Erick Thohir: Emas Desak Made Penuhi Target Indonesia

Atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi meraih emas nomor speed putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan catatan waktu 6,062 detik. (Foto: IST/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Atlet panjat tebing putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, mempersembahkan medali emas keempat bagi kontingen Merah Putih pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Prestasi tersebut sekaligus mengantarkan Desak mencatatkan rekor Asian Games dan rekor Asia di nomor speed putri.

Desak Made meraih medali emas setelah mencatatkan waktu 6,062 detik dalam pertandingan nomor speed putri di Nagoya, Jepang, Rabu (30/9/2026). Catatan tersebut menjadi penentu kemenangan sekaligus memperbarui rekor sebelumnya yang juga tercatat atas namanya.

Dengan tambahan emas dari Desak Made, Indonesia telah mencapai target empat medali emas yang ditetapkan untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Erick Thohir menyampaikan apresiasi atas pencapaian Desak Made. Menurut Erick, keberhasilan tersebut menunjukkan konsistensi atlet panjat tebing Indonesia dalam bersaing di tingkat Asia.

“Alhamdulillah, Indonesia kembali meraih emas. Ini menjadi emas keempat Indonesia di Asian Games kali ini, sekaligus memenuhi target empat emas yang kita tetapkan. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Desak Made Rita yang telah berjuang luar biasa dan mempersembahkan emas keempat untuk Merah Putih,” ujar Erick.

BACA JUGA  Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 62 Kembali Dibuka, Berikut cara daftarnya!

Selain meraih podium tertinggi, Desak Made mencatatkan waktu 6,062 detik. Catatan tersebut memperbaiki rekor sebelumnya 6,07 detik yang juga dicetak Desak pada Kejuaraan Asia 2026 di Meishan, China, April lalu.

Menurut Erick, pencapaian tersebut membuat keberhasilan Desak Made semakin penting bagi kontingen Indonesia. Ia menilai catatan waktu yang ditorehkan atlet asal Bali tersebut menunjukkan perkembangan performa panjat tebing Indonesia.

“Catatan waktunya luar biasa. 6,062 detik bukan hanya membawa Desak menjadi juara dan mempersembahkan emas untuk Indonesia, tetapi juga mencatatkan rekor Asian Games dan rekor Asia,” kata Erick.

Erick menambahkan, prestasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa atlet Indonesia mampu tampil dalam persaingan olahraga tingkat Asia. Ia juga mengapresiasi berbagai pihak yang terlibat dalam proses pembinaan Desak Made hingga mencapai podium tertinggi di Asian Games 2026.

“Ini menunjukkan bahwa atlet-atlet Indonesia merupakan duta bangsa yang mampu bersaing dan mencatatkan prestasi di level tertinggi Asia,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), pelatih, ofisial, dan seluruh tim yang mendukung persiapan atlet. Menurut Erick, prestasi Desak Made tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

BACA JUGA  Soal Parodi Lagu Indonesia Raya, Ini Pernyataan Indonesia ke Malaysia

“Terima kasih kepada FPTI, para pelatih, ofisial dan seluruh tim yang terus mengawal perjuangan atlet. Prestasi ini membuktikan bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berjenjang dapat menghasilkan atlet yang mampu berprestasi di panggung Asia bahkan dunia,” tutur Erick.

Emas dari Desak Made menjadi pencapaian penting bagi kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Sebelumnya, Indonesia telah mengoleksi tiga medali emas dari sejumlah cabang olahraga.

Namun, terpenuhinya target empat emas tidak membuat perjuangan kontingen Indonesia berhenti. Masih terdapat pertandingan dari sejumlah cabang olahraga yang berpotensi menambah perolehan medali hingga Asian Games berakhir.

Salah satu peluang tersebut datang dari cabang panjat tebing. Setelah Desak Made mengamankan emas nomor speed putri, Indonesia masih memiliki kesempatan melalui nomor speed putra.

Erick menegaskan pemerintah akan terus memberikan dukungan kepada para atlet yang masih bertanding hingga pertandingan terakhir.

“Target empat emas sudah terpenuhi, tentu kita syukuri bersama. Tetapi perjuangan belum selesai. Masih ada peluang untuk menambah emas. Kita akan terus memberikan dukungan dan mengawal perjuangan para atlet sampai pertandingan terakhir,” kata Erick.

BACA JUGA  Sumaya Raih Perak Teqball Asian Games 2026

Keberhasilan Desak Made juga menambah catatan prestasinya di pentas Asian Games. Medali emas Aichi-Nagoya 2026 menjadi emas keduanya di ajang tersebut setelah sebelumnya meraih gelar juara nomor speed putri pada Asian Games Hangzhou 2022.

Dengan rekor baru 6,062 detik, Desak Made kini menjadi salah satu atlet Indonesia yang kembali mencuri perhatian dalam perjalanan kontingen Merah Putih di Aichi-Nagoya. Pencapaiannya sekaligus menjadi tambahan motivasi bagi atlet Indonesia yang masih menjalani pertandingan.

“Semoga Merah Putih masih dapat berkibar dan Indonesia Raya kembali berkumandang di Nagoya,” ujar Erick. (09/AGF).