KUDUS, SUDUTPANDANG.ID – Cipta Cendikia Football Academy (FA) memastikan satu tempat di partai final kategori U15 Hydroplus Soccer League (HSL) All-Stars 2025/2026 setelah mengalahkan Arema FC Women dengan skor 2-1 pada laga semifinal yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (11/7/2026).
Kemenangan tersebut mengantarkan Cipta Cendikia FA selangkah lebih dekat menuju gelar juara kompetisi sepak bola putri usia muda bergengsi di Indonesia. Sementara itu, Arema FC Women harus mengubur ambisi tampil di partai puncak dan kini berpeluang mengakhiri turnamen dengan memperebutkan posisi ketiga.
Cipta Cendikia FA langsung tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan. Tim asuhan Ruly Hidayansyah mampu menguasai jalannya pertandingan melalui permainan cepat dan pressing tinggi yang membuat lini pertahanan Arema FC Women kesulitan mengembangkan permainan.
Keunggulan Cipta Cendikia dibuka oleh Shilen Nailenka Khanza pada menit ke-12. Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri para pemain sehingga mereka terus menekan pertahanan lawan.
Hanya berselang 12 menit, Ayla Dya Khala Ahisma berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah memanfaatkan peluang di depan gawang Arema FC Women.
Tertinggal dua gol membuat Arema FC Women meningkatkan intensitas serangan. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika Fadilla mencetak gol pada menit ke-27 untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.
Meski terus berusaha menyamakan kedudukan hingga pertandingan berakhir, Arema gagal menembus rapatnya lini pertahanan Cipta Cendikia FA.
Pelatih Kepala Cipta Cendikia FA, Ruly Hidayansyah, mengatakan kemenangan timnya merupakan hasil dari persiapan matang yang dilakukan sebelum pertandingan, termasuk mempelajari karakter permainan lawan melalui hasil observasi pada laga-laga sebelumnya.
Menurutnya, tim pelatih telah menganalisis kekuatan dan kelemahan Arema FC Women sehingga mampu menyusun strategi yang tepat untuk diterapkan sejak menit awal pertandingan.
“Sejak awal kami meminta para pemain tampil aktif dan agresif. Alhamdulillah strategi tersebut berjalan dengan baik sehingga kami bisa mencetak dua gol pada babak pertama,” ujar Ruly seusai pertandingan.
Ia mengungkapkan keunggulan dua gol pada babak pertama menjadi modal penting bagi timnya untuk mengendalikan jalannya pertandingan.
Namun demikian, Ruly mengakui laga tidak berjalan mudah setelah Arema FC Women berhasil memperkecil ketertinggalan.
Menurutnya, lawan tampil lebih agresif dan meningkatkan tekanan pada babak kedua sehingga para pemain Cipta Cendikia harus bekerja keras mempertahankan keunggulan.
“Kami sempat mendapat tekanan setelah kebobolan. Anak-anak harus tetap disiplin menjaga organisasi permainan agar keunggulan tidak hilang,” katanya.
Ruly memberikan apresiasi terhadap kerja keras seluruh pemain yang mampu mempertahankan konsentrasi hingga peluit panjang dibunyikan.
Ia berharap kemenangan di semifinal menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk tampil maksimal pada partai final.
Tim pelatih juga akan memanfaatkan waktu yang tersedia untuk memulihkan kondisi fisik pemain sekaligus menyusun strategi menghadapi pertandingan puncak.
“Kami ingin anak-anak tetap fokus. Final tentu akan lebih berat karena lawan memiliki kualitas yang sama baiknya,” ujar Ruly.
Di kubu Arema FC Women, Pelatih Kepala Nanang Habibi tetap memberikan apresiasi atas perjuangan anak asuhnya meski gagal melangkah ke final.
Menurut Nanang, para pemain menunjukkan perkembangan positif, terutama pada babak kedua ketika mampu tampil lebih berani dan menciptakan sejumlah peluang.
Namun, ia mengakui kelemahan organisasi permainan pada awal pertandingan menjadi faktor utama yang membuat timnya tertinggal dua gol.
“Tentu ini bukan hasil yang kami harapkan. Target kami adalah menang dan lolos ke final. Tetapi saya tetap bangga dengan perjuangan seluruh pemain yang sudah memberikan kemampuan terbaiknya,” kata Nanang.
Ia menambahkan evaluasi akan difokuskan pada peningkatan koordinasi antarlini, terutama saat memasuki awal pertandingan agar tim tidak kembali kehilangan momentum.
Selain itu, penyelesaian akhir dan efektivitas serangan juga menjadi perhatian tim pelatih menjelang pertandingan perebutan tempat ketiga.
“Kami akan memperbaiki organisasi permainan sejak menit awal agar lebih solid pada pertandingan berikutnya,” ujarnya.
Hydroplus Soccer League All-Stars merupakan salah satu kompetisi pembinaan sepak bola putri usia muda yang menjadi wadah pengembangan talenta-talenta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan di hadapan pemandu bakat klub maupun Tim Nasional Putri Indonesia.
Keberhasilan Cipta Cendikia FA mencapai final menjadi bukti keberhasilan proses pembinaan yang dilakukan klub dalam membangun kualitas pemain usia muda.
Penampilan disiplin, organisasi permainan yang rapi, serta efektivitas memanfaatkan peluang menjadi modal berharga bagi tim dalam menghadapi laga final.
Di sisi lain, Arema FC Women tetap memiliki kesempatan menutup turnamen dengan hasil positif melalui pertandingan perebutan peringkat ketiga.
Sementara itu, Cipta Cendikia FA kini hanya tinggal selangkah lagi untuk mewujudkan ambisi meraih gelar juara Hydroplus Soccer League All-Stars U15 2025/2026 dan menegaskan diri sebagai salah satu akademi sepak bola putri terbaik di Indonesia.(09/AGF)










