Wapres Gibran Dukung Hockey Indonesia Tembus Olimpiade

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat menerima audiensi Timnas Hoki dan pengurus FHI di Istana Wapres, Rabu (29/4/2026). (Foto: FHI).
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat menerima audiensi Timnas Hoki dan pengurus FHI di Istana Wapres, Rabu (29/4/2026). (Foto: FHI).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pengembangan hoki nasional agar mampu bersaing di tingkat Asia hingga dunia.

Dukungan tersebut diarahkan untuk mendorong prestasi Tim Nasional (Timnas) Hockey Indonesia pada Asian Games 2026 di Nagoya serta membuka peluang lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028.

Komitmen itu disampaikan saat Wapres menerima jajaran Timnas Hockey Indonesia yang didampingi Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Federasi Hockey Indonesia (PP FHI) Yasser Arafat Suaidy di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Gibran menegaskan bahwa pencapaian prestasi atlet tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus didukung oleh sistem pembinaan yang kuat dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguatan ekosistem olahraga nasional.

“Prestasi atlet harus ditopang sistem yang kokoh, mulai dari pembinaan, pendanaan, hingga kesejahteraan atlet,” ujar Yasser mengutip pernyataan Wapres.

Sebagai langkah konkret, pemerintah berencana mendorong kolaborasi lintas sektor guna mengatasi persoalan klasik dalam pembinaan olahraga, khususnya terkait pendanaan. Salah satu skema yang tengah disiapkan adalah program “orang tua angkat” bagi cabang olahraga hoki.

Melalui skema ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta akan dilibatkan sebagai sponsor utama untuk mendukung keberlangsungan pemusatan latihan nasional (pelatnas) serta kompetisi. Yasser menyebut, pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan sistem pendanaan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Timnas Hockey Indonesia Tekuk Hong Kong 4-3 di Kualifikasi Asian Games 2026

“Sesuai arahan Mas Wapres, pemerintah akan mencari solusi pendanaan melalui sponsor dan skema ‘orang tua angkat’, baik dari BUMN maupun swasta. Bahkan, Mas Wapres juga bersedia menjadi Ketua Dewan Pembina PP FHI,” kata Yasser.

Dukungan tersebut semakin memperkuat optimisme PP FHI dalam mengejar target prestasi internasional. Dalam kesempatan yang sama, Yasser melaporkan bahwa performa hoki Indonesia tengah menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

Timnas Hockey Indoor Putra Indonesia, misalnya, sukses meraih medali emas pada SEA Games Kamboja 2023 dan mempertahankan gelar tersebut pada SEA Games Thailand 2025. Prestasi ini menjadi tonggak penting dalam sejarah hoki nasional.

Selain itu, Timnas Hockey Field Putra dan Putri Indonesia juga berhasil mengamankan tiket ke Asian Games 2026 di Nagoya melalui babak kualifikasi. Capaian ini menunjukkan peningkatan kualitas permainan sekaligus membuka peluang untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

Dalam upaya memperkuat tim, PP FHI juga mengusulkan program naturalisasi pemain. Rencana ini mendapat dukungan dari Wapres Gibran sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing tim nasional.

BACA JUGA  Timnas Hockey Putri Siap Kejutkan Chinese Taipei Lagi!

Yasser mengungkapkan, saat ini pihaknya telah mengajukan naturalisasi empat pemain hoki, terdiri dari dua atlet putra dan dua putri yang berasal dari Belanda dan Jerman. Kehadiran pemain naturalisasi dinilai penting untuk memperkuat komposisi tim, terutama dalam menghadapi persaingan ketat di Asian Games.

“Mas Wapres mendukung langkah naturalisasi ini. Target kami realistis, yakni menembus lima besar di Asian Games 2026. Juara akan langsung lolos ke Olimpiade, sementara peringkat dua hingga lima berhak mengikuti kualifikasi Olimpiade 2028,” jelas Yasser.

Selain fokus pada aspek teknis, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan jangka panjang atlet. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah pemberian peluang karier bagi atlet di institusi negara.

Yasser menyebut, hingga saat ini tercatat sebanyak 34 atlet hoki telah menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia. Selain itu, sejumlah atlet lainnya juga bergabung sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia, baik di Angkatan Darat maupun Angkatan Udara.

Kebijakan ini dinilai memberikan jaminan masa depan bagi atlet sekaligus meningkatkan motivasi untuk terus berprestasi di tingkat internasional.

BACA JUGA  Perbati Targetkan Medali Asian Games 2026

Dukungan dari pemerintah disambut positif oleh para atlet, termasuk Kapten Timnas Hoki Indonesia, Revo Priliandro. Ia menyatakan kesiapan tim untuk menghadapi berbagai ajang internasional, namun menekankan pentingnya persiapan jangka panjang.

Menurut Revo, persaingan di level Asia membutuhkan persiapan matang, termasuk program pelatnas berkelanjutan. Ia berharap dukungan yang telah disampaikan pemerintah dapat segera direalisasikan dalam bentuk program konkret.

“Kami sangat membutuhkan pelatnas jangka panjang agar bisa bersaing di Asian Games dan SEA Games 2027 di Kuala Lumpur,” ujar Revo.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah, termasuk skema pendanaan baru dan penguatan sistem pembinaan, hoki Indonesia diharapkan mampu meningkatkan prestasi secara signifikan.

Target menembus lima besar Asian Games hingga lolos ke Olimpiade 2028 kini menjadi fokus utama yang ingin diwujudkan dalam beberapa tahun ke depan. (09/AGF).