“Berbagi tidak harus menunggu berlebih. Ketika hati tergerak dan ada sedikit yang bisa dibagi, di situlah nilai kemanusiaan bekerja.”
JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Media Sudut Pandang memaknai peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan menebar kepedulian melalui program Jumat Berkah.
Kali ini, kepedulian tersebut diwujudkan dengan membagikan paket beras kepada para pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam komunitas Sobat Buaran II di Jalan Buaran II, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (16/1/2026).
Momentum Isra Mi’raj tersebut dimanfaatkan untuk menguatkan nilai berbagi, empati, dan kepedulian sosial, khususnya kepada para pekerja sektor informal yang menggantungkan hidup dari jalanan.
Pemimpin Redaksi Media Sudut Pandang, Umi Sjarifah, mengatakan bahwa program Jumat Berkah merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap Jumat oleh PT Majalah Sudut Pandang.
Program tersebut telah berjalan sejak masa pandemi Covid-19 sebagai bentuk kepedulian perusahaan pers terhadap masyarakat yang terdampak secara ekonomi.
“Awalnya kami membagikan nasi kotak. Namun, kemudian beralih ke beras karena lebih tahan lama dan bisa dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga,” ujar Umi, usai kegiatan Jumat Berkah
Menurut Umi, beras dipilih karena merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Meski nilainya sederhana, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para pengemudi ojol beserta keluarganya.
“Kalau beras, bisa dimasak kapan saja dan tidak cepat basi. Semoga bermanfaat dan menjadi berkah,” jelasnya.
Selain paket beras, Umi juga membagikan mug bertema Sudut Pandang kepada para pengemudi ojol. Mug tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus pengingat akan semangat berbagi dan kebersamaan.
Apresiasi Ojol
Umi juga mengapresiasi semangat para pengemudi ojol dan juru parkir yang tetap bekerja keras tanpa rasa gengsi demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Ia menilai, kerja keras yang mereka lakukan merupakan bentuk ikhtiar yang bermartabat.
“Di tengah penghasilan yang saat ini tidak menentu, mereka tetap berjuang. Bahkan, ada yang mengantre membelikan makanan untuk orang lain, sementara dirinya sendiri belum makan. Semoga mereka selalu diberi kesehatan,” tutur jurnalis yang dikenal mengagumi sosok Jusuf Hamka itu.
Ia menambahkan, semangat berbagi tidak harus menunggu dalam kondisi berkecukupan. Menurutnya, setiap orang dapat berbagi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Alhamdulillah, selalu ada rezeki untuk berbagi. Kadang berupa sembako, kadang hanya beras, begitu juga dengan donasi ke yayasan anak yatim. Berbagi tidak harus menunggu kaya raya, salah satu kebahagiaan itu adalah ketika melihat orang tersenyum bahagia,” ujar Umi, yang juga menjabat Bendahara Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat.
Terima kasih

Sementara itu, Ketua Sobat Buaran II, Wempi, mengucapkan terima kasih atas kepedulian Media Sudut Pandang. Ia mengatakan, bantuan beras tersebut sangat berarti bagi keluarganya.
“Saya tidak melihat dari nilainya, tetapi dari kepeduliannya. Terima kasih, Bu Umi. Semoga selalu sehat dan Media Sudut Pandang semakin sukses,” ujar Wempi.(01)










