BOGOR-JABAR, SUDUTPANDANG.ID – Lembaga konservasi ex-situ (di luar habitat alami) satwa liar Taman Safari Indonesia (TSI) berkolaborasi dengan Yayasan Badak Indonesia (YABI) dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI menggelar peringatan Hari Badak se-Dunia melalui diskusi dengan mengusung tema “Keep the Five Alive, Stand Together for Rhino”.
Kegiatan Hari Badak se-Dunia tersebut digelar selama dua hari, yakni Sabtu-Minggu (3-4/10/2026), di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam taklimat media yang diterima sudutpandang.id di Bogor, Minggu (4/10/2026), disebutkan bahwa Hari Badak se-Dunia diperingati setiap 22 September dan menjadi momentum penting bagi masyarakat nasional maupun internasional.
Pada peringatan Hari Badak se-Dunia tahun ini, Taman Safari Indonesia bersama Yayasan Badak Indonesia dan Kementerian Kehutanan RI menggelar sejumlah kegiatan selama dua hari.
Pada Sabtu (3/10/2026) pukul 14.30 WIB, kegiatan diawali dengan barisan parade maskot satwa endemik Indonesia, yaitu gajah sumatera, harimau sumatera, badak sumatera, dan badak jawa, serta tarian selamat datang.
Pendiri TSI sekaligus Ketua Pengurus dan Direktur Eksekutif YABI, Jansen Manansang, serta Pembina YABI, Letjen TNI (Purn) Dodik Wijanarko, hadir dalam kesempatan tersebut.
Sedangkan narasumber yang dihadirkan dalam diskusi adalah Direktur Keanekaragaman Hayati dan Genetik (KSG), KSDAE-Kemenhut, Dr Ahmad Munawir, S.Hut., M.Si., yang berbicara mengenai kondisi, kebijakan, strategi perlindungan spesies, dan tantangan konservasi badak Indonesia.
Kemudian, Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB University, Prof. Dr. Ir. Hadi S. Alikodra, M.S., yang juga Wakil Dewan Pembina YABI, membahas keberhasilan natural breeding dan Assisted Reproductive Technology (ART).
Selanjutnya, Anggota Dewan Pembina YABI, Willem Manansang, B.A., berbicara tentang peran organisasi konservasi, kolaborasi multipihak dan dukungan masyarakat untuk badak Indonesia.
Acara juga dihadiri perwakilan pemerintah, mahasiswa, pengunjung, serta pembina dan pengurus YABI.
Selama dua hari, pengunjung dapat mampir ke “Rhino Corner”, hasil kolaborasi tim edukasi TSI dan YABI yang diisi dengan kegiatan mewarnai dan berbagai permainan, booth donasi dan merchandise YABI untuk mendukung pelestarian badak, serta booth tentang face painting Safari Wonders dan Aksi Siswa Muda: Our Warrior of the Month.
Di area yang sama hadir booth Justin Matteo Manansang, siswa Jakarta Intercultural School (JIS), yang dinobatkan “The Wildlife Guardians” sebagai Our Warrior of the Month.
Ia menggalang dana untuk pelestarian badak dan menerima piagam penghargaan dari TSI pada 2 September 2026. Aksinya menjadi pengingat bahwa konservasi bisa dimulai siapa saja.
Pada Minggu (4/10/2026), kegiatan diisi dengan dongeng tentang badak untuk anak dan keluarga, dikemas dalam sesi storytelling ramah anak dengan video dan kuis berhadiah.
Ketua Pengurus YABI yang juga pendiri TSI, Jansen Manansang, berharap peringatan Hari Badak se-Dunia tersebut membuat generasi mendatang dapat lebih mengenal satwa langka Indonesia, khususnya badak jawa dan badak sumatera.
Induk Badak Bunting

Dalam diskusi tersebut, Ahmad Munawir mengemukakan kabar baik dari Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas, Lampung, yakni dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, kini sedang bunting.
Ratu, yang diselamatkan dari wilayah Lampung, telah melahirkan tiga anak dan kini mengandung anak keempat dengan usia kebuntingan sekitar tujuh hingga delapan bulan.
Jika lahir dengan sehat, anak keempat Ratu akan menjadi rekor dunia. Sebab, sebelumnya induk badak sumatera dengan tiga anak baru tercatat di Cincinnati, Amerika Serikat.
Adapun Delilah, putri Ratu, kini mengandung anak keduanya, yang berarti calon cucu bagi Ratu.
Munawir memberikan apresiasi kepada YABI, International Rhino Foundation (IRF), Taman Nasional Way Kambas, dan pihak swasta, yaitu TSI, atas dedikasi mereka dalam upaya konservasi badak.
“Capaian ini tidak terjadi begitu saja, karena di belakangnya ada banyak pihak yang mengeluarkan waktu, tenaga, dan biaya,” katanya.
Ia sekaligus mengajak semua pihak mendoakan agar kehamilan Ratu dan Delilah berjalan lancar dan melahirkan anak yang sehat.
Ia menambahkan, badak sumatera dan badak jawa adalah dua dari lima jenis badak yang masih hidup di dunia, sama-sama berstatus Critically Endangered (kritis) menurut IUCN Red List.
Karena itu, kata Ahmad Munawir, upaya pelestariannya membutuhkan dukungan banyak pihak.
Pengalaman TSI dalam Konservasi
Sementara itu, Willem Manansang menyampaikan bahwa TSI mempunyai pengalaman panjang di bidang konservasi, serta tim life science dalam menangani satwa liar.
Menurut dia, pengalaman inilah yang diberikan kepada generasi selanjutnya sebagai bentuk pembinaan.
“Taman Safari Indonesia memberikan pengalaman dalam breeding terkontrol maupun pengalaman pemberian pakan,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa penelitian bersama dilakukan dengan berbagai mitra, salah satunya universitas.
Selain itu, pengalaman belajar dengan kolega dari Eropa dan Amerika Serikat turut dilakukan, kemudian ilmu yang diperoleh diterapkan di SRS.(red/02)











