IGP 2026 Siap Angkat Indonesia ke Panggung Jetski Dunia

Ketua Umum IJBA Syaiful Sutan Aswar menjelaskan Indonesia International Jetsport Grand Prix (IGP) 2026 akan digelar di Jetski Academy Indonesia, Ancol, Jakarta, pada 2-6 Desember 2026 dengan diikuti pembalap dari lebih 40 negara dan total hadiah lebih dari 200 ribu dolar AS. (Foto: AGF/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA) resmi menggelar Indonesia International Jetsport Grand Prix (IGP) 2026 sebagai ajang balap jetski internasional yang akan berlangsung di Jetski Academy Indonesia, Ancol, Jakarta, pada 2-6 Desember 2026.

Kejuaraan ini diproyeksikan menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat olahraga jetski dunia sekaligus mendorong pertumbuhan sport tourism nasional.

Ketua Umum IJBA, Syaiful Sutan Aswar, mengatakan IGP 2026 dirancang sebagai kompetisi berstandar internasional yang menghadirkan para pembalap jetski terbaik dari berbagai negara.

Turnamen tersebut akan memperebutkan total hadiah lebih dari 200 ribu dolar AS dan mempertandingkan delapan kelas perlombaan.

Menurut Syaiful, penyelenggaraan IGP 2026 bukan sekadar menghadirkan ajang balapan, tetapi juga memberikan pengalaman kompetisi yang sesuai dengan standar internasional bagi seluruh peserta.

“Turnamen ini benar-benar diciptakan untuk menghadirkan balapan berkualitas, bukan sekadar perlombaan biasa karena kami ingin para peserta merasakan persaingan dengan standar internasional yang sesungguhnya,” ujar Syaiful dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Ketua Umum IJBA Syaiful Sutan Aswar menjelaskan Indonesia International Jetsport Grand Prix (IGP) 2026 akan digelar di Jetski Academy Indonesia, Ancol, Jakarta, pada 2-6 Desember 2026 dengan diikuti pembalap dari lebih 40 negara dan total hadiah lebih dari 200 ribu dolar AS. (Foto: AGF/SP).

Ia menjelaskan, IGP 2026 juga menjadi langkah awal menuju penyelenggaraan Indonesia Jetsports World Series (IJWS) yang dijadwalkan bergulir secara resmi mulai 2027.

BACA JUGA  Menpar Mantapkan Sinergi dengan Kemenpora untuk Dorong Sport Tourism Indonesia

Kehadiran kejuaraan dunia tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah berbagai event jetski internasional secara berkelanjutan.

Dalam penyelenggaraan perdana IGP 2026, IJBA telah menyiapkan delapan kategori perlombaan yang disesuaikan dengan perkembangan olahraga jetski di Indonesia maupun dunia.

Beberapa kelas utama yang akan dipertandingkan meliputi endurance, runabout GP, runabout open, ski GP, serta ski amateur.

Selain itu, terdapat sejumlah kategori lain yang dirancang agar mampu mengakomodasi berbagai tingkat kemampuan peserta.

Syaiful menegaskan, kehadiran kategori amatir merupakan bagian dari strategi pembinaan atlet nasional.

Melalui kelas tersebut, pembalap Indonesia yang sedang berkembang memiliki kesempatan memperoleh pengalaman bertanding melawan atlet mancanegara sebelum naik ke level profesional.

“Kategori amatir menjadi ruang pembinaan agar atlet-atlet muda Indonesia memiliki kesempatan mengasah kemampuan dan bersaing dengan pembalap internasional,” katanya.

Untuk menjaga kualitas kompetisi, seluruh peserta akan menjalani babak kualifikasi sebelum memasuki putaran utama.

Sistem ini diterapkan karena jumlah peserta yang dapat tampil pada babak final dibatasi.

Sebagian besar kelas hanya akan diikuti maksimal 20 pembalap, sedangkan kategori GP dibatasi hanya 18 peserta.

BACA JUGA  Sejarah Baru, Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 Paling Banyak Peserta

Dengan sistem seleksi tersebut, setiap pembalap dituntut menunjukkan performa terbaik sejak babak awal sehingga kualitas persaingan tetap terjaga.

Animo peserta internasional terhadap IGP 2026 terus menunjukkan peningkatan.

Hingga saat ini, IJBA mencatat sudah ada ratusan calon peserta dari lebih dari 40 negara yang menyatakan minat mengikuti kejuaraan tersebut.

Negara-negara yang telah menunjukkan ketertarikan berasal dari kawasan Australia, Selandia Baru, sejumlah negara Asia, hingga Eropa.

Kehadiran para atlet dari berbagai belahan dunia diyakini akan meningkatkan daya saing sekaligus reputasi Indonesia sebagai penyelenggara kejuaraan jetski bertaraf internasional.

Selain mengejar prestasi olahraga, IJBA juga menargetkan penyelenggaraan IGP 2026 mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Event internasional ini diperkirakan akan mendatangkan ribuan atlet, ofisial, keluarga peserta, serta wisatawan yang berkunjung ke Jakarta selama penyelenggaraan berlangsung.

Kondisi tersebut diproyeksikan memberikan manfaat bagi berbagai sektor, mulai dari industri perhotelan, restoran, transportasi, pariwisata, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

Syaiful, yang akrab disapa Fully, berharap penyelenggaraan IGP 2026 menjadi contoh bagaimana olahraga mampu menjadi penggerak ekonomi daerah melalui konsep sport tourism.

BACA JUGA  Wapres Gibran Dukung Hockey Indonesia Tembus Olimpiade

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi olahraga air kelas dunia karena didukung lokasi strategis, fasilitas yang memadai, serta sumber daya manusia yang terus berkembang.

Melalui penyelenggaraan IGP 2026, IJBA ingin memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi unggulan olahraga jetski di kawasan Asia sekaligus memperkuat ekosistem olahraga jetski nasional, baik dari sisi pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi, maupun pengembangan industri olahraga.

Ia optimistis kejuaraan ini akan menjadi agenda internasional yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi olahraga nasional maupun perekonomian Indonesia.

“Jadi ajang ini bisa mendatangkan banyak manfaat yang tidak hanya dari sisi prestasi olahraga, namun berdampak ke banyak sektor,” tutup Syaiful. (AGF/09).