Pabung Kodim 0820/Probolinggo Mayor Inf Heri Utomo Mengikuti Rakor Bersama Para Pemangku Kepentingan

bersama jajaran forum kordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Probolinggo
Rakor bersama jajaran forum kordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Probolinggo (Foto Istimewa)

PROBOLINGGO – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Perwira penghubung (Pabung) Kodim 0820/Probolinggo Mayor Inf Heri Utomo ikut ambil bagian dalam kegiatan rapat koordinasi (Rakor) bersama jajaran forum kordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Probolinggo menyikapi tinggi curah hujan yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo, Kamis (26/2).

Mayor Inf Heri Utomo menyampaikan, rapat kordinasi tersebut merupakan bentuk langkah cepat dan responsif pemerintah daerah dalam menyikapi kondisi darurat kebencanaan. Sekaligus sebagai upaya memperkuat koordinasi, sinergi dan kolaborasi antar perangkat daerah, unsur Forkopimda, BPBD, TNI/Polri, relawan serta seluruh pemangku kepentingan dalam rangka penanganan bencana secara terpadu, efektif dan berkelanjutan.

Dalam beberapa minggu kemarin kita mengalami ujian yang membutuhkan banyak energi, baik secra fisik maupun pikiran yang diakibatkan oleh cuaca yang ekstrim. “Kondisi ini tentu berpotensi menimbulkan berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang yang dapat mengancam keselamatan masyarakat serta merusak infrastruktur dan lingkungan,” kata Mayor Inf Heri Utomo.

BACA JUGA  Polisi Patroli P2B Dukung Program Ketahanan Pangan

Pabung menambahkan, penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Melalui kesempatan ini kami mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi dan bergerak cepat apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.”Kami berharap dengan kerja sama dan kesiapsiagaan yang baik kita dapat meminimalisir dampak bencana, melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas dan keselamatan wilayah Kabupaten Probolinggo,”ujarnya.

Bupati Probolinggo Muhammad Haris mengungkapkan, rapat koordinasi ini sebagai bentuk respon cepat Pemerintah Kabupaten Probolinggo terhadap kondisi cuaca dengan intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir, yang telah mengakibatkan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo.

Dampak dari bencana tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada beberapa infrastruktur, seperti jalan, jembatan, saluran irigasi serta fasilitas umum lainnya. Melalui forum ini kita harus memastikan bahwa penanganan dilakukan secara terintegrasi, tepat sasaran dan mengedepankan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.

BACA JUGA  Sekda Kab Asahan Minta ASN Tingkatkan Kedisiplinan

Setiap laporan dari masyarakat harus segera direspon, langkah evakuasi dan penanganan darurat harus dilakukan secara sigap serta pendataan kerusakan dan kebutuhan harus segera dilaksanakan sebagai dasar penanganan lanjutan.”Semoga dengan kerja sama, sinergi dan semangat gotong royong yang kuat kita dapat melewati situasi ini dengan baik serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan,”tuturnya.(ACZ)