JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menargetkan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Pantai I/2026 di Ancol, Jakarta, tidak hanya menjadi kompetisi olahraga baru, tetapi juga momentum memperkuat prestasi atlet Indonesia di cabang olahraga pantai dan air.
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengatakan PON Pantai pertama tersebut memiliki misi strategis untuk mengangkat harkat dan martabat Indonesia sebagai negara kepulauan dan maritim terbesar di dunia. Prestasi atlet diharapkan semakin kompetitif ketika tampil pada kejuaraan internasional.
Menurut Marciano, pengembangan olahraga prestasi tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-4 Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui prestasi olahraga.
“Pada saat Presiden RI Bapak Prabowo Subianto dilantik pada 20 Oktober tahun 2024, beliau mencanangkan Asta Cita, nomor 4 itu adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk prestasi olahraga. Maknanya bahwa prestasi atlet-atlet kita harus lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya,” kata Marciano.
Ia menilai peningkatan prestasi atlet harus dibarengi dengan pola pembinaan yang lebih baik. Karena itu, KONI Pusat berupaya memperbanyak kompetisi nasional sebagai ruang bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur perkembangan prestasinya.
Selain PON yang selama ini menjadi kompetisi utama, KONI Pusat mengembangkan sejumlah format PON baru. PON Bela Diri I/2025 telah diselenggarakan di Kudus. Berikutnya, PON Pantai I/2026 akan digelar di Ancol, kemudian direncanakan PON Indoor dan PON Remaja pada tahun berikutnya.
Marciano mengatakan penyelenggaraan empat PON tersebut secara berkala diharapkan menjadi penggerak pembinaan atlet nasional. Kompetisi yang lebih banyak akan memberikan kesempatan kepada atlet untuk mempersiapkan diri secara konsisten sekaligus menjadi mekanisme untuk menjaring dan menyaring atlet terbaik.
PON Pantai I/2026 memiliki perhatian khusus karena Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah perairan luas. Marciano menilai olahraga air dan olahraga pantai perlu mendapatkan prioritas dalam pembinaan prestasi nasional.
“Salah satunya dikaitkan dengan keadaan negara kita, kita adalah negara Samudera, dimana setiap provinsi itu ada lautnya. Oleh karena itu, saya memandang bahwa olahraga air ini juga harus menjadi salah satu prioritas dari KONI Pusat,” ujarnya.
Menurut Marciano, peningkatan prestasi olahraga pantai dan air juga diperlukan untuk memperkuat daya saing Indonesia pada kompetisi internasional. Atlet Indonesia diharapkan mampu bersaing pada berbagai ajang, mulai dari SEA Games, Asian Games, World Beach Games hingga Olimpiade.
“Kita tingkatkan segala macam cabang-cabang olahraga pantai, sehingga nanti pada saat kita ikut serta di dalam kejuaraan internasional seperti World Beach Games, SEA Games, Asian Games, Olimpiade dan sebagainya. Kita sudah lebih siap,” jelasnya.
PON Pantai I/2026 direncanakan mempertandingkan 10 cabang olahraga. Cabang tersebut meliputi akuatik yang terdiri atas Open Water Swimming dan Polo Air, selam, basket 3×3, bola tangan pantai, voli, modern pentathlon, triathlon, teqball, rugby, dan layar.
KONI Pusat juga menegaskan penyelenggaraan PON Pantai akan mengoptimalkan fasilitas yang telah tersedia di Ancol. Tidak ada pembangunan venue baru yang secara khusus dilakukan untuk ajang tersebut.
“Kita tidak membangun venue baru, kita gunakan Ancol yang sudah sangat siap. Kita lakukan sesuai dengan standar yang telah ditentukan, tetapi prestasi itu juga tentunya menjadi sasaran utama bagi kita,” kata Marciano.
Pemilihan Ancol sebagai lokasi PON Pantai juga membuka peluang pengembangan sport tourism. Sebagai salah satu destinasi wisata ikonik di Jakarta, Ancol dinilai memiliki potensi untuk menggabungkan kegiatan olahraga dengan aktivitas pariwisata.
Marciano berharap penyelenggaraan PON Pantai dapat meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat ke Ancol. Pengunjung tidak hanya datang untuk berekreasi, tetapi juga dapat menyaksikan pertandingan olahraga yang berlangsung.
Dampak ekonomi juga diharapkan dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Ancol dan sekitarnya. Tingginya jumlah penonton dan peserta berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi selama penyelenggaraan kompetisi.
“Saya berharap bahwa pengunjung Ancol akan datang berlimpah. Mereka, di samping rekreasi, mereka juga menyaksikan pertandingan-pertandingan olahraga PON Pantai. Juga UMKM yang ada di Ancol dan sekitarnya, semua memanfaatkan momentum dengan banyaknya penonton yang datang,” tutur Marciano.
Dalam pembinaan atlet, KONI Pusat juga mendorong setiap cabang olahraga memberikan perhatian terhadap atlet usia dini. Kelompok tersebut dipandang sebagai bagian penting dari regenerasi atlet nasional untuk menghadapi kompetisi pada masa mendatang.
Namun, Marciano menegaskan bahwa kesempatan berprestasi tetap harus diberikan secara terbuka kepada seluruh atlet. Pemilihan atlet berprestasi harus berdasarkan performa terbaik yang dapat diukur.
Ia berharap para juara dari kompetisi nasional nantinya dapat menjadi tulang punggung Indonesia di level internasional.
“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya selalu berharap bahwa yang menjadi juara-juara Olimpiade, juara-juara Asian Games, juara-juara SEA Games itu adalah juara-juara PON,” tegas Marciano.
Menurutnya, atlet merupakan aset bangsa yang membawa nama Indonesia di berbagai kejuaraan internasional. Karena itu, pembinaan harus diarahkan untuk menghasilkan atlet terbaik yang mampu mengibarkan Merah Putih di pentas dunia.
“Atlet itu merupakan aset bangsa, mereka Patriot Olahraga yang berjuang mewakili nama besar Bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Melalui PON Pantai I/2026, KONI Pusat berharap olahraga pantai dan air semakin berkembang, pembinaan atlet semakin kompetitif, serta Indonesia memiliki fondasi lebih kuat untuk menghadapi berbagai kejuaraan internasional.
PON Pantai di Ancol juga diharapkan menjadi titik awal pengembangan olahraga sekaligus pariwisata berbasis olahraga, dengan manfaat yang dapat dirasakan atlet, masyarakat, UMKM, dan sektor pariwisata. (09/AGF).











