Jacksen Siapkan Latihan Intensif Jelang MLSC All-Stars

Head Coach MilkLife Soccer Challenge Jacksen Ferreira Tiago berfoto bersama dengan peserta MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025-2026 di Borneo FC Training Centre, Samarinda, Kalimatan Timur. (Foto: ist).
Head Coach MilkLife Soccer Challenge Jacksen Ferreira Tiago berfoto bersama dengan peserta MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025-2026 di Borneo FC Training Centre, Samarinda, Kalimatan Timur. (Foto: ist).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Head coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen Ferreira Tiago, menyiapkan program latihan intensif bagi pemain putri asal Samarinda setelah mengantongi 25 nama yang diproyeksikan tampil pada ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026.

Program bertajuk MilkLife Soccer Extra Training tersebut akan menjadi tahapan penting dalam proses seleksi menuju skuad final. Dari total 25 pemain yang dipanggil, nantinya hanya 16 pemain terbaik yang akan dipilih sekitar dua pekan sebelum turnamen nasional digelar.

Ajang MLSC All-Stars 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung di Kudus pada 24–28 Juni 2026. Turnamen ini akan mempertemukan para pemain terbaik dari 12 kota penyelenggara sebagai bagian dari program pembinaan berjenjang sepak bola putri usia dini di Indonesia.

Jacksen menegaskan bahwa proses seleksi akan dilakukan secara ketat, namun tetap memberikan ruang bagi para pemain muda untuk berkembang. Ia menilai pendekatan tersebut penting agar pemain tidak hanya dinilai dari kemampuan saat ini, tetapi juga potensi yang bisa dikembangkan.

“Kita harus selektif, tetapi juga memberi ruang seluas-luasnya kepada anak-anak untuk beradaptasi,” ujar Jacksen dalam keterangan resminya, Minggu (27/4/2026).

Mantan pelatih tim nasional Indonesia itu juga menyoroti kondisi pembinaan sepak bola putri di Samarinda yang masih berada pada tahap awal. Hal ini, menurutnya, menjadi alasan utama mengapa program latihan tambahan dengan intensitas lebih tinggi diperlukan bagi para pemain dari daerah tersebut.

BACA JUGA  Menpora Dukung Penyelenggaraan PeSOnas

Ia menilai perbedaan tingkat pembinaan antar daerah menjadi tantangan tersendiri dalam membentuk tim yang kompetitif. Oleh karena itu, latihan intensif diharapkan mampu mengejar ketertinggalan sekaligus meningkatkan kualitas individu pemain.

“Program latihan tambahan bagi pemain Samarinda memang harus lebih intens karena pembinaan di sana masih dalam tahap awal,” kata Jacksen.

Meski demikian, Jacksen tetap optimistis para pemain mampu berkembang pesat. Ia menekankan pentingnya kerja keras, disiplin, serta kontinuitas dalam berlatih dan bertanding sebagai kunci untuk meningkatkan kemampuan.

Menurutnya, pengalaman bertanding secara reguler akan memberikan dampak signifikan terhadap mental dan pemahaman taktik pemain. Oleh karena itu, keikutsertaan dalam MLSC menjadi momentum penting bagi para pemain muda untuk mengasah kemampuan mereka.

Samarinda sendiri menjadi salah satu kota debutan dalam penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Seri 2 musim 2025–2026. Turnamen tersebut berlangsung di Borneo FC Training Centre pada 23–26 April 2026.

BACA JUGA  Balita di Samarinda Positif Narkoba Jenis Sabu, Begini Kronologinya

Meski baru pertama kali digelar di kota tersebut, antusiasme peserta terbilang tinggi. Tercatat sebanyak 642 siswi dari 44 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah ambil bagian dalam kompetisi ini.

Jacksen menilai kehadiran MLSC di Samarinda menjadi angin segar bagi perkembangan sepak bola putri, khususnya di wilayah yang selama ini minim aktivitas pembinaan.

“Di daerah seperti Samarinda, kegiatan untuk anak-anak dan remaja masih sangat minim. Jadi ketika MLSC hadir di sini, ini menjadi kesempatan besar dan membawa angin segar bagi masa depan putri-putri kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program MLSC tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pengembangan talenta muda secara berkelanjutan. Melalui sistem pembinaan berjenjang, para pemain diharapkan dapat berkembang secara optimal dan memiliki jalur karier yang jelas di dunia sepak bola.

MLSC All-Stars 2026 akan menjadi panggung bagi para pemain terbaik dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional. Selain itu, turnamen ini juga menjadi ajang pemantauan bagi pelatih dalam mencari potensi pemain yang dapat dipersiapkan ke level yang lebih tinggi.

BACA JUGA  Peraih Emas SEA Games Ardana Cikal Pilih Investasi Bonus

Dengan adanya program latihan intensif dan proses seleksi yang terstruktur, diharapkan tim yang terbentuk mampu tampil kompetitif di ajang tersebut. Jacksen menegaskan bahwa kualitas tim tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga kerja sama dan pemahaman taktik secara kolektif.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi turnamen ini. Oleh karena itu, seluruh pemain diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan latihan tambahan untuk meningkatkan kemampuan teknis maupun fisik.

Dengan dukungan program pembinaan yang berkelanjutan, MilkLife Soccer Challenge diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia di masa depan. Keikutsertaan pemain dari berbagai daerah, termasuk Samarinda, menjadi bukti bahwa potensi talenta muda tersebar luas dan perlu terus dikembangkan. (09/AGF).