KUDUS, SUDUTPANDANG.ID — Putri Tangsel City harus mengubur ambisi melaju ke babak semifinal kategori U18 Hydroplus Soccer League (HSL) All-Stars 2025/2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Arema FC Women pada pertandingan terakhir Grup B yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat.
Hasil imbang tersebut membuat Putri Tangsel City menutup fase grup di peringkat ketiga klasemen dengan koleksi empat poin dari tiga pertandingan. Sementara itu, Arema FC Women memastikan diri keluar sebagai juara Grup B setelah mengumpulkan tujuh poin dan berhak melaju ke semifinal.
Meski gagal lolos ke fase empat besar, Pelatih Putri Tangsel City Saronih tetap memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain yang dinilai telah menunjukkan semangat juang luar biasa sepanjang pertandingan.
Menurutnya, para pemain mampu memberikan performa terbaik meski tim datang ke turnamen dengan kondisi yang tidak ideal.
“Mereka menampilkan yang terbaik walaupun kondisi tim hanya 70 persen. Mental bertanding mereka seribu persen bagi saya,” ujar Saronih dalam konferensi pers usai pertandingan.
Ia mengungkapkan, Putri Tangsel City tidak dapat tampil dengan kekuatan penuh karena beberapa pemain utama tidak ikut ke Kudus.
Kondisi tersebut terjadi akibat adanya kekeliruan internal dalam memahami regulasi turnamen sehingga sejumlah pemain gagal didaftarkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, beberapa pemain yang dibawa ke turnamen juga tidak berada dalam kondisi fisik terbaik sehingga tim harus melakukan berbagai penyesuaian selama pertandingan berlangsung.
Meski menghadapi keterbatasan tersebut, Saronih menilai anak asuhnya tetap mampu memberikan perlawanan sengit kepada Arema FC Women yang tampil dengan kekuatan penuh.
Menurutnya, para pemain berhasil menjalankan instruksi pelatih dengan baik sehingga mampu mengimbangi permainan lawan hampir sepanjang pertandingan.
Ia bahkan menilai performa Putri Tangsel City meningkat setelah memasuki babak kedua.
Pada paruh kedua pertandingan, tim tampil lebih agresif dengan meningkatkan tekanan ke lini pertahanan Arema FC Women.
Perubahan strategi tersebut membuat pertandingan berlangsung lebih terbuka dan menghadirkan sejumlah peluang bagi kedua tim.
Usaha keras Putri Tangsel City akhirnya membuahkan hasil ketika berhasil mencetak gol penyeimbang setelah sempat tertinggal lebih dahulu.
Dalam pertandingan yang berlangsung selama 2×35 menit itu, Arema FC Women membuka keunggulan melalui gol Oktavia Safara Putri pada menit ke-66.
Namun, Putri Tangsel City tidak menyerah begitu saja.
Enam menit berselang, Savaira Rizqin sukses mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-72 sekaligus memastikan laga berakhir dengan skor imbang 1-1.
Gol tersebut menjadi bukti semangat juang para pemain yang terus berusaha hingga menit-menit akhir pertandingan.
Saronih mengaku bangga dengan respons yang ditunjukkan anak asuhnya setelah tertinggal.
Menurutnya, mental bertanding yang kuat menjadi modal penting bagi perkembangan tim di masa mendatang.
Ia berharap pengalaman berlaga di HSL All-Stars dapat menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pemain untuk meningkatkan kualitas permainan.
Sementara itu, bek Putri Tangsel City Debby Alvani Zanaya mengaku memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti turnamen sepak bola putri bergengsi tersebut.
Menurut Debby, setiap pertandingan memberikan pelajaran penting, baik dari sisi teknik bermain, kesiapan fisik, maupun kekuatan mental saat menghadapi tekanan dalam pertandingan.
“Saya ingin terus meningkatkan kualitas permainan, baik teknik, fisik maupun mental. Target saya ke depan tentu bisa menembus Timnas Indonesia, baik kelompok umur U-20 maupun tim senior,” ujar Debby.
Ia berharap pengalaman di HSL All-Stars menjadi pijakan untuk terus berkembang sebagai pesepak bola profesional.
Meski langkah Putri Tangsel City terhenti di fase grup, Debby optimistis timnya akan tampil lebih baik pada turnamen berikutnya.
Sementara itu, hasil imbang tersebut memastikan persaingan di Grup B berakhir dengan Arema FC Women sebagai juara grup dengan tujuh poin.
Posisi runner-up ditempati Akademi Persib Bandung yang mengoleksi enam poin dan turut mengamankan tiket ke semifinal.
Putri Tangsel City harus puas berada di posisi ketiga dengan empat poin, sedangkan Samba Persada Women menempati dasar klasemen tanpa meraih poin setelah menelan tiga kekalahan beruntun.
Pada babak semifinal kategori U18, Arema FC Women akan menghadapi Putri Garut, yang lolos sebagai runner-up Grup A.
Sementara pertandingan semifinal lainnya mempertemukan Akademi Persib Bandung melawan Putri JP Jakarta, yang keluar sebagai juara Grup A.
Seluruh pertandingan semifinal akan digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Sabtu (11/7/2026).
Meski gagal melanjutkan langkah ke semifinal, penampilan Putri Tangsel City tetap menunjukkan potensi besar dalam pembinaan sepak bola putri usia muda.
Semangat juang yang diperlihatkan para pemain di tengah keterbatasan skuad menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya sekaligus mewujudkan target menghasilkan pemain-pemain yang mampu bersaing di level nasional hingga memperkuat Timnas Indonesia pada masa depan. (09/AGF).










