JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Lonjakan kasus campak belakangan ini menjadi perhatian bagi para orang tua, khususnya saat musim libur Lebaran yang identik dengan kerumunan dan silaturahmi keluarga. Kondisi ini meningkatkan risiko anak-anak tertular campak.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sepanjang 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian (CFR 0,1%). Angka kasus suspek meningkat 147% dibanding 2024.
Sementara pada 2026 hingga minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian (CFR 0,05%). Periode tersebut juga mencatat 21 KLB suspek dan 13 KLB campak terkonfirmasi di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.
Menanggapi situasi ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan enam tips penting bagi orang tua agar anak terlindungi dari campak:
1. Pastikan Anak Sehat Sebelum Bepergian
Orang tua harus memastikan anak tidak demam, batuk, pilek, atau ruam sebelum pergi bersilaturahmi. Penting juga memastikan imunisasi MR/MMR telah lengkap. “Ini penting agar anak tidak menularkan penyakit ke anak lain atau lansia,”.
2. Berkunjung ke Tempat Aman
Hindari membawa anak ke rumah orang yang sedang sakit, terutama campak. Pastikan anak-anak di tempat tujuan telah mendapat imunisasi lengkap.
3. Jangan Biarkan Anak Dicium atau Dipegang Sembarangan
Mencegah kontak fisik sembarangan dengan bayi dan balita sangat penting di tengah peningkatan kasus campak. “Ini bukan berlebihan, tapi langkah penting”
4. Hindari Tempat Ramai
Kurangi interaksi di area padat pengunjung. Ajarkan anak menjaga jarak dari orang yang bergejala batuk atau pilek.
5. Ajarkan Etika Batuk dan Pakai Masker
Ajari anak menutup mulut saat batuk atau bersin dengan tisu atau siku. Gunakan masker di transportasi umum atau ruang publik sebagai perlindungan tambahan.
6. Bawa Perlengkapan dan Obat Dasar Anak
Siapkan obat demam, anti mabuk, oralit, plester, perban, dan termometer. Ini penting terutama bagi anak yang memiliki penyakit dengan pengobatan rutin. Dengan mengikuti tips ini, orang tua dapat meminimalkan risiko anak tertular campak saat merayakan Lebaran di tengah kerumunan.(04)










