utamanya,” ujar Taufik.

Bagi Ricko, hasil di nomor 60 kilogram menjadi pengalaman penting dalam perjalanan kariernya. Ia masih menjadi bagian dari proses regenerasi angkat besi Indonesia dan diproyeksikan menghadapi tantangan berikutnya pada kelas 65 kilogram dalam rangkaian kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.

Ricko sebelumnya juga menyampaikan bahwa keberadaan lifter senior seperti Eko Yuli Irawan menjadi sumber pembelajaran dalam proses regenerasi. Ia ingin terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri untuk meneruskan estafet prestasi angkat besi Indonesia.

BACA JUGA  Pekan Depan KemenPUPR Renovasi SGBT

Sementara itu, perjuangan kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 masih berlanjut. Para atlet dari berbagai cabang olahraga akan terus bertanding untuk mengejar hasil terbaik hingga rangkaian pertandingan berakhir.

Taufik pun menegaskan pentingnya menjaga fokus sepanjang kompetisi. Setiap pertandingan, menurut dia, harus dijalani dengan semangat dan persiapan maksimal.

Hasil Ricko di Nagoya menunjukkan ketatnya persaingan angkat besi Asia. Selisih satu kilogram dari peraih medali perunggu menjadi gambaran bahwa persaingan di kelas 60 kilogram berlangsung hingga angkatan terakhir. (09/AGF).