Belajar di Balik Jeruji: Warga Binaan Lapas Kediri Lulus Pendidikan Kesetaraan

Avatar photo
Belajar di Balik Jeruji: Warga Binaan Lapas Kediri Lulus Pendidikan Kesetaraan
Foto:Humas Lapas Kediri

KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID – Sebanyak 25 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri dinyatakan lulus dan menerima ijazah kesetaraan dalam upaya mewujudkan hak pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tengah berada di balik jeruji.

Penyerahan ijazah kepada warga binaan Lapas dilakukan dalam acara resmi yang diselenggarakan Dinas Pendidikan setempat di Aula Ki Hajar Dewantara, Jalan Mayor Bismo, Kota Kediri, Jawa Timur, pada Senin (7/7/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan dihadiri oleh Wali Kota Kediri beserta jajaran kepala dinas lintas sektor. Kehadiran Kepala Lapas Kelas IIA Kediri menjadi simbol nyata sinergi antarlembaga dalam menanggulangi permasalahan pendidikan, khususnya bagi mereka yang terpinggirkan.

Sebanyak 25 WBP mengikuti acara secara daring melalui zoom dari dalam Lapas, berbarengan dengan sekitar 200 peserta didik dari berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang hadir secara langsung sebagai simbolis penerima ijazah Paket A, B, dan C.

BACA JUGA  Jaringan Sabu di Lapas Kediri Terbongkar, Polisi Sita Barang Bukti 31,63 Gram

Seluruh WBP tersebut merupakan siswa aktif dari PKBM Al Rahman, mitra pendidikan yang secara konsisten memberikan layanan pembelajaran di dalam lapas. Program ini menunjukkan komitmen Lapas Kelas IIA Kediri dalam mendukung penuntasan ATS serta memberikan akses pendidikan kesetaraan bagi WBP.

Kalapas Solichin berharap agar program pendidikan kesetaraan di dalam lapas terus berlanjut. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan bagian esensial dari pembinaan kepribadian, sekaligus strategi efektif dalam menurunkan angka ATS dan membekali warga binaan dengan keterampilan untuk masa depan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Moh. Anang Kurniawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dari total 439 peserta didik dari 11 PKBM dan 1 SKB di Kota Kediri, sebanyak 25 peserta merupakan warga binaan dari Lapas Kediri.

BACA JUGA  Sekda: ASN Pemkab Asahan Harus Jadi Contoh Selama Ramadhan

Ia mengapresiasi kepada PKBM Al Rahman sebagai satu-satunya lembaga yang rutin menyelenggarakan pembelajaran langsung di lapas.

“Kalau PKBM Al Rahman bisa mendatangi Lapas Kediri, mestinya PKBM lain juga bisa,” ujarnya.

Putus Sekolah

Sementara itu, Wali Kota Vinanda Prameswati menegaskan bahwa untuk mewujudkan Kota Kediri yang MAPAN, angka putus sekolah harus ditekan hingga nol. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari keluarga, pemerintah, hingga lembaga pendidikan, untuk terus memotivasi masyarakat agar tidak malu melanjutkan pendidikan.

“Kita harus memberikan harapan dan keyakinan bahwa usia bukanlah penghalang untuk kembali bersekolah,” tutur Wali Kota Kediri yang akrab disapa Mbak Wali.

 Usai penyerahan ijazah secara simbolis, Wali Kota menyapa langsung para WBP peserta program PKBM melalui Zoom. Dalam kesempatan itu, Kepala Lapas Kediri melaporkan bahwa dari 25 WBP aktif, terdapat 9 orang pada jenjang Paket C, 7 orang pada Paket B, dan 2 orang pada Paket A. Selain itu, 7 WBP lainnya telah bebas melalui program integrasi berupa pembebasan bersyarat dan cuti bersyarat.

BACA JUGA  30 Finalis Miss Universe Indonesia 2023 Jalani Masa Karantina

Vinanda mengapresiasi atas peran aktif Lapas Kelas IIA Kediri dalam memajukan pendidikan kesetaraan bagi WBP.

“Saya berharap kerja sama lintas sektor ini terus diperkuat, agar setiap warga negara, termasuk yang sedang menjalani pidana, tetap mendapatkan hak pendidikan yang setara dan bermartabat,” harapnya.(CN/01)