JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Umum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya melawan Bangladesh setelah skuad Garuda bermain imbang 0-0 dengan Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Pertandingan Indonesia vs Malaysia berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026). Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah gelandang Thom Haye menerima kartu merah melalui tinjauan VAR.
Meski kehilangan satu pemain, Indonesia mampu mempertahankan skor tanpa gol hingga pertandingan berakhir. Penjaga gawang Maarten Paes juga melakukan sejumlah penyelamatan, sementara Justin Hubner melakukan penyelamatan penting di garis gawang pada fase akhir pertandingan.
Erick meminta para pemain tidak terlalu lama memikirkan hasil pertandingan melawan Malaysia. Menurut dia, kesempatan Indonesia untuk melanjutkan perjuangan di FIFA ASEAN Cup 2026 masih terbuka sehingga perhatian harus segera diarahkan ke laga berikutnya.
“Fokus ke pertandingan selanjutnya melawan Bangladesh. Kesempatan masih ada,” tulis Erick melalui akun Instagram resminya, Senin.
Hasil imbang tersebut membuat Indonesia mengoleksi empat poin dari dua pertandingan. Sementara itu, Malaysia juga memiliki empat poin dan berada di posisi teratas Grup A berdasarkan keunggulan selisih gol. FIFA mencatat kedua tim berada satu poin di atas Singapura menjelang pertandingan terakhir fase grup.
Persaingan Grup A masih terbuka karena seluruh pertandingan terakhir akan dimainkan pada Kamis (1/10/2026). Indonesia akan menghadapi Bangladesh, sedangkan Malaysia bertemu Singapura.
Hasil pertandingan terakhir akan menentukan posisi akhir Grup A. Indonesia perlu mendapatkan hasil maksimal saat menghadapi Bangladesh untuk menjaga peluang finis di posisi teratas dan melanjutkan perjalanan ke final.
Di pertandingan lainnya, Singapura berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor 1-0. Kemenangan tersebut membuat Singapura mengoleksi tiga poin dan tetap berada dalam persaingan Grup A menjelang pertandingan terakhir.
Situasi tersebut membuat laga terakhir menjadi penting bagi tiga tim yang masih bersaing di papan atas. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengantongi empat poin, sedangkan Singapura memiliki tiga poin.
Bagi Indonesia, hasil imbang melawan Malaysia juga menjadi catatan tersendiri karena skuad Garuda harus bermain dengan 10 pemain selama sebagian besar pertandingan. Haye awalnya mendapat kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap Arif Aiman. Setelah tinjauan VAR, keputusan tersebut diubah menjadi kartu merah langsung pada menit ke-37.
Keunggulan jumlah pemain membuat Malaysia meningkatkan tekanan. Namun, pertahanan Indonesia mampu mempertahankan konsentrasi hingga peluit akhir. Maarten Paes beberapa kali menggagalkan peluang Malaysia, sementara lini belakang Garuda juga melakukan sejumlah blok penting.
Erick memberikan apresiasi kepada para pemain dan ofisial Timnas Indonesia atas kerja keras sepanjang pertandingan. Ia menilai perjuangan tersebut patut diapresiasi karena tim mampu mempertahankan hasil imbang dalam kondisi jumlah pemain yang tidak seimbang.
“Terima kasih kepada para ofisial dan para pemain yang sudah memberikan seluruh kemampuannya sehingga bisa menahan Malaysia dengan bermain 10 pemain selama kurang lebih 70 menit dan terus memberikan perlawanan hingga menit akhir,” tulis Erick.
Hasil 0-0 tersebut sekaligus mempertahankan posisi Indonesia di papan atas Grup A. Namun, skuad Garuda masih membutuhkan hasil maksimal pada pertandingan terakhir jika ingin mengakhiri fase grup di posisi teratas.
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman sebelumnya juga menekankan pentingnya dukungan suporter menjelang pertandingan melawan Bangladesh. Setelah menghadapi Malaysia di hadapan puluhan ribu pendukung di SUGBK, Herdman berharap atmosfer serupa kembali hadir pada laga terakhir.
Kini, persiapan Timnas Indonesia akan diarahkan sepenuhnya menuju pertandingan melawan Bangladesh. Erick meminta skuad Garuda menjaga fokus dan memanfaatkan kesempatan yang masih tersedia untuk melanjutkan perjuangan di FIFA ASEAN Cup 2026.
Pertandingan tersebut akan menjadi penentu bagi Indonesia dalam persaingan Grup A. Selain mengejar kemenangan atas Bangladesh, posisi akhir Garuda juga akan berkaitan dengan hasil pertandingan Malaysia melawan Singapura yang dimainkan pada hari yang sama.(09)











