JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Medco-Pondok Indah International Amateur Golf Championship 2026 tidak hanya menjadi ajang persaingan pegolf amatir terbaik nasional dan internasional, tetapi juga diproyeksikan sebagai panggung lahirnya calon bintang baru golf Indonesia menuju level dunia.
Turnamen bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung di Pondok Indah Golf Course pada 14 hingga 16 Juli 2026. Kejuaraan ini kembali masuk dalam kalender penting golf amatir Asia Pasifik karena mendapat pengakuan resmi dari Persatuan Golf Indonesia serta sistem pemeringkatan internasional Official World Golf Ranking (OWGR).
Wakil Ketua Pondok Indah Golf Club, Herry Winarno, mengatakan turnamen tersebut dirancang untuk menghadirkan kualitas kompetisi tinggi dengan standar internasional.
“Kami bukan mengejar jumlah peserta, tetapi kualitas pemain yang memenuhi syarat untuk masuk World Amateur Golf Ranking atau WAGR,” ujar Herry Winarno dalam konferensi pers di Pondok Indah Golf Course, Selasa (19/5/2026).
Menurut dia, kehadiran turnamen tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan golf nasional, terutama untuk melahirkan atlet-atlet muda potensial yang mampu bersaing di level Asia hingga dunia.
Panitia menyediakan kuota sebanyak 124 peserta dengan syarat handicap maksimal delapan untuk kategori putra dan 10 untuk kategori putri. Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat sebanyak 53 pegolf telah mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Pendaftaran resmi dibuka sejak 1 Mei dan akan ditutup pada 15 Juni 2026. Kejuaraan terbuka untuk pegolf putra dan putri berusia 13 hingga 30 tahun per 14 Juli 2026.
Selain wajib memiliki indeks handicap World Handicap System (WHS), peserta yang belum memiliki kartu handicap diwajibkan menyerahkan enam kartu skor pertandingan yang dimainkan sepanjang November 2025 hingga April 2026 sebagai syarat verifikasi panitia.
Turnamen ini juga mendapat dukungan penuh dari seluruh Pengurus Provinsi PGI di Indonesia. Setiap daerah akan mengirimkan pegolf amatir terbaik untuk bersaing dengan peserta asing yang berasal dari enam negara, yakni Indonesia, Korea Selatan, Singapura, Sri Lanka, Malaysia, dan Pakistan.
Herry menilai kehadiran pemain internasional menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas persaingan sekaligus memperkuat posisi turnamen sebagai salah satu kejuaraan amatir paling bergengsi di kawasan Asia Pasifik.
“Kami berharap masih ada negara-negara Asia Pasifik lain yang ikut mendaftar karena masih ada waktu sekitar satu bulan menuju pelaksanaan,” katanya.
Ajang ini juga dipastikan diramaikan sejumlah nama besar golf amatir Indonesia. Juara bertahan sektor putra, Randy Bintang, dipastikan kembali tampil mempertahankan gelarnya.
Sementara itu, pegolf putri andalan Indonesia, Elaine Widjaja, dipastikan comeback setelah absen pada edisi sebelumnya. Elaine diketahui sukses menjuarai kategori putri pada edisi 2023 dan 2024.
Selain mereka, sejumlah pegolf nasional lain seperti Randy Arbenata Mohamad Bintang, William Justin Wijaya, serta Jessica Addielle Simatupang juga diproyeksikan tampil meramaikan persaingan.
Koordinator Wilayah Jawa, Kalimantan, dan Bali Bidang Organisasi PB PGI, Budi Mangundap, mengatakan turnamen tersebut memiliki peranan strategis dalam proses regenerasi atlet golf Indonesia.
Menurut dia, pengalaman bertanding di turnamen internasional amatir seperti ini sangat dibutuhkan pemain muda untuk meningkatkan mental bertanding dan kemampuan teknis mereka.
“Turnamen ini memberikan pengalaman bertanding yang sangat baik bagi pemain muda untuk meningkatkan kualitas. Dari kompetisi seperti ini juga lahir banyak pemain potensial,” ujar Budi.
Ia menambahkan, sejumlah pegolf muda Indonesia yang kini tampil di level internasional merupakan hasil pembinaan kompetisi amatir dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, beberapa di antaranya sukses menyumbangkan medali perak dan perunggu bagi Indonesia pada SEA Games 2025.
Dukungan terhadap pembinaan atlet muda juga datang dari sponsor utama, MedcoEnergi. Perwakilan perusahaan, Ervan Tedriyal, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung perkembangan olahraga golf nasional melalui turnamen tersebut.
“Tahun ini menjadi tahun keempat kami mendukung turnamen ini. Harapannya ajang ini bisa menjadi wadah pembinaan dan seleksi pemain muda yang nantinya mampu bersaing hingga level profesional,” kata Ervan.
Sementara itu, Direktur Pondok Indah Golf Course, Erry Arsyad, memastikan pihaknya akan menyiapkan lapangan dengan tingkat kesulitan lebih menantang demi memberikan pengalaman kompetitif maksimal bagi para peserta.
“Kami ingin turnamen ini menjadi pengalaman yang mengesankan bagi para pegolf amatir dan terus berkembang menjadi ajang prestisius di kawasan,” ujar Erry.
Dengan dukungan federasi, sponsor, dan peserta internasional, Medco-Pondok Indah International Amateur Golf Championship 2026 diharapkan menjadi salah satu tonggak penting dalam mencetak generasi baru pegolf Indonesia yang mampu berbicara banyak di panggung dunia. (09/AGF).






