JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Sinetron Wajah Cinta yang Lain persembahan SCTV semakin memasuki fase menarik setelah menembus 100 episode. Bukan hanya jalan cerita yang berkembang, karakter para pemain pun ikut mengalami perubahan dan menjadi semakin kompleks. Hal tersebut diungkapkan Andi Annisa dan Aulia Sarah dalam wawancara virtual pada Kamis (10/9/2026).
Keduanya secara blak-blakan menceritakan perkembangan karakter yang mereka perankan sejak awal sinetron hingga memasuki episode ke-100.
Andi Annisa yang berperan sebagai Pamela mengungkapkan, karakter yang awalnya identik dengan sosok antagonis kini berkembang menjadi lebih humoris. Perubahan tersebut ternyata mendapat respons positif dari penonton.
“Awalnya aku melakoni peran antagonis, seiring berkembangnya cerita ke sininya jadi lebih humoris dan lucu. Respon dari netizen positif, happy karena di tengah drama ada humorisnya jadi ada dinamika tidak selamanya antagonis,” kata Andi Annisa.
Perubahan karakter Pamela membuat cerita Wajah Cinta yang Lain tidak hanya dipenuhi konflik serius. Kehadiran sisi humoris juga memberikan warna berbeda sekaligus membuat dinamika antar karakter semakin beragam.
Selain perkembangan karakter, Andi Annisa juga mengungkapkan suasana di balik layar Wajah Cinta yang Lain. Menurutnya, hubungan yang terjalin antara para pemain membuat suasana lokasi syuting terasa menyenangkan.
“Banyak hiburan diantara para pemain sehingga bisa membuat suasana di lokasi nyaman dan terhibur. Dibelakang layar semua pemain ada karakter jahilnya,” sambungnya.
Kekompakan tersebut menjadi salah satu hal yang membuat Andi merasa nyaman selama menjalani proses syuting bersama para pemain lainnya. Sementara itu, Aulia Sarah, pemeran Karenina atau Karen, melihat Wajah Cinta yang Lain memiliki kekuatan pada cerita yang kompleks.
Meski mengusung tema balas dendam, sinetron ini menurut Aulia tidak hanya menawarkan drama. Ada pula unsur komedi dan berbagai konflik yang membuat emosi penonton berubah-ubah.
“Di dalamnya ternyata lengkap. Ada dramanya, ada komedinya, ada ngeselin-ngeselinnya. Jadi kayak penonton tuh rasanya nano-nano banget,” jelasnya.
Menurut Aulia, konsep balas dendam menjadi salah satu daya tarik utama sinetron tersebut. Cerita yang rumit membuat penonton terus dibuat penasaran dengan latar belakang setiap karakter.
“Kekuatan sinetron ini adalah kerumitannya. Yang ternyata Karen itu siapa, terus ceritanya dari siapa,” ujarnya.
Menariknya, rasa penasaran terhadap jalan cerita ternyata tidak hanya dirasakan oleh penonton. Aulia Sarah mengaku dirinya sebagai pemain juga kerap dibuat terkejut ketika mengetahui perkembangan cerita di setiap episode.
Unsur kejutan inilah yang menurut Aulia menjadi salah satu kelebihan Wajah Cinta yang Lain. Jalan cerita yang terus berkembang membuat pemain pun tidak selalu bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.
“Kita aja sebagai pelaku, setiap turun episode baru tuh selalu kayak, ‘Oh, surprise.’ Jadi kayak kitanya aja yang surprise, gimana penonton,” ungkapnya.
Andi Annisa menambahkan, selain cerita yang penuh kejutan, kekuatan Wajah Cinta yang Lain juga terletak pada koneksi antara pemain dan kru.
“Kekuatan kita itu adalah koneksi antara kru sama pemain,” ujarnya.
Menurut Andi, hubungan tersebut tidak sekadar sebatas rekan kerja. Pemain dan kru bekerja sebagai satu tim untuk menghadirkan cerita terbaik bagi penonton.
“Mereka benar-benar kerja dari hati juga. Jarang banget ada yang ngeluh. Mereka syuting sampai jam enam pagi kemarin, mereka sampai lokasi ketemu aku masih happy,” ucapnya.(04)











