Saat Dievakuasi, BNPB: 2 Korban Longsor di Pekalongan Dalam Kondisi Meninggal

Longsor pekalongan
Proses evakuasi korban bencana tanah longsor di Desa Tlagasana, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (6/10/2026). FOTO: HO-BPBD Pekalongan

SURAKARTA-JATENG, SUDUTPANDANG.ID – Dua orang korban longsor di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, saat dievakuasi oleh tim petugas gabungan dalam kondisi meninggal dunia, demikian dinyatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Para korban baru bisa dievakuasi beberapa saat setelah mereka tertimbun oleh tanah galian pondasi bangunan yang mengalami longsor Selasa (6/10) 2026 pukul 10.30 WIB,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan melalui taklimat media yang dikutip di Surakarta, Rabu (7/10).

Ia menjelaskan bahwa bencana longsor terjadi saat dua orang sedang melakukan aktivitas penggalian pondasi.

“Secara tiba-tiba, tanah dari sisi galian bergerak dan menimbun keduanya,” katanya dan menambahkan bahwa BNPB belum menerima laporan secara rinci terkait kronologi dan siapa kedua korban yang dievakuasi tersebut.

BACA JUGA  Kepala BNPB Tegaskan Kesiapan Hadapi Potensi Bencana di Bali Jelang G20

Namun saat ini jenazah diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk dilangsungkan proses pemakaman.

Ia menyatakan bahwa selain evakuasi, tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini, seperti menyisir lingkungan sekitar tempat kejadian di Desa Tlagasana, Kecamatan Watukumpul itu untuk mengetahui apakah longsor menciptakan zona kerawanan baru.

Petugas bersama warga bergotong-royong menahan tanah yang retak menggunakan balok-balok kayu agar tidak roboh dan menyebabkan kerusakan yang lebih luas.

BNPB berharap peristiwa ini menjadi pelajaran agar masyarakat menghindari aktivitas penggalian di area dengan kemiringan tinggi saat kondisi tanah labil.

“Dan serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda bahaya di lingkungan sekitar,” demikian Berton SP Panjaitan. (red/ant/BNPB/02)

BACA JUGA  Pecahkan Rekor MURI Dalam Rangka HUT TNI Ke 81, Kodim Probolinggo Fasilitasi Open Tournament Orado 101 Piala Panglima TNI