BOGOR-JABAR, SUDUTPANDANG.ID – Sebanyak 88 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terpilih mengikuti Program UMKM “Naik Kelas” Kota Bogor 2026. Para peserta tersebut lolos seleksi dari ratusan pendaftar yang mengikuti proses penjaringan program pengembangan usaha tersebut.
Program itu resmi dimulai melalui kegiatan kick off yang dibuka langsung oleh Wali Kota Dedie A. Rachim di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Selasa (26/5/2026).
Koordinator Daerah (Korda) Program UMKM Kota Bogor, Natali, mengatakan sebanyak 88 peserta yang terpilih merupakan pelaku UMKM unggulan hasil seleksi dari ratusan data yang masuk.
“Peserta UMKM Naik Kelas Kota Bogor 2026 terseleksi dari ratusan pendaftar dan terpilih 88 peserta unggulan,” kata Natali di Bogor, Jumat (29/5/2026).
Selama program berlangsung, Natali didampingi dua pendamping, yakni Abu Ubaidah dan Rosalina Anggraeni.
Dalam sambutannya, Dedie menekankan pentingnya menjaga kualitas dan higienitas produk UMKM, terutama produk makanan dan minuman.
Ia juga menyoroti tren produk rendah gula atau less sugar yang kini semakin diminati masyarakat.
Menurutnya, perhatian terhadap kandungan gula penting karena tingginya kasus penyakit seperti diabetes dan jantung di Indonesia.
Dedie berharap Program UMKM Naik Kelas dapat terus mendorong pelaku usaha lokal berkembang dan mampu menembus pasar internasional.
“Pemerintah daerah harus mendukung UMKM. Salah satunya dengan menghadirkan sentra UMKM di setiap kota dan membantu pelaku usaha untuk go international seperti di Korea, Jepang, dan Thailand,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kota Bogor, Rahmat Hidayat, menyatakan bahwa UMKM menjadi salah satu sektor penopang ekonomi saat terjadi krisis.
“Karena itu keberadaan UMKM harus terus didukung,” kata Rahmat.
Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Moch Danny Fulton, juga menekankan pentingnya membangun jejaring antarpelaku UMKM.
Ia mengingatkan para pelaku usaha agar terus memperluas jaringan sekaligus menjaga nilai sosial, termasuk melalui kegiatan sedekah.
“UMKM harus bangga bergabung dalam program ini karena akan didampingi untuk bertumbuh,” ujarnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi temu wicara menghadirkan pelaku usaha lokal, yakni Noor Rafita selaku owner Rafita’s Cake dan Anie Irawan, owner Somay Abah Uki.
Diskusi membahas perjalanan membangun usaha, strategi UMKM naik kelas, hingga pengembangan bisnis berbasis digital.
Natali berharap kegiatan kick off dapat meningkatkan semangat peserta untuk mengikuti proses pendampingan selama empat bulan ke depan.
Acara kick off ini juga menggandeng Bank BNI KC Tanjung Priok untuk pembukaan rekening dan QRIS bagi 100 UMKM, dan juga dengan BPJS Ketenagakerjaan Kota Bogor untuk menjamin keselamatan tenaga kerja para UMKM dan didukung oleh air minum dalam kemasan (AMDK) Summit dan Kopi Oplet.(PR/02)










