JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Timnas Putri U-18 Indonesia resmi mengumumkan daftar 47 pemain yang akan memperkuat Merah Putih pada ajang Srikandi Merdeka Cup 2026.
Para pemain muda terbaik tersebut dipersiapkan untuk bersaing di turnamen internasional yang akan berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 14–23 Agustus 2026.
Pengumuman skuad disampaikan melalui akun Instagram resmi Timnas Indonesia pada Selasa. Dalam turnamen ini, seluruh pemain akan dibagi ke dalam dua tim, yakni Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara, sebagai bagian dari strategi pengembangan talenta sepak bola putri usia muda Indonesia.
Keikutsertaan dua tim Indonesia sekaligus diharapkan memberikan kesempatan bermain yang lebih luas bagi para pemain muda sekaligus menjadi ajang evaluasi bagi tim pelatih dalam membentuk fondasi Timnas Putri Indonesia di masa mendatang.
Pada skuad Garuda Pertiwi, sektor penjaga gawang dipercayakan kepada Alleana Ayu Arumy, Alliya Khairun, dan Elbian Defika.
Di lini pertahanan terdapat nama Raisya Novita, Jazlyn Kayla, Yasmin Aprilianti, Aulya Putri, Shifana Rizka, Alika Nailah, dan Febri Arum yang siap menjaga soliditas pertahanan tim.
Sementara itu, lini tengah Garuda Pertiwi diperkuat Nayla Aulianti, Anya Gabriella Chandra, Rengganis Wijanarto, Della Citra Ayu Anggareni, Nafeeza Ayasha Nori, Kesya Arabela Manisya Nian, Fredrika Yikwa, serta Lareina Ramira Savvy.
Untuk sektor penyerangan, Garuda Pertiwi mengandalkan Diva Aulia Putri, Safa Amelia, Griselda Vivian, Jezlyn Kayla, Ayla Dva Khala, dan Fadilia sebagai ujung tombak dalam memburu gol.
Di kubu Putri Nusantara, posisi penjaga gawang diisi Nuara Airish Qaisara Rifaldhi, Naura Khalfani Hayfa, dan Kyla Bethari Oliver.
Lini belakang Putri Nusantara dihuni Khansa Nisa, Kazuma Zalfa, Yafiqa Rahma, Racheyla Delpiula, Ade Yasfa, Aurellia Anindya, Amanda Fitriani, Agisti Qori, dan Asyifa Sholawa.
Sementara sektor gelandang diperkuat Indira Fatima, Clarisya Putri Kurniawan, Putri Neza Larasati, Lintang Anugrah Radisty, Bilqis Fatimah Az-Zahra, serta Ghaida Mazaya.
Di lini depan, Putri Nusantara mengandalkan Oktavia Safara Putri, Keyra Az-Zahra, Latisha Safa Berliana, Herdy Pahabol, dan Dian Aprilia Pary.
Srikandi Merdeka Cup 2026 akan menghadirkan persaingan delapan tim dari berbagai negara Asia dan Timur Tengah. Indonesia menjadi satu-satunya negara yang menurunkan dua tim sekaligus sebagai tuan rumah.
Berdasarkan hasil pembagian grup, Garuda Pertiwi berada di Grup A bersama Hong Kong, Malaysia, dan Arab Saudi.
Sementara Putri Nusantara tergabung di Grup B bersama Thailand, Singapura, dan Yordania.
Format tersebut memberikan kesempatan kepada para pemain muda Indonesia untuk menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pengalaman bertanding di level internasional.
Keikutsertaan Indonesia dengan dua tim sekaligus menunjukkan komitmen dalam mempercepat pembinaan sepak bola putri nasional.
Turnamen ini menjadi wadah penting bagi para pemain U-18 untuk menunjukkan kualitas mereka sekaligus bersaing memperebutkan tempat dalam jenjang Timnas Putri Indonesia yang lebih tinggi.
Selain mengejar prestasi di Srikandi Merdeka Cup 2026, turnamen ini juga menjadi bagian dari proses regenerasi pemain menuju kompetisi internasional di masa depan.
Pengalaman menghadapi negara-negara peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas teknik, taktik, mental bertanding, serta chemistry antarpemain.
Dengan materi pemain yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tim pelatih memiliki kesempatan untuk memantau perkembangan setiap individu secara langsung selama kompetisi berlangsung.
Srikandi Merdeka Cup 2026 juga menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola putri nasional.
Dukungan publik sebagai tuan rumah diharapkan mampu memberikan motivasi tambahan bagi Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara untuk tampil maksimal serta mengharumkan nama Indonesia di hadapan peserta internasional.
Turnamen yang berlangsung di Kudus tersebut diproyeksikan menjadi salah satu agenda penting dalam kalender pembinaan sepak bola putri Indonesia sekaligus menjadi tolok ukur kesiapan generasi muda menuju level kompetisi yang lebih tinggi di kawasan Asia. (09/AGF).










