Imigrasi Bali dan DPD RI Bahas Penguatan Pengawasan WNA

Imigrasi Bali dan DPD RI Bahas Penguatan Pengawasan WNA
Kakanwil Ditjenim Bali Felucia Sengky Ratna (ketiga dari kanan) bersama jajaran berfoto dengan anggota DPD RI Arya Wedakarna (keempat dari kiri) di Denpasar, Senin (9/3/2026). (Dok. Humas Ditjen Imigrasi Bali)

DENPASAR, SUDUTPANDANG.ID -Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjenim) Bali Felucia Sengky Ratna bertemu dengan anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, di Denpasar, Senin (9/3/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan penanganan dan pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) di wilayah Bali.

Pada kesempatan tersebut, Felucia Sengky menyampaikan komitmen jajaran Imigrasi Bali untuk meningkatkan kinerja dalam menjalankan tugas dan fungsi keimigrasian, khususnya terkait pengawasan dan penanganan keberadaan WNA di Pulau Dewata.

Felucia Sengky menegaskan, pihaknya akan terus berupaya memberikan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat sekaligus memastikan pengawasan terhadap WNA berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami berkomitmen menjalankan tugas dan fungsi keimigrasian secara maksimal, baik dalam pelayanan maupun pengawasan terhadap warga negara asing,” ujar Sengky.

BACA JUGA  KSO TPK Koja Raih 19 Persen Market Share Peti Kemas Ekspor-Impor

Ia menambahkan, penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian dari upaya menjaga kondusivitas Bali sebagai destinasi internasional yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.

Dukung Imigrasi Bali 

Sementara itu, Arya Wedakarna menyampaikan dukungannya terhadap langkah yang dilakukan jajaran Ditjenim Bali dalam meningkatkan pengawasan serta penanganan WNA di Pulau Dewata.

Menurut Arya, pengawasan yang baik terhadap keberadaan WNA dapat mendukung keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat dan wisatawan di Bali.

“Kita mengharapkan dapat memperkuat sinergi antara Imigrasi dan para pemangku kepentingan dalam meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan WNA sekaligus mendukung pelayanan keimigrasian di Bali,” harap senator asal Pulau Dewata itu.(One/01)