Koramil Tiris Laksanakan Pendampingan dan Pengawasan Ketahanan Pangan Dalam Proses perawatan Tanaman Padi di Wilayah Binaan

Koramil Tiris Laksanakan Pendampingan dan Pengawasan Ketahanan Pangan Dalam Proses perawatan Tanaman Padi di Wilayah Binaan
Kegiatan anggota Koramil 0820-25/Tiris Serka Erianto Zebua pendampingan dan pengawasan Penanaman Padi (Foto Istimewa)

PROBOLINGGO – JATIM|SUDUTPANDANG.ID – Kodim 0820/Probolinggo melalui Koramil 0820-25/Tiris melaksanakan pendampingan dan pengawasan ketahanan pangan palam proses perawatan tanaman padi di wilayah binaan, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan Kodim 0820/Probolinggo melalui Koramil jajaran ini sebagai bentuk komitmen dalam rangka mendukung dan mensukseskan program ketahanan pangan.

Anggota Koramil 0820-25/Tiris Serka Erianto Zebua menyampaikan, pendampingan dan pengawasan kali ini dilakukan pada proses perawatan tanaman padi di lahan pertanian milik Sofiah (40) salah satu warga Dusun Paleran, Desa Andungsari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.

“Proses pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan merupakan salah satu faktor yang bisa mempengaruhi hasil dari pertanian, berangkat dari hal tersebut maka kami melakukan pendampingan dan pengawasan mulai dari proses awal,” kata Serka Erianto Zebua.

BACA JUGA  Dukung Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional, Koramil Tiris Kawal Proses Memanen Padi

Serka Erianto Zebua menambahkan, ketahanan pangan nasional adalah kondisi di mana semua orang memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman dan bergizi.

“Untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dilakukan upaya yakni membangun dan merehabilitasi jaringan irigasi, membangun bendungan, memodernisasi irigasi, menjaga kebersihan saluran irigasi, mengendalikan impor dan ekspor pangan serta memperkuat infrastruktur,” ujarnya.

Serka Erianto Zebua mengungkapkan, ketahanan pangan nasional penting karena Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dan cakupan geografis yang luas.

Beberapa komponen ketahanan pangan nasional adalah ketersediaan pangan, stabilitas ketersediaan pangan, aksesibilitas terhadap pangan dan pemanfaatan pangan.

Sumberdaya pertanian mulai dari penyuluh hingga para petani harus bergerak cepat mengambil bagian dalam menjaga ketahanan pangan.

BACA JUGA  Satgas TMMD ke-128 Libatkan 107 Personel TNI dari Tiga Matra

“Kunci dalam gerakan antisipasi darurat pangan nasional adalah meningkatkan produksi dengan semua sumber daya yang difokuskan dalam peningkatan produksi baik saat ini maupun yang akan datang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Serka Erianto Zebua mengungkapkan, bahwa pemerintah pusat melalui TNI telah menerapkan pendekatan yang holistik, dukungan sarana dan prasarana ditujukan pada proses hulu sampai hilir dari penyiapan lahan sampai pengolahan.

“Mari bersinergi untuk meningkatkan kualitas dan hasil pertanian yang secara tidak langsung tentunya berkontribusi terhadap kemajuan pertanian di Indonesia secara berkelanjutan,” ajaknya.(ACZ)