Serikat Karyawan Bank Jakarta Gelar Mubes, Dorong Penguatan Tata Kelola dan Evaluasi Kebijakan SDM

Serikat Karyawan Bank Jakarta
Serikat Karyawan Bank Jakarta Gelar Mubes, Dorong Penguatan Tata Kelola dan Evaluasi Kebijakan SDM (Foto: Net)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Serikat Karyawan Bank Jakarta menggelar Musyawarah Besar (Mubes) di Puncak, Bogor, yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan dialog konstruktif. Forum tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang bertujuan memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kesejahteraan karyawan, serta mendukung keberlanjutan bisnis Bank Jakarta.

Dalam musyawarah tersebut, para anggota menyampaikan berbagai aspirasi terkait perlunya evaluasi terhadap sejumlah kebijakan sumber daya manusia (SDM).

Salah satu usulan yang mengemuka adalah pelaksanaan audit independen secara objektif sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan yang transparan, profesional, dan berkelanjutan.

Para peserta menilai kebijakan mengenai penempatan pegawai, perekrutan tenaga profesional dari luar perusahaan, hingga kepastian jenjang karier bagi karyawan internal perlu dikaji kembali agar tetap selaras dengan prinsip keadilan, tata kelola yang baik, serta mampu menjaga kepercayaan pemegang saham, regulator, dan masyarakat.

BACA JUGA  3 Wakil Indonesia Gugur di Penyisihan UTR Pro Tennis Tour Bali

Melalui forum tersebut, Serikat Karyawan Bank Jakarta juga mengajak Direksi, Dewan Komisaris, pemegang saham, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan perhatian terhadap berbagai masukan yang disampaikan sehingga proses evaluasi dapat berjalan secara terbuka, objektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain aspek tata kelola, peserta Musyawarah Besar turut memberikan sejumlah rekomendasi terkait kebijakan pengelolaan SDM.

Beberapa poin yang menjadi perhatian antara lain evaluasi penempatan pegawai pada unit Internal Project Assignment (IPA) dan Executive Business Officer (EBO), serta peninjauan sistem perekrutan tenaga profesional eksternal agar tetap sejalan dengan regulasi perbankan dan ketenagakerjaan.

Forum juga mengusulkan peninjauan kembali struktur remunerasi dan kesejahteraan karyawan, khususnya bagi pegawai yang telah membangun karier sejak awal di Bank Jakarta, agar tercipta rasa keadilan dan penghargaan terhadap kontribusi mereka.

BACA JUGA  Komisi X DPR RI Setujui Tambahan Anggaran Kemenpora 2026

Selain itu, peserta mendorong evaluasi terhadap kinerja perusahaan pada semester pertama tahun ini sebagai dasar penyusunan strategi bisnis yang lebih efektif untuk periode berikutnya.

Serikat juga menyampaikan usulan agar perekrutan tenaga profesional eksternal dihentikan sementara hingga terdapat evaluasi menyeluruh mengenai efektivitas kebijakan tersebut. Di saat yang sama, perlindungan dan kepastian bagi karyawan yang tengah menjalani proses pemeriksaan internal juga dinilai perlu menjadi perhatian.

Dalam agenda Musyawarah Besar tersebut, Reksa Ardiyansah kembali dipercaya memimpin Serikat Karyawan PT Bank Jakarta untuk masa bakti tiga tahun ke depan.

Reksa menegaskan seluruh rekomendasi yang dihasilkan merupakan aspirasi murni para anggota dan akan disampaikan kepada manajemen melalui pendekatan yang santun, terbuka, dan penuh rasa hormat.

BACA JUGA  Paula Verhouven Bantah Tuduhan Selingkuh dalam Perceraiannya

Ia berharap berbagai masukan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan sekaligus memperkuat profesionalisme, tata kelola perusahaan, serta daya saing Bank Jakarta di industri perbankan nasional.

Menurutnya, sinergi yang baik antara manajemen dan karyawan menjadi fondasi penting agar Bank Jakarta terus tumbuh sebagai lembaga keuangan yang sehat, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(PR/04)