KUDUS – JATENG | SUDUTPANDANG.ID – Program Director Srikandi Merdeka Cup 2026, Teddy Tjahjono, berharap dukungan masyarakat terhadap sepak bola putri Indonesia terus meningkat.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk mendorong perkembangan sepak bola putri nasional sekaligus mengembalikan Timnas Putri Indonesia ke era kejayaan.
Harapan itu disampaikan Teddy setelah melihat tingginya antusiasme masyarakat dalam pembukaan Srikandi Merdeka Cup 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (14/8/2026).
Turnamen internasional tersebut dibuka dengan rangkaian acara yang berlangsung meriah. Masyarakat Kudus memadati Supersoccer Arena untuk menyaksikan pertandingan Timnas Putri U16 Indonesia atau Garuda Pertiwi menghadapi Timnas Putri U16 Arab Saudi.
Menurut Teddy, antusiasme penonton menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia. Ia berharap tren tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan Srikandi Merdeka Cup, tetapi terus berlanjut dalam berbagai pertandingan dan kompetisi sepak bola putri.
“Jadi ini merupakan dukungan positif dari masyarakat kepada sepak bola putri. Mudah-mudahan tren ini akan semakin berkembang sehingga sepak bola putri Indonesia akan semakin maju,” ujar Teddy kepada awak media di Kudus, Jumat.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah penonton yang memenuhi kapasitas Supersoccer Arena. Selain menyaksikan pertandingan secara langsung, masyarakat juga dapat mengikuti jalannya pertandingan melalui siaran online.
Teddy menilai respons positif tersebut menunjukkan bahwa sepak bola putri memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Karena itu, dukungan dari masyarakat, federasi, pemerintah, pihak swasta dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar pembinaan sepak bola putri dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pembukaan Srikandi Merdeka Cup 2026 sendiri berlangsung megah dan meriah. Rangkaian acara tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan turnamen sekaligus membangun atmosfer positif sebelum pertandingan dimulai.
Teddy mengatakan kesuksesan pembukaan turnamen tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang terus memberikan dukungan terhadap pembinaan sepak bola putri, termasuk pengembangan pemain sejak usia dini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PSSI yang terus mendukung kami untuk melakukan pembinaan dan mengembangkan sepak bola putri dari usia dini. Antusiasme penonton sangat tinggi, baik yang telah memenuhi kapasitas Supersoccer Arena maupun yang melihat pertandingan secara online,” jelas Teddy.
Menurutnya, pembinaan pemain putri sejak usia dini menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun kekuatan Timnas Putri Indonesia di masa depan. Kompetisi kelompok usia juga memberikan ruang bagi pemain muda untuk memperoleh pengalaman bertanding sekaligus meningkatkan kualitas permainan.
Srikandi Merdeka Cup 2026 tidak hanya mengedepankan aspek hiburan, tetapi juga berupaya menghadirkan standar pertandingan internasional. Salah satu fasilitas yang digunakan dalam turnamen tersebut adalah Video Assistant Referee (VAR).
Penggunaan VAR dinilai menjadi bagian dari upaya panitia meningkatkan kualitas penyelenggaraan turnamen. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu perangkat pertandingan mengambil keputusan dalam situasi tertentu selama pertandingan.
“Jadi kita ingin maksimalkan dari sisi penyelenggaraan supaya memang memberikan pertunjukan yang berkualitas dan permainan yang bagus bagi tim peserta, timnas kita, dan juga bagi masyarakat sepak bola Indonesia,” pungkas Teddy.
Penggunaan VAR juga menjadi salah satu pembeda dalam penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup 2026. Panitia berupaya memastikan turnamen berjalan dengan standar yang baik, baik dari sisi pertandingan maupun penyelenggaraan.
Srikandi Merdeka Cup 2026 diselenggarakan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bekerja sama dengan PSSI. Turnamen tersebut berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, mulai Jumat (14/8/2026) hingga Minggu (23/8/2026).
Turnamen ini diharapkan menjadi salah satu momentum penting dalam meningkatkan perhatian publik terhadap sepak bola putri Indonesia.
Selain menjadi wadah kompetisi, Srikandi Merdeka Cup juga membuka peluang bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dari negara lain.
Antusiasme masyarakat pada laga pembuka menjadi modal positif bagi keberlanjutan turnamen. Dukungan penonton yang hadir langsung maupun menyaksikan secara daring menunjukkan bahwa sepak bola putri memiliki basis penikmat yang dapat terus berkembang.
Dengan dukungan yang semakin besar dan pembinaan yang konsisten, Teddy berharap sepak bola putri Indonesia mampu kembali mencapai masa kejayaan.
Kehadiran kompetisi internasional seperti Srikandi Merdeka Cup diharapkan menjadi bagian dari proses panjang untuk membangun prestasi Timnas Putri Indonesia. (09/AGF).










