KUDUS, SUDUTPANDANG.ID — Tim Talent Scouting Hydroplus Soccer League (HSL) All-Stars 2025/2026, Jacksen Ferreira Tiago, menilai Indonesia memiliki stok gelandang muda putri yang sangat menjanjikan.
Penilaian tersebut disampaikan setelah ia bersama tim pelatih memantau penampilan para pemain selama ajang HSL All-Stars 2025/2026 sebagai bagian dari proses seleksi menuju Srikandi Merdeka Cup 2026.
Turnamen yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjadi ajang penting dalam pencarian talenta terbaik untuk memperkuat dua tim nasional U-16 putri Indonesia yang akan berlaga pada Srikandi Merdeka Cup 2026, 14–23 Agustus mendatang.
Menurut Jacksen, posisi gelandang menjadi sektor yang paling menonjol dibandingkan posisi lainnya.
Banyak pemain muda menunjukkan kemampuan teknis, visi bermain, serta kecerdasan dalam mengatur ritme permainan yang dinilai layak mendapat kesempatan mengikuti pemusatan latihan tim nasional.
“Saat ini dari saya sudah ada beberapa nama yang akan disodorkan, mungkin sekitar 20-an pemain dan kebanyakan di gelandang. Kemudian pemain belakang juga ada, namun potensi terbesar memang berada di sektor tengah,” ujar Jacksen di sela pemantauan pertandingan semifinal HSL All-Stars kategori U-15 di Kudus, Sabtu.
Mantan pelatih Persipura Jayapura itu mengatakan proses talent scouting dilakukan secara menyeluruh bersama pelatih Timnas Putri U-16 Indonesia Timo Scheunemann dan asistennya, Takumi Taniguchi.
Ketiganya terus berkoordinasi untuk menentukan pemain-pemain terbaik yang layak dipanggil mengikuti pemusatan latihan.
Jacksen menjelaskan, hasil pemantauan selama hampir sepekan memperlihatkan perkembangan positif sepak bola putri usia muda di Indonesia.
Banyak pemain yang dinilai memiliki kemampuan individu yang baik serta potensi berkembang menjadi pemain profesional apabila mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan.
Ia menegaskan, pembinaan yang konsisten menjadi faktor utama dalam membentuk pemain berkualitas.
Kompetisi yang rutin digelar seperti Hydroplus Soccer League memberikan kesempatan kepada pemain untuk meningkatkan kemampuan melalui pengalaman bertanding.
“Yang terpenting bukan hanya menemukan pemain berbakat, tetapi memastikan mereka terus berkembang melalui sistem pembinaan yang baik sehingga suatu saat bisa menembus tim nasional senior,” katanya.
Dalam proses seleksi, Jacksen akan menyerahkan daftar pemain hasil pantauannya kepada tim pelatih.
Selanjutnya, nama-nama tersebut akan diseleksi kembali hingga menghasilkan total 46 pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan.
Sebanyak 46 pemain tersebut nantinya dibagi ke dalam dua skuad yang masing-masing berisi 23 pemain.
Kedua tim akan dipersiapkan untuk tampil pada Srikandi Merdeka Cup 2026 yang menghadirkan delapan tim dari tujuh negara.
Menurut Jacksen, komunikasi dengan Coach Timo maupun Coach Takumi berlangsung sangat intensif.
Ketiganya memiliki grup komunikasi khusus untuk mendiskusikan perkembangan pemain yang dipantau setiap hari selama turnamen berlangsung.
Melalui koordinasi tersebut, setiap pemain dianalisis berdasarkan sejumlah aspek teknis maupun nonteknis agar proses seleksi berjalan objektif.
Ia mengungkapkan, Takumi Taniguchi turut memberikan panduan mengenai karakter pemain yang dibutuhkan di setiap posisi.
Penilaian tidak hanya melihat kemampuan individu saat menguasai bola, tetapi juga mencakup kecerdasan membaca permainan, komunikasi di lapangan, kemampuan bertahan maupun menyerang, hingga kondisi fisik pemain.
“Kami melihat secara keseluruhan. Bukan hanya teknik, tetapi juga football intelligence, komunikasi, fisik, serta bagaimana pemain mengambil keputusan di lapangan,” jelasnya.
Pendekatan tersebut, lanjut Jacksen, tidak jauh berbeda dengan pekerjaannya selama bertahun-tahun membina pemain muda di level akademi sehingga proses identifikasi bakat menjadi lebih mudah dilakukan.
Meski demikian, ia menegaskan daftar pemain yang disusunnya bukanlah keputusan akhir. Seluruh nama yang direkomendasikan masih harus menjalani seleksi lanjutan sebelum ditetapkan sebagai bagian dari skuad resmi Timnas Putri U-16 Indonesia.
Keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih kepala Timo Scheunemann bersama Takumi Taniguchi setelah melihat perkembangan para pemain selama pemusatan latihan.
Dalam proses pencarian pemain tersebut, tim pelatih memfokuskan perhatian kepada pesepak bola kelahiran tahun 2010, 2011, dan 2012 yang dinilai memenuhi syarat usia untuk tampil pada Srikandi Merdeka Cup 2026.
Ajang Hydroplus Soccer League All-Stars sendiri menjadi salah satu program pembinaan pemain muda putri yang mulai menunjukkan hasil positif.
Kompetisi ini tidak hanya memberikan pengalaman bertanding, tetapi juga menjadi wadah pencarian pemain berbakat bagi klub-klub elite maupun tim nasional Indonesia.
Melalui kompetisi yang berjenjang, diharapkan semakin banyak pemain muda putri yang memperoleh kesempatan berkembang hingga mampu bersaing di level internasional.
Sementara itu, Srikandi Merdeka Cup 2026 akan mempertemukan delapan tim U-16 dari tujuh negara, yakni Indonesia, Arab Saudi, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Yordania.
Sebagai tuan rumah, Indonesia mendapat kesempatan menurunkan dua tim sehingga peluang pemain muda tampil di level internasional semakin terbuka.
Keikutsertaan dua tim nasional Indonesia dalam turnamen tersebut diharapkan menjadi momentum mempercepat regenerasi sepak bola putri nasional sekaligus mengukur hasil pembinaan usia muda yang selama ini dijalankan melalui berbagai kompetisi.
Dengan banyaknya talenta potensial yang muncul, Jacksen optimistis masa depan sepak bola putri Indonesia semakin cerah apabila seluruh pemain terus mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan dan kesempatan bertanding secara rutin. (09/AGF).










