BOGOR, SUDUTPANDANG.ID – Turnamen The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026 di Gunung Geulis Country Club, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi wadah bagi pegolf nasional untuk meningkatkan daya saing dan mengukur kemampuan menghadapi pemain dari berbagai negara di level Asia.
Turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian Asian Development Tour (ADT) tersebut berlangsung dengan format profesional-amatir atau pro-am. Kompetisi ini mempertemukan pegolf profesional dengan pemain amatir dalam kategori individual dan beregu.
President Director Gunung Geulis Country Club Agung Budiman mengatakan penyelenggaraan The Indonesia Pro-Am memberikan kesempatan berharga bagi pegolf Indonesia untuk mendapatkan pengalaman bertanding menghadapi pemain dari luar negeri.
Menurut Agung, pengalaman tersebut penting untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus memperluas pengalaman kompetitif pegolf nasional sebelum tampil di turnamen internasional yang lebih tinggi.
“The Indonesia Pro-Am memberikan platform bagi para pegolf nasional kita untuk grow the game. Hasilnya, kami cukup senang tiga pegolf kita, Kevin C. Akbar, Peter Gunawan, dan Amadeus Susanto, bisa bersaing dengan para pegolf luar hingga putaran akhir,” kata Agung di Bogor, Jumat (21/8/2026).
Agung menilai keikutsertaan pegolf nasional hingga putaran akhir menjadi indikator positif dari perkembangan golf Indonesia. Ia berharap semakin banyak pemain Indonesia yang mampu bersaing dalam turnamen ADT pada penyelenggaraan tahun berikutnya.
Menurut dia, kompetisi dengan pemain internasional memberikan tantangan berbeda bagi pegolf Indonesia. Selain meningkatkan kemampuan teknis, atmosfer pertandingan juga membantu pemain membangun mental dan pengalaman dalam menghadapi persaingan yang lebih ketat.
The Indonesia Pro-Am menggunakan format profesional-amatir sejak 2023. Sebelumnya, Gunung Geulis telah menjadi lokasi penyelenggaraan turnamen ADT sejak 2016.
Format baru tersebut mempertandingkan kategori individual sekaligus beregu. Dalam kategori beregu, pegolf profesional dipasangkan dengan pemain amatir untuk bersaing memperebutkan posisi terbaik.
President Director Combiphar Michael Wanandi mengatakan perubahan format tersebut dilakukan untuk menghadirkan pengalaman kompetisi yang berbeda. Pegolf profesional tidak hanya dituntut tampil secara individual, tetapi juga bekerja sama dengan pemain amatir dalam kategori beregu.
“Selain menampilkan nomor individual, turnamen ini pun mengedepankan kategori beregu atau pro-am,” ujar Michael.
Menurut Michael, format tersebut terinspirasi dari New Zealand Open. Konsep pro-am dinilai mampu menciptakan atmosfer kompetisi yang lebih menarik karena mempertemukan pemain profesional dan amatir dalam satu turnamen.
Format tersebut juga mendapat respons positif dari kalangan pegolf amatir Indonesia. Mereka mendapatkan kesempatan merasakan atmosfer kompetisi yang melibatkan pemain profesional dan pegolf dari sejumlah negara.
Michael menambahkan, perjalanan turnamen di Gunung Geulis telah berlangsung selama satu dekade. Penyelenggaraan yang dimulai sejak 2016 kemudian berkembang dengan format pro-am pada 2023.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya penyelenggara untuk memperluas manfaat turnamen, baik bagi pegolf profesional maupun pemain amatir.
Managing Director Nomura Singapore Limited Hirosumi Sekita menilai penyelenggaraan The Indonesia Pro-Am dalam empat tahun terakhir menunjukkan perkembangan positif.
Menurut Sekita, peningkatan kualitas peserta dan hasil yang ditorehkan para pemain menjadi indikator bahwa kompetisi tersebut terus berkembang.
“Penyelenggaraan The Indonesia Pro-Am dalam empat tahun terakhir menunjukkan kemajuan positif dari para peserta maupun hasil yang diukir para pemain,” kata Sekita.
Ia menilai keberlanjutan turnamen penting untuk menjaga gairah kompetisi golf di Indonesia. Dengan menghadirkan pegolf profesional dari berbagai negara, pemain nasional dapat memperoleh pengalaman dan kesempatan mengukur kemampuan secara langsung.
Keberadaan turnamen ADT di Indonesia juga memberikan jalur kompetisi bagi pegolf nasional untuk meningkatkan level permainan sebelum membidik persaingan di panggung Asia yang lebih luas.
Pada kategori individual, Kevin C. Akbar menjadi pegolf Indonesia dengan posisi terbaik. Kevin menyelesaikan turnamen di peringkat T6 dengan total 202 pukulan atau 11 di bawah par.
Hasil tersebut menunjukkan kemampuan Kevin bersaing dengan para pegolf internasional hingga akhir kompetisi. Peter Gunawan dan Amadeus Susanto juga mampu bertahan dalam persaingan hingga putaran akhir.
Sementara itu, kategori beregu dimenangi pasangan pegolf amatir Indonesia Luke Evan Moore dan pegolf Thailand Parathakorn Suyasri.
Keduanya mengumpulkan total 180 pukulan untuk keluar sebagai juara beregu The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026.
Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan daya tarik format pro-am yang menggabungkan kemampuan pegolf profesional dan amatir dalam satu tim.
Penyelenggaraan The Indonesia Pro-Am di Gunung Geulis diharapkan terus menjadi bagian dari ekosistem pembinaan golf nasional. Dengan kompetisi yang konsisten, pegolf Indonesia memiliki lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan pengalaman internasional dan meningkatkan daya saing.
Bagi penyelenggara, turnamen tersebut bukan hanya tentang perebutan gelar, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan pemain nasional dengan pegolf internasional serta memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga golf. (09/AGF).










