Danbrigif 32 Mangkalihat Tinjau Latihan Menembak Prajurit

Danbrigif TP 32/Mangkalihat Kolonel Inf Agussalim Tuo meninjau langsung latihan menembak reaksi lanjutan (Baksilan) Triwulan II di Lapangan Tembak Usman Harun Lanal Sangatta, Kutai Timur, guna memastikan kesiapan dan profesionalisme prajurit dalam mendukung tugas pertahanan negara. (Foto: ist/sp).

KUTAI TIMUR, SUDUTPANDANG.ID – Komandan Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Danbrigif TP) 32/Mangkalihat, Kolonel Inf Agussalim Tuo, SH, MIP, meninjau langsung pelaksanaan latihan menembak reaksi lanjutan (Baksilan) Triwulan II yang digelar di Lapangan Tembak Usman Harun, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Minggu (14/6/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian latihan berjalan sesuai rencana, memenuhi standar keamanan, serta mencapai sasaran yang telah ditetapkan dalam program pembinaan kemampuan prajurit Brigif TP 32/Mangkalihat.

Kegiatan latihan menembak reaksi lanjutan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, dan kemampuan tempur prajurit.

Latihan ini juga bertujuan mengasah keterampilan individu dalam menghadapi berbagai situasi operasi yang dinamis dan membutuhkan respons cepat di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Agussalim Tuo menegaskan bahwa kemampuan menembak merupakan salah satu kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh setiap prajurit TNI.

Oleh karena itu, latihan yang dilakukan secara berkala harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kemampuan serta ketangkasan personel.

Menurutnya, kehadiran pimpinan di lokasi latihan bukan sekadar melakukan pengawasan, tetapi juga untuk memastikan seluruh prajurit menjalankan latihan dengan disiplin, serius, dan sesuai prosedur yang berlaku.

BACA JUGA  Orangutan Kurus di Area Tambang Dievakuasi BKSDA Kaltim

“Latihan menembak bukan hanya kewajiban seorang prajurit, tetapi merupakan kebutuhan mendasar yang harus dimiliki dan dikuasai oleh seluruh prajurit. Kemampuan menembak menjadi salah satu dasar utama dalam pelaksanaan tugas keprajuritan,” ujar Kolonel Agussalim Tuo di hadapan peserta latihan.

Ia menjelaskan bahwa seorang prajurit dituntut memiliki kemampuan tempur yang andal sebagai bekal dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di masa depan.

Karena itu, pembinaan kemampuan menembak harus terus dilakukan secara berkesinambungan melalui latihan yang terukur dan realistis.

Lebih lanjut, Danbrigif menekankan bahwa keterampilan menembak memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas operasi militer.

Penguasaan teknik menembak yang baik dapat menjadi faktor penentu dalam menjaga keselamatan diri maupun keberhasilan misi yang diemban.

Menurutnya, latihan yang dilakukan secara rutin akan membentuk refleks, ketepatan, dan kepercayaan diri prajurit ketika menghadapi kondisi yang sebenarnya di lapangan.

Oleh sebab itu, seluruh peserta diminta mengikuti setiap tahapan latihan dengan sungguh-sungguh.

Dalam arahannya, Kolonel Agussalim juga mengingatkan bahwa dunia militer menuntut kesiapan fisik, mental, dan kemampuan teknis yang tinggi.

Setiap prajurit harus mampu menguasai kemampuan dasar kemiliteran, termasuk menembak, agar dapat melaksanakan tugas negara secara optimal.

BACA JUGA  Wih! Wabup Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar Pegang Senjata

“Seluruh prajurit Brigif TP 32/Mangkalihat wajib memiliki kemampuan tempur yang andal dan teruji. Apa yang dilatihkan hari ini harus benar-benar dipahami dan dikuasai karena latihan ini dirancang untuk menghadapi situasi yang dinamis serta mendesak,” tegasnya.

Latihan Baksilan Triwulan II sendiri merupakan bagian dari program pembinaan satuan yang dilaksanakan secara berkala.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan menembak individu, tetapi juga melatih kecepatan reaksi, ketepatan sasaran, koordinasi, serta kemampuan mengambil keputusan dalam waktu singkat.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, latihan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat disiplin, mental juang, dan kerja sama antar prajurit.

Dengan kemampuan yang terus diasah, satuan diharapkan mampu menjaga tingkat kesiapan operasional yang tinggi dalam mendukung tugas pokok TNI.

Pelaksanaan latihan berlangsung dengan tetap mengedepankan faktor keamanan dan keselamatan personel.

Seluruh peserta mengikuti prosedur yang telah ditetapkan guna meminimalkan risiko selama kegiatan berlangsung.

Kehadiran Danbrigif TP 32/Mangkalihat di tengah-tengah prajurit mendapat sambutan positif dari peserta latihan.

Peninjauan langsung tersebut menjadi bentuk perhatian pimpinan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Brigif TP 32/Mangkalihat.

BACA JUGA  Asah Naluri Tempur, Prajurit Kodim Tidore Latihan Menembak

Menutup arahannya, Kolonel Agussalim Tuo mengajak seluruh prajurit untuk terus meningkatkan semangat berlatih, menjaga kedisiplinan, serta memperkuat kekompakan satuan.

Menurutnya, ketiga hal tersebut merupakan modal penting dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Terus tingkatkan semangat, kedisiplinan, dan kekompakan dalam setiap kesempatan latihan. Jadikan setiap latihan sebagai bekal nyata untuk melaksanakan tugas pengabdian kepada negara dengan baik, profesional, dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.

Melalui latihan menembak reaksi lanjutan Triwulan II ini, Brigif TP 32/Mangkalihat berharap seluruh prajurit semakin siap menghadapi berbagai tantangan tugas sekaligus mampu mempertahankan profesionalisme sebagai garda terdepan pertahanan negara. (Red/09).