Nirmala Dewi Beberkan Misi Besar Timnas Basket 3×3

Sekjen DPP PERBASI Nirmala Dewi menegaskan FIBA 3x3 Women's Series dan Challenger Batam menjadi bagian dari persiapan Timnas Basket 3x3 menuju Asian Games 2026 sekaligus mengumpulkan poin penting menuju Olimpiade. (Foto: ist/SP).

BATAM, SUDUTPANDANG.ID – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP PERBASI) menjadikan FIBA 3×3 Women’s Series dan FIBA 3×3 Challenger Batam 2026 sebagai bagian dari strategi jangka panjang membangun kekuatan Tim Nasional Basket 3×3 Indonesia menuju Asian Games 2026 sekaligus mengejar tiket ke Olimpiade.

Sekretaris Jenderal DPP PERBASI, Nirmala Dewi, menegaskan keikutsertaan tim nasional dalam dua ajang bergengsi tersebut bukan sekadar mengejar prestasi di kandang sendiri.

Lebih dari itu, turnamen internasional di Batam menjadi bagian dari grand design pembinaan basket 3×3 Indonesia untuk meningkatkan kualitas pemain sekaligus mengumpulkan poin peringkat dunia (ranking FIBA) yang menjadi syarat penting menuju Olimpiade.

Menurut Nirmala, PERBASI sengaja menurunkan skuad yang didominasi pemain muda sebagai investasi jangka panjang.

Mayoritas atlet yang tampil masih berusia di bawah 23 tahun sehingga diharapkan mampu berkembang dan menjadi tulang punggung Indonesia dalam berbagai kejuaraan internasional pada masa mendatang.

Di sektor putri, hanya Ayu Sriartha yang berusia di atas 23 tahun, yakni 27 tahun. Selebihnya merupakan pemain muda yang tengah dipersiapkan menghadapi level kompetisi dunia.

“Kami punya grand design besar, kami ingin menuju Olimpiade. Karena itu kami menggelar Women’s Series dan Challenger di beberapa kota,” ujar Nirmala kepada awak media di Batam.

Sekjen DPP PERBASI Nirmala Dewi menegaskan FIBA 3×3 Women’s Series dan Challenger Batam menjadi bagian dari persiapan Timnas Basket 3×3 menuju Asian Games 2026 sekaligus mengumpulkan poin penting menuju Olimpiade. (Foto: ist/SP).

Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan FIBA 3×3 di Batam memiliki dua tujuan utama, yakni sebagai bagian dari training camp Timnas Basket 3×3 menuju Asian Games 2026 di Jepang sekaligus menjadi ajang mengumpulkan poin peringkat dunia.

BACA JUGA  Lawan Ong/Teo, Fajar/Rian Bakal Bermain Sabar

“Di 3×3 Batam ini juga menjadi bagian dari training camp tim nasional menuju Asian Games. Selain itu, ini juga menjadi uji coba sekaligus kesempatan mengumpulkan poin menuju Olimpiade,” katanya.

Ajang FIBA 3×3 Women’s Series dan Challenger Batam mempertemukan Indonesia dengan sejumlah negara elite dunia yang selama ini mendominasi basket 3×3 internasional.

Menurut Nirmala, menghadapi lawan-lawan berkualitas tinggi merupakan pengalaman yang sangat penting bagi perkembangan kemampuan para atlet muda Indonesia.

Ia menilai pertandingan melawan tim-tim terbaik dunia akan memberikan banyak pelajaran yang tidak bisa diperoleh melalui kompetisi domestik.

“Saya tidak ingin mengatakan anak-anak kurang maksimal. Mereka sudah memberikan yang terbaik,” ujarnya.

“Ini merupakan kejuaraan yang diikuti pemain-pemain kelas dunia. Menang atau kalah, pengalaman seperti ini sangat penting untuk perkembangan mereka,” sambungnya.

Selain meningkatkan kualitas permainan, PERBASI juga berharap Indonesia mampu mengumpulkan poin sebanyak mungkin dalam Women’s Series agar posisi Indonesia di peringkat dunia terus meningkat.

Apabila target poin belum tercapai di Batam, PERBASI berkomitmen mengirim tim mengikuti seri-seri FIBA 3×3 di negara lain.

“Kami juga berharap bisa menambah poin banyak di Women’s Series ini. Kalau belum, kami akan terus mengikuti kegiatan serupa di negara-negara peserta lainnya,” tutur Nirmala.

BACA JUGA  Perbasi: 8 Aturan Baru Jawab Tantangan Terkini

Selain menjadi bagian dari perburuan poin menuju Olimpiade, FIBA 3×3 Batam juga dimanfaatkan sebagai simulasi menghadapi atmosfer kompetisi internasional menjelang Asian Games Nagoya-Aichi 2026 yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

Melalui pertandingan melawan negara-negara kuat, tim pelatih dapat mengevaluasi kemampuan individu maupun kerja sama tim sebelum memasuki fase akhir persiapan menuju pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.

PERBASI berharap pengalaman bertanding di level dunia akan meningkatkan mental bertanding para pemain ketika menghadapi lawan-lawan elite di Asian Games.

Nirmala juga memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang dinilai sukses menghadirkan kejuaraan berstandar internasional meski persiapan dilakukan dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Menurutnya, Batam dipilih menjadi tuan rumah karena memiliki berbagai keunggulan strategis, mulai dari akses internasional yang mudah melalui Singapura hingga dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga.

Selain itu, Batam juga dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi sport tourism yang mampu menarik perhatian atlet dan wisatawan mancanegara.

“Batam sedang menggeliat mempromosikan wisatanya. Letaknya juga dekat dengan Singapura sehingga memudahkan para peserta datang. Dari Singapura cukup sekitar 50 menit menggunakan kapal feri sudah tiba di Batam,” jelas Nirmala.

Ketua PERBASI Kepulauan Riau, Suhadi, berharap penyelenggaraan FIBA 3×3 Women’s Series dapat menjadi momentum meningkatkan pembinaan basket di daerah sekaligus memperkuat citra Batam sebagai kota penyelenggara event olahraga internasional.

BACA JUGA  High School Basketball Championship Perebutkan Tiket Asia Pasifik

Menurutnya, kejuaraan kelas dunia tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga basket sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

“Kami berharap kejuaraan ini memberikan animo besar terhadap perkembangan bola basket di Batam. Ke depan Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga sebagai destinasi sport tourism yang mampu menggelar event internasional,” kata Suhadi.

FIBA 3×3 Women’s Series Batam berlangsung pada 23–24 Juli 2026, sedangkan FIBA 3×3 Challenger Putra digelar 25–26 Juli 2026 di Alun-Alun Engku Putri, Batam.

Sebanyak 32 tim dari 21 negara ambil bagian dalam dua turnamen tersebut.

Sejumlah negara kuat seperti Prancis, Belanda, Mongolia, Latvia, Jepang, dan Serbia turut bersaing, menjadikan Batam sebagai salah satu pusat perhatian basket 3×3 dunia sekaligus panggung penting bagi Timnas Basket 3×3 Indonesia dalam mengejar target Asian Games dan Olimpiade. (09/AGF).