BOJONEGORO, SUDUTPANDANG.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro terus mempercepat pembangunan sarana ibadah di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.
Memasuki hari ke-20 pelaksanaan TMMD, pembangunan mushola di kawasan Rest Area Terpadu perbatasan Bojonegoro-Lamongan menunjukkan progres signifikan berkat kolaborasi antara personel TNI dan masyarakat setempat.
Pembangunan mushola tersebut menjadi salah satu sasaran fisik prioritas dalam TMMD ke-129 yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa.”
Kehadiran fasilitas ibadah ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan spiritual masyarakat Desa Kesongo, tetapi juga menjadi tempat singgah bagi para pengguna jalan yang melintasi jalur perbatasan Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan.
Sejak pagi, Senin (3/8/2026), personel Satgas TMMD bersama warga terlihat bergotong royong menyelesaikan berbagai tahapan pekerjaan.
Sebagian prajurit bertugas mengayak pasir dan menyiapkan campuran semen, sementara lainnya memasang plester dinding, merapikan konstruksi bangunan, hingga membersihkan area proyek agar tetap aman dan nyaman selama proses pembangunan berlangsung.
Semangat kebersamaan menjadi pemandangan yang selalu terlihat di lokasi pembangunan. Prajurit TNI bekerja berdampingan dengan tukang bangunan dan warga tanpa membedakan tugas maupun peran.
Kolaborasi tersebut mempercepat proses pembangunan sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat. Nilai gotong royong yang menjadi ciri khas TMMD kembali terlihat melalui kerja sama seluruh pihak demi menyelesaikan fasilitas umum yang akan dimanfaatkan bersama.
Komandan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, mengatakan pembangunan mushola merupakan salah satu program strategis yang memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan mushola tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat difungsikan sebagai pusat kegiatan keagamaan, pembinaan masyarakat, serta mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Mushola ini kami harapkan menjadi tempat ibadah yang nyaman sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan sarana silaturahmi masyarakat, khususnya bagi warga Desa Kesongo serta para pengguna jalan yang melintas di perbatasan Bojonegoro-Lamongan. Semangat gotong royong yang terbangun selama TMMD ini adalah nilai luhur yang harus terus kita pertahankan,” ujar Dedy.
Lokasi pembangunan mushola berada di kawasan Rest Area Terpadu yang menjadi jalur penghubung antara Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan.
Keberadaan fasilitas ibadah tersebut dinilai strategis karena dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar maupun para musafir yang melintas di kawasan perbatasan.
Selain menjadi tempat menunaikan ibadah, mushola juga diharapkan menjadi ruang berkumpul masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, seperti pengajian, pembinaan generasi muda, hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan dalam aspek fisik, tetapi juga memperkuat kehidupan sosial dan spiritual masyarakat desa.
Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan apresiasi atas dedikasi personel Satgas TMMD yang bekerja bersama masyarakat membangun fasilitas ibadah tersebut.
Menurutnya, kehadiran TMMD memberikan manfaat nyata bagi Desa Kesongo, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun penguatan semangat kebersamaan warga.
Ia menilai pembangunan mushola menjadi salah satu kebutuhan masyarakat yang akan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro. Kepedulian TNI benar-benar menyentuh hati warga. Kami siap bergotong royong mendukung apa pun kebutuhannya sampai bangunan ini tuntas dan bisa dimanfaatkan bersama,” kata Kusnadi.
Ia berharap sinergi yang terjalin selama pelaksanaan TMMD dapat terus dipertahankan dalam berbagai program pembangunan desa di masa mendatang.
Program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, drainase, dan fasilitas umum lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, TNI juga mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan serta memperkuat nilai gotong royong sebagai modal sosial di pedesaan.
Pembangunan mushola di Rest Area Terpadu menjadi contoh bahwa TMMD tidak hanya menghadirkan bangunan baru, tetapi juga menciptakan ruang yang dapat mempererat hubungan sosial dan memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat.
Selain meningkatkan kenyamanan bagi warga dan pengguna jalan, keberadaan mushola juga diharapkan mendukung aktivitas ekonomi di kawasan rest area yang terus berkembang sebagai salah satu titik persinggahan di jalur perbatasan Bojonegoro-Lamongan.
Pelaksanaan TMMD ke-129 kembali menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat berjalan lebih efektif melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat.
Semangat gotong royong yang tercermin selama proses pembangunan menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
Dengan selesainya pembangunan mushola nantinya, masyarakat Desa Kesongo akan memiliki fasilitas ibadah yang representatif sekaligus ruang berkumpul untuk berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.
Kehadiran bangunan tersebut diharapkan menjadi salah satu warisan positif TMMD ke-129 yang tidak hanya memperkuat infrastruktur desa, tetapi juga memperkokoh nilai kebersamaan, kepedulian, dan persatuan masyarakat. (ACZ/09)










