BLORA-JATENG | SUDUTPANDANG.ID – Perkumpulan Penambang Minyak Soko di Desa Soko, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menyerahkan sekitar 170,439 ton minyak per bulan kepada Pertamina melalui PT Mataram Connection Nusantara.
Ketua Perkumpulan Penambang Minyak Soko, Mardi, yang akrab disapa Pak Tua, mengatakan, volume penyerahan tersebut menjadi bagian dari kegiatan pengelolaan minyak yang dilakukan para penambang di Desa Soko.
Menurut Mardi, minyak yang disetorkan kepada Pertamina memiliki harga penerimaan sebesar Rp5.250 per satuan minyak. Dari nilai tersebut, Rp250 dialokasikan untuk pembeli atau pendana.
“Untuk harga yang kami terima Rp5.250, Mas. Yang Rp250 itu alokasinya untuk buyer atau pendana,” ujar Mardi saat ditemui, Rabu (9/9/2026).
Hasil penjualan minyak tersebut kemudian dialokasikan untuk sejumlah kebutuhan, mulai dari bagi hasil dengan investor dan pemilik lahan, operasional paguyuban, upah pekerja, bantuan sosial, hingga penguatan kas organisasi.
Adapun alokasi bagi hasil investor tercatat sebesar Rp371.875.000. Sementara bagian untuk pemilik lahan mencapai Rp133.875.000 dan operasional paguyuban, termasuk tambel 5 ton, sebesar Rp100.050.000.
Selanjutnya, upah pekerja rengkek dialokasikan sebesar Rp52.050.000 dan upah penjaga sumur sebesar Rp52.050.000.
Paguyuban juga mengalokasikan Rp40 juta untuk bantuan sosial dan Rp36 juta sebagai hibah desa. Adapun pengisian kas paguyuban sebesar Rp25.554.000.
Untuk masyarakat, paguyuban mengalokasikan sekitar Rp17 juta yang diberikan secara langsung kepada sekitar 300 kepala keluarga dengan besaran Rp50.000 per keluarga.
Selain itu, terdapat alokasi Rp9.700.000 untuk kegiatan sosial masyarakat, pendidikan, dan keagamaan. Sementara dana untuk kebutuhan lain-lain sebesar Rp4.500.000 dan Karang Taruna sebesar Rp2 juta.

Selain pembagian hasil dalam bentuk dana, Perkumpulan Penambang Minyak Soko juga menyalurkan manfaat kegiatan melalui pembangunan dan perbaikan fasilitas umum di desa.
Mardi mengatakan, salah satu bentuk kontribusi tersebut dilakukan melalui pemasangan penerangan tenaga surya di sejumlah titik.
“Kami juga sudah memasang penerangan tenaga surya sebanyak 10 titik. Rencananya dalam waktu dekat kami akan membuat jalan paving ke arah lokasi tambang,” kata Mardi.
Menurut dia, pengelolaan kegiatan penambangan tersebut juga diarahkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui berbagai program sosial dan pembangunan fasilitas umum.
Dengan adanya pembagian hasil dan program tersebut, kegiatan Perkumpulan Penambang Minyak Soko tidak hanya berkaitan dengan penyerahan minyak kepada Pertamina, tetapi juga mencakup pengelolaan manfaat ekonomi bagi pekerja, pemilik lahan, masyarakat dan desa.(Teguh/01)












