JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pasangan Parathakorn Suyasri dari Thailand dan Luke Evan Moore dari Indonesia berhasil mempertahankan posisi teratas sekaligus merebut gelar juara beregu pada The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026.
Gelar tersebut dipastikan setelah keduanya menyelesaikan putaran final di Gunung Geulis Country Club, West Course, Jumat (21/8).
Suyasri dan Luke mengoleksi skor total 180 dan unggul satu pukulan atas duet Gabriele De Barba (Italia) dan Andree Harahap (amatir).
Hasil tersebut membuat Suyasri dan Luke mencatatkan kemenangan beregu dalam penyelenggaraan Asian Development Tour (ADT) untuk keempat kalinya di Gunung Geulis.
Suyasri mengaku puas dengan performa timnya selama tiga hari kompetisi. Ia juga memberikan apresiasi kepada Luke yang dinilai mampu membaca karakter lapangan dengan baik.
“Saya sangat senang. Luke adalah seorang pemain yang sangat menakjubkan. Dia sangat memahami kondisi lapangan Gunung Geulis ini. Kami menjadi tim yang sangat baik. Kami memiliki tiga hari yang sangat menyenangkan,” ujar Suyasri.
Keberhasilan penyelenggaraan The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026 juga mendapat apresiasi dari pihak sponsor.
Combiphar dan Nomura menilai ajang tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan olahraga golf di Indonesia.
President Director Combiphar Michael Wanandi mengatakan, penyelenggaraan turnamen ADT di Gunung Geulis telah berlangsung sejak 2016.
Format kompetisi kemudian dikembangkan menjadi pro-am pada 2023 dengan menggabungkan persaingan individual dan beregu.
“Setelah menyelenggarakan turnamen ADT sejak 2016 di Gunung Geulis, kami mengubah format menjadi pro-am melalui The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura pada 2023. Jadi, selain menampilkan nomor individual, turnamen ini pun mengedepankan kategori beregu (pro-am), yang ternyata disukai para amatir kita,” kata Michael.
Menurut dia, format tersebut memberikan suasana kompetisi yang berbeda bagi para peserta.
Combiphar bersama Gunung Geulis Country Club ingin terus menghadirkan turnamen yang mampu meningkatkan minat terhadap golf sekaligus melahirkan talenta berprestasi.
President Director Gunung Geulis Country Club Agung Budiman juga menilai The Indonesia Pro-Am memberikan ruang bagi pegolf Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dengan menghadapi pemain dari berbagai negara.
Ia menyebut tiga pegolf Indonesia, yakni Kevin C. Akbar, Peter Gunawan, dan Amadeus Susanto, mampu bertahan hingga putaran akhir dan bersaing dengan para pemain luar negeri.
“The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura memberikan platform bagi para pegolf nasional kita untuk grow the game. Kami berharap tahun depan akan banyak pegolf kita yang juga bisa bersaing dengan pegolf-pegolf ADT,” ujar Agung.
Sementara itu, Managing Director Nomura Singapore Limited Hirosumi Sekita menyebut perkembangan kompetisi dalam empat tahun terakhir menjadi indikator positif bagi pertumbuhan golf Indonesia.
“Penyelenggaraan The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura dalam empat tahun terakhir menunjukkan kemajuan positif dari para peserta maupun hasil yang diukir para pemain,” kata Sekita.
Xu Andi Juara Individual

Pada kategori individual, pegolf China Xu Andi berhasil keluar sebagai juara setelah menuntaskan putaran final dengan skor total 195 atau 18 di bawah par.
Xu menjadi pegolf keempat yang mengangkat trofi juara dalam turnamen ADT Pro-Am yang pertama dan terbesar di Indonesia tersebut sejak mulai digelar pada 2023.
Pegolf berusia 24 tahun itu mempertahankan posisi puncak setelah sebelumnya memimpin klasemen pada putaran kedua. Ia mengungguli Darcy Brereton dengan selisih satu pukulan.
Perjalanan Xu menuju gelar juara tidak mudah. Setelah mencatat bogey di hole 14, ia mampu bangkit melalui birdie pada hole 15. Momentum tersebut kemudian berlanjut dengan tiga birdie pada tiga hole terakhir.
“Saya tidak melihat papan skor sampai hole ke-15, saat ada papan leaderboard di samping green. Saat itu skor saya 14 di bawah par dan saya rasa saya tertinggal satu pukulan dari Darcy,” ujar Xu.
Ia kemudian berhasil menjaga ketenangan hingga pertandingan berakhir. Xu mengaku kemenangan tersebut sangat berarti karena menjadi gelar profesional pertamanya setelah menyelesaikan masa kuliah pada 2024.
“Rasanya luar biasa. Sejujurnya, sudah lama sekali saya tidak merasakan hal seperti ini. Kemenangan turnamen terakhir saya terjadi saat kuliah, dan bisa menang di panggung profesional seperti ini sangat berarti bagi saya,” katanya.
Bagi Xu, kemenangan di Indonesia menjadi modal penting dalam musim pertamanya berkompetisi di Asian Tour dan ADT. Ia berharap hasil tersebut dapat membantunya terus berkembang dan memperkuat posisi di pentas golf Asia.
Dari wakil Indonesia, Kevin C. Akbar tampil sebagai pegolf terbaik dengan finis di posisi T6. Kevin mengumpulkan skor total 11 di bawah par setelah menyelesaikan tiga hari pertandingan.
Hasil tersebut menjadi prestasi terbaik kedua Kevin di The Indonesia Pro-Am setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2023. (09/AGF).










