JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Ketua Umum Indonesia Football 7 Federation, Dudung Abdurachman, menargetkan Tim Nasional (Timnas) Football 7 Indonesia mampu meraih prestasi pada ajang Intercontinental Cup yang akan digelar di Roma, Italia, pada Agustus 2026.
Target tersebut disampaikan Dudung sebagai bagian dari upaya mendorong perkembangan sepak bola tujuh lawan tujuh di Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global. Ia menilai, potensi besar yang dimiliki Indonesia harus dioptimalkan melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
“Dari lapangan kecil, kita bangun mimpi besar. Dari komunitas kita melangkah ke dunia. Football Seven Indonesia dimulai hari ini dan akan kita bawa hingga dunia mengenal Indonesia,” ujar Dudung dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (2/5/2026).
Dudung yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan itu menyampaikan optimismenya terhadap kemampuan sumber daya manusia Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang besar, ia meyakini Indonesia memiliki talenta yang cukup untuk bersaing di panggung internasional.
Menurutnya, dari populasi lebih dari 280 juta jiwa, Indonesia seharusnya mampu melahirkan setidaknya sejumlah pemain berkualitas yang bisa memperkuat tim nasional dan membawa prestasi di ajang dunia.
Namun demikian, Dudung menilai tantangan utama yang masih dihadapi atlet Indonesia bukan semata pada aspek teknis, melainkan pada kekuatan mental dan disiplin dalam bertanding. Ia menegaskan bahwa dua aspek tersebut menjadi kunci penting untuk bisa bersaing dengan negara lain.
“Tantangan kita bukan hanya kemampuan bermain, tetapi juga mental dan disiplin. Jiwa kompetisi dan semangat pantang menyerah harus terus dibangun,” katanya.
Sebagai langkah konkret untuk memperkuat aspek mental dan kedisiplinan, federasi menunjuk pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, sebagai Penasihat Teknik. Kehadiran Shin diharapkan mampu memberikan standar baru dalam pembinaan pemain.
Dudung menyebut, pengalaman Shin dalam menangani Timnas Indonesia sebelumnya menjadi nilai tambah yang signifikan. Ia dikenal sebagai pelatih dengan disiplin tinggi yang mampu meningkatkan performa tim secara menyeluruh.
“Alhamdulillah, Shin Tae-yong berkenan bergabung karena kecintaannya terhadap Indonesia. Kami berharap kehadirannya bisa meningkatkan kualitas tim,” ujar Dudung.
Dalam struktur kepelatihan, Timnas Football 7 Indonesia akan ditangani oleh pelatih profesional yang dipimpin oleh Socrates Matulessy. Sementara itu, Shin Tae-yong akan berperan sebagai pemantau sekaligus penasihat untuk memastikan arah pengembangan tim tetap sesuai dengan standar internasional.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara pengalaman lokal dan standar global dalam membangun kekuatan tim nasional.
Di sisi lain, Dudung juga menyoroti perkembangan ekosistem sepak bola tujuh lawan tujuh di Indonesia yang dinilai cukup pesat. Saat ini, olahraga tersebut telah memiliki infrastruktur yang memadai dengan sekitar 1.700 lapangan mini soccer yang tersebar di berbagai daerah.
Selain itu, Indonesia Football 7 Federation juga telah resmi terafiliasi dengan International Football 7 Federation sejak 2011. Afiliasi ini menjadi modal penting untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas kompetisi di tingkat internasional.
Dengan dukungan infrastruktur dan jaringan yang kuat, federasi optimistis dapat membangun tim nasional yang kompetitif dalam waktu relatif singkat.
Sebagai bagian dari persiapan menuju Intercontinental Cup, pemusatan latihan nasional (pelatnas) dijadwalkan dimulai satu bulan sebelum keberangkatan ke Italia. Program pelatnas ini akan difokuskan pada peningkatan fisik, taktik, serta mental bertanding para pemain.
Federasi juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat program pembinaan, termasuk dengan PSSI. Sinergi antarorganisasi dinilai penting untuk menciptakan sistem pembinaan yang lebih terintegrasi.
Dudung menegaskan bahwa keberhasilan Timnas Football 7 Indonesia tidak hanya bergantung pada pemain dan pelatih, tetapi juga dukungan dari seluruh elemen, termasuk pemerintah, federasi, dan masyarakat.
Dengan target yang telah ditetapkan, Timnas Football 7 Indonesia kini memasuki fase persiapan yang krusial. Ajang Intercontinental Cup di Roma akan menjadi panggung awal untuk menguji kemampuan sekaligus menunjukkan potensi Indonesia di kancah internasional.
Federasi berharap langkah ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju prestasi dunia, sekaligus memperkenalkan sepak bola tujuh lawan tujuh sebagai salah satu cabang olahraga yang mampu mengharumkan nama Indonesia. (09/AGF).










