Datangi Rumah Jokowi di Solo, Rismon Sianipar Minta Maaf Terkait Polemik Ijazah

Avatar photo
Datangi Rumah Jokowi di Solo, Rismon Sianipar Minta Maaf Terkait Polemik Ijazah
Rismon Sianipar (Foto: istimewa)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Tersangka dalam kasus dugaan tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rismon Hasiholan Sianipar, mendatangi kediaman Jokowi di kawasan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026).

Kedatangan Rismon Sianipar disebut untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Jokowi.

Usai pertemuan tersebut, Rismon Sianipar juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas polemik yang berkembang terkait penelitiannya mengenai ijazah Jokowi.

Rismon menyebut permintaan maaf itu sebagai bentuk tanggung jawab moral sebagai peneliti.

“Ya tentu, saya pun minta maaf kepada publik. Apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Joko Widodo. Itulah pertanggungjawaban seorang peneliti yang harus independen,” kata Rismon kepada wartawan usai pertemuan.

Rismon menjelaskan, dalam dua bulan terakhir dirinya melanjutkan kajian terhadap dokumen ijazah Jokowi. Dari penelitian tersebut, ia menemukan sejumlah unsur yang menjadi objek pengamatannya, antara lain keberadaan emboss dan watermark pada dokumen tersebut.

BACA JUGA  PPKM Level 2, Kapasitas Tempat Wisata di Jakarta Jadi 25 Persen

Menurut dia, hasil kajian menunjukkan bahwa pada masa itu pengamanan ijazah belum menggunakan hologram.

“Saya dapati memang sejak gelar perkara ditunjukkan ijazah analog dari Bapak Joko Widodo. Saya kaji kembali dan menemukan adanya emboss serta watermark,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah membandingkan dengan sejumlah ijazah lain dari periode yang sama di Universitas Gadjah Mada (UGM), diketahui bahwa penggunaan hologram belum diterapkan sebagai fitur pengaman pada dokumen ijazah saat itu.

“Setelah saya kaji dengan beberapa objek ijazah lainnya di tahun yang sama dari UGM, memang pada saat itu hologram belum digunakan sebagai pengunci atau pengaman dalam ijazah. Yang ada hanya watermark dan emboss,” kata dia.

BACA JUGA  KPU Kediri Terima Hasil Pemeriksaan 2 Bapaslon Bupati-Wabup Dari RSUD Saiful Anwar

Rismon juga menegaskan bahwa penelitian yang ia lakukan bersifat independen dan tidak memiliki ketergantungan dengan pihak lain yang sebelumnya turut menyoroti polemik ijazah Jokowi, seperti Roy Suryo maupun Tifa.

Ia menyebut kajiannya dituangkan dalam buku berjudul “Jokowi White’s Paper” yang ditulis secara terpisah dari pihak-pihak lain.

Menurut Rismon, buku tersebut memuat uraian metodologi penelitian yang cukup panjang dan disusun secara mandiri.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kajian mengenai keaslian ijazah harus dijawab melalui pendekatan metodologis, bukan sekadar pernyataan naratif.

“Jawaban itu seharusnya dijawab dengan metodologi, bukan secara narasi bahwa itu palsu atau asli. Secara metodologi itu harus dijawab dan harus objektif,” ujarnya.

BACA JUGA  Turnamen Terakhir Fadia/Ribka, Sebelum 'Bercerai'

Rismon menambahkan, dirinya akan tetap melanjutkan penelitian terkait dokumen tersebut sesuai dengan pendekatan ilmiah yang digunakan dalam kajiannya.(red)