JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Karateka putri Indonesia, Leica Al-Humaira Lubis, meraih medali perunggu pada debutnya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Atlet asal Sumatera Utara itu naik podium setelah memenangkan laga perebutan tempat ketiga nomor kumite +68 kilogram putri di Toyohashi Gymnasium, Jepang.
Leica memastikan medali perunggu setelah mengalahkan karateka Kirgizstan, Begimai Orozalieva, dengan skor 6-1. Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi Leica yang untuk pertama kalinya tampil di pesta olahraga terbesar Asia.
Medali tersebut sekaligus melanjutkan catatan positif Leica di level internasional. Sebelumnya, atlet berusia 22 tahun itu juga mencatatkan debut di SEA Games Thailand 2025 dengan meraih medali emas pada nomor yang sama.
Meski berhasil meraih medali, Leica mengakui target pribadinya di Asian Games 2026 sebenarnya lebih tinggi. Ia ingin menembus partai final dan memiliki peluang untuk memperebutkan medali emas.
“Sebenarnya untuk target yang dipublikasikan, itu memang meraih medali, tetapi kalau target diri sendiri sebenarnya ingin sampai ke final,” kata Leica dalam keterangan tertulis NOC Indonesia di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Langkah Leica menuju final terhenti pada babak semifinal. Ia kalah tipis 3-4 dari karateka Thailand, Maneevan Butsuwan. Kekalahan tersebut membuat peluang Leica untuk memperebutkan medali emas tertutup dan harus melanjutkan perjuangan melalui pertandingan perebutan tempat ketiga.
Leica menilai peluang untuk mencapai final sebenarnya masih terbuka. Namun, satu kesalahan dalam pertandingan semifinal membuatnya kehilangan kesempatan untuk melangkah lebih jauh dalam persaingan nomor kumite +68 kilogram putri.
“Untuk melaju ke babak final persentasenya masih besar, peluangnya masih ada, besar sekali, tetapi karena saya meleset di semifinal, ya hasilnya tidak bisa melaju ke final,” ujar Leica.
Kekalahan tipis tersebut menjadi bagian dari evaluasi bagi Leica. Ia menyadari masih terdapat sejumlah aspek yang dapat dikembangkan untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Meski belum berhasil mencapai target pribadinya, Leica tetap bersyukur dengan medali perunggu yang diraih. Menurut dia, medali tersebut memiliki arti khusus karena menjadi gambaran dari proses panjang yang telah dilaluinya sebagai atlet.
Perjalanan menuju podium Asian Games tidak hanya membutuhkan kemampuan teknik di arena pertandingan. Leica juga harus menjalani latihan secara disiplin, menjaga kondisi fisik, serta melewati berbagai proses dan pengorbanan selama mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
Karena itu, medali perunggu yang diraih di Aichi-Nagoya menjadi pencapaian yang tetap ia hargai. Leica menjadikan hasil tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuannya.
Bagi Leica, pengalaman tampil di Asian Games juga memberikan pelajaran berharga. Persaingan dengan karateka terbaik Asia membuatnya dapat mengukur kemampuan sekaligus mengetahui bagian-bagian permainan yang masih harus diperbaiki.
Medali perunggu tersebut kemudian dipersembahkan Leica kepada kedua orang tuanya. Ia menyebut dukungan keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet.
Orang tua Leica disebut selalu hadir memberikan dukungan dalam berbagai kondisi. Dukungan tersebut menjadi kekuatan tersendiri bagi Leica ketika harus menghadapi tekanan dan persaingan di level internasional.
“Medali ini saya persembahkan untuk orang tua yang selalu hadir memberikan dukungan dalam setiap kondisi,” ujar Leica.
Debut Leica di Asian Games 2026 pun berakhir dengan pencapaian di podium. Hasil tersebut melanjutkan awal karier internasionalnya yang juga diwarnai prestasi ketika tampil pada SEA Games Thailand 2025.
Pada debut SEA Games tersebut, Leica berhasil meraih medali emas pada nomor kumite +68 kilogram. Setahun kemudian, ia kembali menunjukkan konsistensi dengan mengamankan medali perunggu dalam debutnya di Asian Games.
Namun, Leica tidak ingin berhenti pada dua pencapaian tersebut. Ia menyadari masih memiliki ruang untuk berkembang, terutama setelah merasakan ketatnya persaingan karate di level Asia.
Kekalahan tipis dari Maneevan Butsuwan di semifinal menjadi salah satu pengalaman penting yang dapat dijadikan bahan evaluasi. Selisih satu angka menunjukkan betapa ketatnya persaingan untuk mencapai partai final.
Dengan pengalaman tersebut, Leica memiliki kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan teknik, strategi, dan mental bertanding. Medali perunggu Asian Games 2026 menjadi pijakan penting untuk menghadapi kompetisi internasional berikutnya.
Leica kini membawa pulang pengalaman sekaligus medali dari debutnya di Asian Games.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan, disiplin, dan dukungan keluarga dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang atlet menuju podium internasional. (09/AGF).











