PASURUAN-JATIM, SUDUTPANDANG.ID – Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf mendoakan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2024 dapat berjalan aman dan damai.
Doa tersebut dipanjatkan Ketua Umum Rabithah Alawiyah saat menerima kunjungan silaturahmi Wakil Operasi Nusantara Cooling System (Wakaops NCS) Polri, Brigjen Pol Yuyun Yudhantara di kediamannya, Kota Pasuruan, Jawa Timur, pada Kamis (25/1/2024) sore.
Habib Taufiq menuturkan, untuk menjalankan tugasnya Polri tentunya perlu sinergitas. Sehingga apa yang diinginkan yaitu pemilu yang aman dan damai bisa tercipta.
“Insyaallah aman, beda pilihan boleh asal jangan ribut. Jangan kepentingan pribadi mengorbankan kepentingan banyak orang,” tutur Habib Taufiq.
Dirinya mengimbau seluruh umat Islam dan semua warga Indonesia untuk menjaga kedamaian dan kerukunan. Karena menurutnya itu merupakan nikmat dari Allah SWT.
“Terpecah belah, saling bermusuhan itu adalah bagian dari azab Allah SWT, karena itu ketika dalam nikmat itu harus menjaga itu nikmat dan mensyukurinya dalam arti menggunakan dari nikmat itu dalam perkara yang baik yang diridhai oleh Allah SWT,” ucapnya.
Indonesia, lanjutnya, merupakan negeri yang rukun, bukan negara yang bermusuhan. Dengan menjaga kerukunan dan kedamaian, maka akan mendapatkan ridha dari Allah menjadi negeri yang makmur sentosa.
“Pemilu yang akan datang jadikan pemilu yang damai. Pilihlah dengan sesuai isi hati Anda dengan pendapat Anda untuk yang terbaik buat bangsa ini dan semoga Allah pilihkan pemimpin yang terbaik untuk bangsa ini yang akan bisa membawa manfaat kepada generasi-generasi kita yang akan datang,” imbaunya.
Serukan Persatuan
Adapun kunjungan Brigjen Pol Yuyun Yudhantara ke ulama di kota santri ini dalam upaya mengajak seluruh elemen tokoh masyarakat untuk menyerukan menjaga persatuan dan kesatuan jelang Pemilu 2024 yang akan berlangsung pada 14 Februari mendatang. Sehingga pesta demokrasi bisa berjalan aman dan damai tanpa perpecahan.
Yuyun mengatakan kepada Habib Taufiq bahwa dalam upaya preemtif, Operasi NCS Polri telah menemui para tokoh agama. Antara lain Ustaz Das’ad Latif, Ustaz Abdul Somad, Ustaz Adi Hidayat, dan Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, KH Abdullah Gymnastiar,
Kemudian Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Gomar Gultom, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bawa Tenaya, dan Pimpinan Ponpes Progresif Bumi Shalawat, KH Agoes Ali Mashuri.
“Kami dari Operasi Nusantara Cooling System Polri mengajak habib dan tokoh-tokoh lainnya untuk menyerukan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa jelang pemilu. Sehingga masyarakat tidak terpecah-belah meski beda pilihan,” ujar lulusan Akpol yang pernah menjabat Dosen Utama Akpol Lemdiklat Polri itu.(Acz/01)