JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menjadikan Srikandi Merdeka Cup 2026 sebagai bagian penting dalam proses pembentukan Tim Nasional Putri Indonesia U-17.
Turnamen sepak bola putri kelompok usia U-16 yang akan berlangsung pada 14-23 Agustus 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, menjadi ajang seleksi sekaligus uji kemampuan pemain sebelum menghadapi Kualifikasi Piala AFC U-17 2027.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, mengatakan turnamen internasional tersebut merupakan target antara dalam program pembinaan jangka panjang sepak bola putri Indonesia.
“Ini adalah target antara. Target utamanya nanti prakualifikasi Piala AFC di bulan Oktober,” ujar Vivin dalam konferensi pers Srikandi Merdeka Cup 2026 di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Menurut Vivin, seluruh pemain yang tampil di turnamen ini akan dipantau secara menyeluruh untuk menentukan komposisi terbaik Timnas Putri Indonesia U-17 yang dipersiapkan menghadapi persaingan di level Asia.
Srikandi Merdeka Cup 2026 merupakan turnamen internasional yang diprakarsai Bakti Olahraga Djarum Foundation bekerja sama dengan PSSI. Pada edisi perdananya, kompetisi ini menghadirkan delapan tim dari tujuh negara.
Sebagai tuan rumah, Indonesia mendapat kesempatan menurunkan dua tim, yakni Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara.
Kedua tim tersebut akan bersaing dengan enam negara peserta lainnya, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, Yordania, dan Arab Saudi.
Keputusan menurunkan dua tim bukan tanpa alasan. PSSI ingin memperluas kesempatan bagi pemain muda Indonesia untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional sekaligus memperbesar basis seleksi menuju tim nasional.
Vivin menjelaskan seluruh pemain dari kedua tim akan dievaluasi setelah turnamen berakhir sebelum dipilih menjadi skuad utama Timnas Putri U-17.
“Seluruh pemain akan kembali diseleksi untuk membentuk tim terbaik yang nantinya tampil pada prakualifikasi Piala AFC,” ujarnya.
Selain mengevaluasi kemampuan individu para pemain, PSSI juga akan melakukan penilaian terhadap performa tim kepelatihan.
Pada Srikandi Merdeka Cup 2026, Garuda Pertiwi ditangani pelatih Timo Scheunemann, sedangkan Putri Nusantara berada di bawah arahan Takumi Taniguchi.
Menurut Vivin, evaluasi terhadap strategi, perkembangan pemain, hingga efektivitas program latihan akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah pembinaan berikutnya.
Dengan demikian, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mengukur kesiapan pemain maupun pelatih menghadapi tantangan yang lebih besar di tingkat Asia.
PSSI juga menyeleksi negara-negara peserta secara khusus agar kualitas pertandingan berlangsung kompetitif.
Vivin mengatakan negara yang diundang merupakan federasi yang selama ini memiliki hubungan baik dengan PSSI melalui agenda FIFA Matchday maupun pertandingan persahabatan.
Selain memiliki komunikasi yang baik, negara-negara tersebut juga dikenal aktif membangun pembinaan sepak bola putri usia muda sehingga dinilai mampu memberikan tantangan seimbang bagi para pemain Indonesia.
“Kami ingin pemain mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dengan kualitas yang kompetitif sehingga perkembangan mereka bisa semakin cepat,” katanya.
Melalui pertandingan melawan tim-tim Asia tersebut, PSSI berharap para pemain mampu meningkatkan kemampuan teknis, taktik, mental, dan kepercayaan diri sebelum tampil di ajang resmi AFC.
Vivin menilai perkembangan sepak bola putri Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang menggembirakan.
Menurutnya, kualitas pemain usia muda mengalami peningkatan signifikan berkat semakin banyaknya kompetisi usia dini serta program pembinaan yang dilakukan berbagai pihak.
Kondisi tersebut menjadi alasan PSSI memperluas proses seleksi dengan memberikan kesempatan lebih banyak kepada pemain melalui keikutsertaan dua tim Indonesia pada Srikandi Merdeka Cup 2026.
“Pemain putri kelompok usia kita berkembang sangat signifikan. Jadi kita coba seleksinya kita lebarkan,” ujarnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan lebih banyak pemain potensial yang siap bersaing di level internasional.
PSSI memandang Srikandi Merdeka Cup bukan sekadar turnamen internasional, melainkan bagian dari fondasi pembinaan jangka panjang sepak bola putri nasional.
Kompetisi ini menjadi wadah bagi para pemain muda untuk mengasah kemampuan, menambah jam terbang internasional, serta menunjukkan kualitas di hadapan tim pelatih nasional.
Selain mengejar prestasi di turnamen, para pemain juga memiliki peluang besar memperkuat Timnas Putri Indonesia U-17 pada Kualifikasi Piala AFC 2027.
Vivin berharap penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup dapat melahirkan generasi baru pesepak bola putri Indonesia yang mampu bersaing di tingkat Asia hingga dunia.
Dengan dukungan kompetisi yang berkelanjutan, sistem pembinaan yang terarah, serta pengalaman menghadapi lawan-lawan internasional, PSSI optimistis kualitas sepak bola putri Indonesia akan terus meningkat dan melahirkan lebih banyak talenta yang siap mengharumkan nama bangsa di pentas internasional. (09/AGF).










