BOGOR-JABAR, SUDUTPANDANG.ID – Program Pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Naik Kelas Kota Bogor 2026 telah selesai, yang rangkaian kegiatannya ditutup dengan bazar hasil kerja sama antara Koordinator Daerah (Korda) Pendamping UMKM Naik Kelas Kota Bogor dengan Koperasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bogor.
Dalam taklimat media yang diterima sudutpandang.id di Bogor, Jawa Barat, Senin (7/8/2026), disebutkan bahwa pembukaan bazar yang diselenggarakan selama dua hari, 5-6 September itu turut dihadiri oleh Ketua DWP Kota Bogor, Dr Hj Dewi Sondari Denny, M.Si, beserta jajaran anggota DWP Kota Bogor.
“Kehadiran DWP Kota Bogor menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem UMKM, khususnya dalam membuka akses pemasaran dan memperluas jejaring bagi para pelaku usaha lokal,” kata Korda UMKM Naik Kelas Kota Bogor 2026, Natali, yang selama program berjalan disertai dua pendamping UMKM Naik Kelas, yakni Rosalina Anggraeni dan Abu Ubaidah.
Ia menjelaskan upaya mendorong pelaku UMKM Kota Bogor agar semakin berkembang, mandiri, dan berdaya saing terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak.
Salah satunya diwujudkan melalui bazar, yang menjadi bagian dari rangkaian Program Pendampingan UMKM Naik Kelas Kota Bogor 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pelaku UMKM binaan untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk unggulan mereka kepada masyarakat.
Menurut dia tidak hanya menjadi ajang promosi dan penjualan produk, Bazar UMKM Naik Kelas juga menjadi momentum untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai peluang kolaborasi.
Melalui kegiatan ini, UMKM diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas produk, tetapi juga semakin siap dalam aspek pemasaran, pengelolaan usaha, penguatan merek, serta pengembangan pasar.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penutupan Program Pendampingan UMKM Naik Kelas Kota Bogor 2026 sebagai penanda berakhirnya rangkaian pendampingan yang telah diberikan kepada para peserta.
Penutupan dilakukan oleh Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan Perindustrian Kota Bogor, Dr Rahmat Hidayat, S.Sos , M.M.
Dalam kesempatan tersebut, penutupan program menjadi momentum untuk mengapresiasi proses dan komitmen para pelaku UMKM selama mengikuti rangkaian pendampingan.
Program Pendampingan UMKM Naik Kelas Kota Bogor 2026 diharapkan tidak berhenti pada selesainya rangkaian kegiatan, tetapi menjadi langkah awal bagi para pelaku usaha untuk terus mengembangkan kapasitas dan meningkatkan skala bisnisnya.
Melalui sinergi antara pemerintah, pendamping UMKM, organisasi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan, penguatan UMKM di Kota Bogor diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan. UMKM tidak hanya didorong untuk bertahan, tetapi juga untuk naik kelas, memperluas pasar, menciptakan nilai tambah, dan menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi daerah.
“Harapan saya, setelah 4 bulan pendampingan dan 2 hari bazar ini, teman-eman UMKM tidak hanya mendapatkan pengalaman, tetapi benar-benar membawa pulang perubahan. Semoga usaha semakin tertata, omzet meningkat, pasar semakin luas, dan yang paling penting, semangat untuk terus naik kelas tidak berhenti ketika program ini selesai,” katanya.
Kolaborasi dalam Bazaar UMKM Naik Kelas Kota Bogor 2026 sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan ekosistem yang saling mendukung sehingga dengan semakin terbukanya ruang promosi, pemasaran, jejaring, dan pendampingan, pelaku UMKM Kota Bogor diharapkan semakin percaya diri untuk membawa produknya ke pasar yang lebih luas, demikian Natali. (Red/02)











