MilkLife Soccer Challenge Dorong Ekonomi Lokal

Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono menyebut penyelenggaraan turnamen sepak bola putri usia sekolah turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar dan membuka peluang pelibatan UMKM lokal. (Foto: AGF/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono menyebut penyelenggaraan turnamen sepak bola putri usia sekolah memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi pertandingan.

Menurut Teddy, kehadiran ribuan peserta, orang tua, pendamping, serta pihak lain yang terlibat dalam MilkLife Soccer Challenge menciptakan pergerakan ekonomi selama turnamen berlangsung.

Aktivitas tersebut terlihat dari transaksi yang dilakukan peserta dan orang tua di sejumlah usaha masyarakat sekitar lokasi.

Hal itu disampaikan Teddy seusai menghadiri kegiatan coaching clinic MilkLife Soccer Challenge di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

“Ada kerumunan massa, pasti akan ada transaksi ekonomi yang terjadi dari kegiatan kami,” ujar Teddy.

Teddy menjelaskan, transaksi ekonomi tersebut dapat muncul dari aktivitas sederhana peserta dan orang tua selama mengikuti turnamen.

Mereka tidak hanya datang ke lokasi pertandingan, tetapi juga membutuhkan berbagai kebutuhan selama berada di sekitar arena.

Peserta dan orang tua, misalnya, dapat berbelanja di toko-toko yang berada di sekitar lokasi pertandingan. Mereka juga berpotensi menggunakan jasa dan membeli makanan atau minuman dari rumah makan maupun pelaku usaha lainnya di kawasan penyelenggaraan.

Menurut Teddy, aktivitas tersebut menjadi salah satu dampak tidak langsung dari penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge terhadap masyarakat setempat. Semakin banyak peserta yang mengikuti turnamen, semakin besar pula potensi pergerakan ekonomi yang muncul di sekitar lokasi.

BACA JUGA  Hujan Petir Diprediksi Terjadi di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan Siang Ini

“Ke depannya juga karena dengan jumlah peserta yang semakin besar, pasti akan memberikan dampak positif bagi kegiatan ekonomi bagi masyarakat setempat,” kata Teddy.

MilkLife Soccer Challenge merupakan kompetisi sepak bola putri yang menyasar siswi sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI). Selain menjadi wadah kompetisi, turnamen tersebut juga menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung yang ditujukan untuk meningkatkan pengalaman peserta.

Salah satu kegiatan pendukung yang digelar adalah coaching clinic. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan pengalaman dan pembelajaran sepak bola dari pelatih maupun figur yang memiliki pengalaman di dunia sepak bola.

Dalam perkembangannya, penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge juga melibatkan berbagai pihak di lokasi pertandingan. Teddy mengatakan ke depan pihaknya membuka peluang untuk memperluas keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di sekitar lokasi event.

Menurut dia, UMKM lokal dapat menjadi bagian dari ekosistem kegiatan sehingga manfaat ekonomi turnamen dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Ya, nanti ke depannya mungkin perlahan kami akan melibatkan UMKM dari daerah sekitar tempat lokasi event dilakukan,” ujar Teddy.

Pelibatan UMKM tersebut masih menjadi peluang yang akan dikembangkan secara bertahap. Konsep tersebut dapat memberikan ruang bagi pelaku usaha setempat untuk menawarkan produk maupun layanan kepada peserta dan pengunjung selama turnamen berlangsung.

BACA JUGA  Surabaya Rebut Posisi Ketiga MLSC All-Stars 2026

MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya Seri 1 2026/2027 sendiri berlangsung pada 15-20 September 2026. Pertandingan digelar di Kingkong Soccer Arena dan Lapangan Brigif 1, Jakarta Timur.

Turnamen tersebut digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife. Pada penyelenggaraan Jakarta Raya Seri 1, kompetisi diikuti 1.928 siswi SD dan MI yang berasal dari Jakarta dan daerah sekitarnya.

Jumlah peserta tersebut menunjukkan besarnya antusiasme terhadap kompetisi sepak bola putri di tingkat usia sekolah. Para peserta tidak hanya berkompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman bertanding dalam atmosfer kompetisi yang lebih terstruktur.

Dengan jumlah peserta yang mencapai hampir 2.000 siswi, aktivitas turnamen juga menghadirkan mobilitas orang tua dan pendamping selama penyelenggaraan. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya aktivitas ekonomi di sekitar lokasi pertandingan.

Bagi masyarakat setempat, keberadaan kegiatan olahraga dengan jumlah peserta dan pengunjung yang cukup besar dapat menjadi peluang untuk meningkatkan transaksi usaha harian. Mulai dari kebutuhan konsumsi hingga pembelian berbagai kebutuhan selama kegiatan berlangsung.

Teddy mengatakan potensi tersebut akan terus diperhatikan seiring dengan perkembangan MilkLife Soccer Challenge. Jumlah peserta yang meningkat dari waktu ke waktu dinilai dapat memperluas dampak kegiatan, termasuk terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan.

BACA JUGA  Novak Djokovic Pasrah Diusir Australia

Rencana melibatkan UMKM lokal juga menjadi salah satu langkah yang berpotensi memperkuat hubungan antara penyelenggaraan turnamen dan masyarakat setempat. Dengan keterlibatan pelaku usaha sekitar, aktivitas ekonomi yang muncul selama event dapat diarahkan agar manfaatnya semakin luas.

MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya Seri 1 2026/2027 menjadi salah satu rangkaian kompetisi sepak bola putri usia sekolah. Selain memberikan ruang bagi siswi SD dan MI untuk mengembangkan kemampuan sepak bola, penyelenggaraan turnamen juga menciptakan aktivitas bagi masyarakat di sekitar arena pertandingan.

Ke depan, penyelenggara membuka kemungkinan memperluas keterlibatan UMKM lokal. Langkah tersebut diharapkan dapat membuat penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta dan perkembangan sepak bola putri, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi event. (09/AGF).