KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID – Pagi ini, Minggu (25/1/2026), Jalan Lintas Sumber (JLS) Rempi di Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, tampak berbeda dari biasanya. Sejak pagi pukul 05.30 WIB, ratusan warga sudah memadati ruas jalan yang telah selesai dibangun tersebut. Alunan musik terdengar menggema, mengiringi gerakan senam bersama warga yang larut dalam suasana penuh semangat.
Warga tak hanya sekadar senam pagi, kegiatan ini sekaligus menjadi momen rasa syukur bagi masyarakat di Kelurahan Betet atas rampungnya pembangunan JLS Rempi oleh Pemerintah Kota Kediri. Wajah-wajah ceria dan senyum lepas mewarnai kebersamaan pagi itu.
Prosesi tasyakuran ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Camat Pesantren, Judy Kuntjoro , yang didampingi Lurah Betet, Zainudin Budi Wibowo, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas setempat. Hadir pula anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi Partai Demokrat, Azhari.
Lurah Betet, Zainudin Budi Wibowo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Kediri atas perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan JLS Rempi ini dapat membawa dampak nyata bagi aktivitas warga setempat.
“Pembangunan jalan ini sangat membantu kelancaran aktivitas masyarakat. Setiap hari banyak warga menikmati keindahan JLS Rempi sambil menikmati kuliner dari pelaku UMKM. Untuk itu, kami berharap bisa mendorong pertumbuhan UMKM lokal,” ungkapnya.
Di sisi lain, Camat Pesantren, Judy Kuntjoro melihat potensi besar JLS Rempi bisa dikembangkan sebagai ruang publik dan mendorong agar ruas jalan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan Car Free Day (CFD) setiap Minggu pagi.
“Saya berharap Pak Lurah Betet segera mengajukan surat ke pihak kecamatan disertai dokumentasi kegiatan hari ini. Selanjutnya akan kami teruskan kepada Wali Kota Kediri agar JLS Rempi bisa digunakan untuk kegiatan CFD,” ujarnya.
Menurut Judy, jika CFD terwujud, warga Betet tidak perlu lagi jauh-jauh ke Jalan Dhoho untuk berolahraga atau beraktivitas di akhir pekan. Lebih dari itu, keberadaan CFD diyakini dapat menjadi motor penggerak ekonomi warga.
“Tempat ini bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha bagi UMKM lokal. Harapannya, Jalan Lintas Sumber Rempi tidak hanya menjadi akses transportasi, tetapi juga ruang hidup bagi warga Betet,” pungkasnya.(CN/08)










