Kalah dari Iran, Timnas Voli Putra Tetap Punya Masa Depan

Timnas voli putra Indonesia gagal memenuhi target tiga besar pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (Foto: PBVSI/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Timnas voli putra Indonesia gagal memenuhi target tiga besar pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Meski demikian, tim pelatih melihat perjalanan skuad Merah Putih di Jepang sebagai bagian penting dari proses membangun kekuatan untuk menghadapi berbagai turnamen berikutnya.

Asisten pelatih timnas voli putra Indonesia, Nur Widiyanto, menilai skuad yang tampil di Asian Games 2026 memiliki prospek positif. Penilaian tersebut disampaikan setelah Indonesia memberikan perlawanan sengit kepada Iran pada pertandingan terakhir Pul B.

Duel Indonesia kontra Iran berlangsung di Okazaki Chuo Sogo Park Gymnasium, Jepang, Selasa (29/9/2026). Indonesia sempat berada dalam posisi menguntungkan setelah merebut dua set pertama.

Namun, Iran mampu membalikkan keadaan. Pertandingan berlangsung hingga lima set sebelum Iran memastikan kemenangan dengan skor 22-25, 21-25, 25-21, 25-19, dan 17-15.

Nur mengatakan hasil tersebut memang membuat target Indonesia untuk finis di tiga besar tidak tercapai. Namun, ia tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemain yang mampu memberikan tekanan kepada salah satu kekuatan utama voli Asia.

“Hasil target tiga besar memang sudah tidak tercapai. Namun, apa pun itu, anak-anak sudah menampilkan yang terbaik, terutama hari ini,” kata Nur Widiyanto.

Menurut Nur, penampilan Indonesia saat menghadapi Iran menunjukkan bahwa para pemain mampu bersaing dalam pertandingan dengan level tinggi. Iran bukan lawan sembarangan karena memiliki tradisi kuat di voli Asia dan berstatus juara bertahan Asian Games.

BACA JUGA  Gugun dan Tole Meniti Jalur Go Internasional

“Iran adalah tim kelas dunia. Kami dari tim pelatih mengapresiasi hasil tadi dengan positif,” ujarnya.

Indonesia tampil agresif sejak awal pertandingan. Boy Arnez Arabi dan kawan-kawan mampu memberikan tekanan melalui serangan dan pertahanan yang solid.

Performa tersebut membawa Indonesia merebut set pertama dengan skor 25-22. Hasil itu meningkatkan kepercayaan diri pemain untuk menghadapi set berikutnya.

Momentum Indonesia berlanjut pada set kedua. Skuad Merah Putih kembali mampu menjaga permainan dan mengatasi tekanan Iran.

Indonesia akhirnya menutup set kedua dengan kemenangan 25-21. Keunggulan 2-0 membuat Indonesia hanya membutuhkan satu kemenangan set lagi untuk mengamankan pertandingan.

Namun, Iran kemudian meningkatkan intensitas permainan. Pengalaman dan kualitas para pemain Iran mulai terlihat ketika pertandingan memasuki set ketiga.

Iran mampu mengambil alih momentum dan memperkecil ketertinggalan setelah memenangi set ketiga dengan skor 25-21.

Indonesia berusaha menghentikan kebangkitan lawan pada set keempat. Namun, Iran semakin konsisten dalam membangun serangan dan mampu memaksakan pertandingan berlanjut ke set penentuan.

Set keempat dimenangi Iran dengan skor 25-19. Kedudukan berubah menjadi 2-2 sehingga pemenang harus ditentukan melalui set kelima.

Pertandingan berlangsung semakin ketat pada set penentuan. Kedua tim saling mengejar angka hingga melewati batas 15 poin.

BACA JUGA  Liverpool Boyong Piala Carabao Usai Kalahkan Chelsea 1-0

Indonesia terus memberikan perlawanan dan berusaha mempertahankan peluang meraih kemenangan. Namun, Iran akhirnya mampu mengamankan set kelima dengan skor 17-15.

Kekalahan tersebut sekaligus menutup perjalanan Indonesia pada fase Pul B Asian Games 2026. Skuad Merah Putih mengakhiri fase grup dengan satu kemenangan dari tiga pertandingan.

Satu-satunya kemenangan Indonesia diraih ketika mengalahkan Kirgizstan dengan skor 3-0. Sementara dua pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan tipis 2-3 dari Thailand dan Iran.

Catatan tersebut menunjukkan Indonesia mampu memberikan perlawanan dalam dua pertandingan berat. Namun, hasil akhir membuat Indonesia tidak dapat melanjutkan perjalanan ke babak perempat final.

Sebaliknya, Iran tampil sempurna di Pul B. Tiga kemenangan membuat Iran mengakhiri fase grup di posisi teratas dan melanjutkan perjuangan di Asian Games 2026.

Bagi Indonesia, pengalaman menghadapi Thailand dan Iran menjadi bagian penting dalam evaluasi tim. Pertandingan dengan lawan yang memiliki level kompetitif tinggi memberikan kesempatan bagi pemain untuk merasakan tekanan dan tempo permainan yang berbeda.

Nur melihat pengalaman tersebut dapat menjadi modal bagi perkembangan timnas voli putra Indonesia. Ia menilai para pemain memiliki fondasi yang dapat dikembangkan untuk menghadapi agenda berikutnya.

“Tim ini punya prospek yang bagus buat ke depannya,” tutur Nur.

Kegagalan mencapai target tiga besar pun tidak menghapus penilaian positif tim pelatih terhadap potensi skuad. Evaluasi dari Asian Games 2026 akan menjadi bagian dari proses pembentukan tim yang lebih kompetitif.

BACA JUGA  Coach Deny Sartika Benahi Fisik Timnas 3x3 Putri

Perjalanan di Jepang memberikan sejumlah pelajaran bagi para pemain Indonesia, terutama dalam menjaga konsistensi ketika menghadapi tim papan atas. Keunggulan dua set atas Iran juga menunjukkan bahwa Indonesia mampu memainkan voli dengan level kompetitif.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana mempertahankan performa tersebut sekaligus memperbaiki aspek permainan yang masih menjadi pekerjaan rumah.

Tim pelatih kini memiliki bahan evaluasi dari tiga pertandingan fase grup. Dengan kombinasi pengalaman pemain dan proses pengembangan skuad, Indonesia diharapkan dapat tampil lebih kompetitif pada ajang-ajang berikutnya.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pun menjadi salah satu pengalaman penting bagi timnas voli putra Indonesia.

Meski perjalanan terhenti di fase grup, perjuangan lima set melawan Iran menjadi gambaran bahwa skuad Merah Putih masih memiliki ruang untuk berkembang dan membangun prestasi di masa mendatang. (09/AGF).