240 Jamaah Haji Asahan Disambut Haru di Gedung Tahfiz

240 Jamaah Haji Asahan Disambut Haru di Gedung Tahfiz
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin bersama Forkopimda menyambut kepulangan 240 jamaah haji Kloter KNO 07 di Gedung Tahfiz Masjid Ahmad Bakrie Kisaran. (Foto: ist/SP)

ASAHAN, SUDUTPANDANG.ID – Suasana haru, bahagia, dan penuh rasa syukur mewarnai penyambutan kepulangan jamaah haji Kloter KNO 07 asal Kabupaten Asahan yang digelar Pemerintah Kabupaten Asahan di Gedung Tahfiz Masjid Ahmad Bakrie Kisaran, Kelurahan Mekar Baru, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Selasa (9/6/2026) sore.

Acara penyambutan yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut menjadi momen istimewa bagi ratusan keluarga yang telah menantikan kepulangan para jamaah setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Kehadiran para jamaah disambut langsung oleh Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pejabat daerah.

Turut hadir Ketua DPRD Asahan H. Efi Irwansyah Pane, M.K.M., perwakilan Dandim 0208/Asahan Kapten Inf Legimin, Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, S.H., S.I.K., M.H., Kajari Asahan Mochamad Judhy Ismono, S.H., M.H., tokoh agama, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta keluarga jamaah yang memadati lokasi acara.

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin bersama Forkopimda menyambut kepulangan 240 jamaah haji Kloter KNO 07 di Gedung Tahfiz Masjid Ahmad Bakrie Kisaran. (Foto: ist/SP)

Kepala Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Asahan, Jamaluddin, S.Ag., M.M., dalam laporannya menjelaskan bahwa jamaah haji Kloter KNO 07 telah diberangkatkan menuju Tanah Suci pada 28 April 2026. Selama menjalankan rangkaian ibadah haji, para jamaah mengikuti seluruh tahapan pelaksanaan ibadah mulai dari Makkah, Madinah, Arafah, Muzdalifah hingga Mina.

Menurut Jamaluddin, jumlah jamaah dalam Kloter KNO 07 mencapai 360 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 241 jamaah merupakan warga Kabupaten Asahan yang terdiri atas 105 laki-laki dan 135 perempuan. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, jamaah kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional Kualanamu menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-3407.

BACA JUGA  Dorong Produktivitas, Bupati Asahan Raih Anugerah Siddhakarya

“Alhamdulillah, sebanyak 240 jamaah asal Kabupaten Asahan telah kembali ke kampung halaman dengan selamat. Mereka tiba di Bandara Kualanamu pada pukul 10.15 WIB sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Asahan,” ujar Jamaluddin.

Ia menjelaskan, terdapat satu jamaah yang harus mendapatkan penanganan medis setibanya di Indonesia. Jamaah tersebut atas nama Sudarwin yang langsung dirujuk ke RSUD HAMS Kisaran untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Selain itu, satu jamaah lainnya, Muhammad Yusuf Siregar (68), hingga kini masih berada di Kota Makkah, Arab Saudi. Jamaah asal Kecamatan Tinggi Raja tersebut masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit King Abdullah Medical Complex akibat gangguan jantung yang dialaminya saat menjalankan ibadah haji.

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin bersama Forkopimda menyambut kepulangan 240 jamaah haji Kloter KNO 07 di Gedung Tahfiz Masjid Ahmad Bakrie Kisaran. (Foto: ist/SP)

Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Kementerian Haji dan Umrah terus memantau perkembangan kondisi kesehatan jamaah tersebut dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar mendapatkan pelayanan medis terbaik hingga dinyatakan pulih.

Pada kesempatan itu, H. Edi Sucipno yang mewakili jamaah haji menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji. Ia mengaku pengalaman selama berada di Tanah Suci menjadi perjalanan spiritual yang sangat berharga dalam memperkuat keimanan dan memperbaiki kualitas diri.

BACA JUGA  Bupati Asahan Serahkan Bansos dan Resmikan Posko Taruna Siaga Bencana

Menurutnya, seluruh jamaah merasakan pelayanan yang baik sejak proses keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Arab Saudi hingga proses pemulangan ke Indonesia. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Asahan serta Kementerian Haji dan Umrah yang telah memberikan pendampingan dan pelayanan selama proses ibadah berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Asahan dan seluruh petugas yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji. Semoga segala bantuan dan perhatian yang diberikan menjadi amal ibadah,” ujar Edi Sucipno.

Sebagai bentuk penghargaan dan ungkapan terima kasih, perwakilan jamaah juga menyerahkan cendera mata kepada Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Asahan. Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Asahan dan jajaran Forkopimda yang hadir dalam acara penyambutan.

Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh jamaah haji yang telah kembali ke tanah air. Ia berharap seluruh jamaah memperoleh predikat haji mabrur dan hajjah mabruroh serta mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Menurut Bupati, keberhasilan menunaikan ibadah haji tidak hanya diukur dari selesainya rangkaian ibadah di Tanah Suci, tetapi juga dari perubahan perilaku yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke daerah asal.

BACA JUGA  Bupati Asahan Apresiasi Pembinaan Kesehatan Jamaah Haji

“Selamat datang kembali di Kabupaten Asahan. Semoga seluruh jamaah menjadi haji yang mabrur dan mampu membawa nilai-nilai kebaikan, persaudaraan, serta keteladanan di tengah masyarakat,” kata Taufik.

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga mengajak seluruh jamaah, keluarga, dan masyarakat yang hadir untuk bersama-sama mendoakan kesembuhan Muhammad Yusuf Siregar yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi.

Ia berharap jamaah tersebut segera diberikan kesehatan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga di Kabupaten Asahan dalam kondisi yang baik.

Acara penyambutan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekeluargaan. Setelah rangkaian sambutan dan doa bersama selesai dilaksanakan, kegiatan resmi ditutup pada pukul 18.00 WIB. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan ibadah haji para jamaah sekaligus awal untuk mengamalkan nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci dalam kehidupan bermasyarakat. (MA/09)