85 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Investasi Emas, Sejumlah Publik Figur Disorot

Investasi Emas
85 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Investasi Emas, Sejumlah Publik Figur Disorot (Foto: Grid.id)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Dugaan penipuan investasi emas dan perak yang menyeret PT Divine Gold Jewelry menjadi sorotan setelah 85 orang mengaku mengalami kerugian dengan total nilai yang ditaksir mencapai Rp25 miliar. Kasus ini turut menyoroti aktivitas promosi di media sosial yang disebut melibatkan sejumlah figur publik.

Nama Jennifer Coppen, Kirana Larasati, dan Nopek Novian disebut oleh tim kuasa hukum korban dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2026).

Kuasa hukum korban, Bionda Johan Anggara, mengatakan promosi yang dilakukan figur publik diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong konsumen tertarik bertransaksi dengan perusahaan tersebut.

“Tetapi yang paling utama sebenarnya, setelah kami kroscek, mengapa para korban ini semua tertarik, karena adanya publik figur. Itu adanya influencer, di mana kami sebutkan inisialnya adalah JC (Jennifer Coppen), terus KL (Kirana Larasati), terus satu lagi adanya NN (Nopek Novian),” kata Bionda.

Meski demikian, penyebutan nama para figur publik tersebut belum membuktikan adanya keterlibatan mereka dalam dugaan tindak pidana. Peran masing-masing pihak masih perlu diperjelas melalui proses hukum.

BACA JUGA  Raline Shah Resmi Jabat Staf Khusus Menkomdigi

Bionda mengungkapkan bahwa tim kuasa hukum korban telah mengumpulkan bukti digital berupa konten promosi yang diunggah melalui sejumlah platform media sosial.

Bukti tersebut telah diserahkan kepada penyidik untuk ditelusuri lebih lanjut, termasuk kaitannya dengan aktivitas pemasaran bisnis investasi emas dan perak yang dipersoalkan para korban.

“Ya, kami tangkap ada beberapa endorsement. Nanti kita tunjukin, ada di Instagram, ada di beberapa platform-lah. Nanti teman-teman bisa ngecek secara langsung,” ujarnya.

Selain Jennifer Coppen, Kirana Larasati, dan Nopek Novian, pihak korban juga menyebut tokoh publik asal Bali berinisial AWK yang diduga memiliki kaitan dengan promosi bisnis tersebut.

Bionda menegaskan, pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Ia berharap proses hukum dapat memberikan kejelasan mengenai kedudukan setiap figur publik yang disebut dalam perkara ini.

“Namun dari kami, kami selalu mengutamakan asas praduga tidak bersalah. Kami anggap ini masih batas proses penyelidikan, tetapi setidaknya ada kepastian hukum dan keadilan, setidaknya diklarifikasi,” tuturnya.

Kuasa hukum korban lainnya, Zainul Arifin, turut menyinggung respons figur publik yang namanya muncul dalam persoalan tersebut. Menurut Zainul, terdapat pihak yang mengakui menerima tawaran endorsement dan menyatakan kesediaannya untuk memberikan informasi kepada penyidik.

BACA JUGA  Belum BPOM, Richard Lee Bongkar Obat Pelangsing Yang Dipromosikan Artis

“Di media sosial juga disampaikan dia mengakui sebagai endorse dan dia akan kooperatif menyampaikan informasi-informasi yang dia dapatkan ke penyidik,” ujarnya.

Keterangan tersebut diharapkan dapat membantu penyidik menelusuri kegiatan promosi yang berkaitan dengan Nellava Bullion. Namun, penerimaan tawaran endorsement tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan seseorang dalam dugaan penipuan.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memperjelas bentuk kerja sama, informasi yang disampaikan dalam promosi, serta pengetahuan masing-masing pihak mengenai bisnis yang dipasarkan.

Kirana Larasati merespons sorotan terhadap namanya dengan menyatakan kesediaan untuk bersikap kooperatif apabila dibutuhkan oleh aparat penegak hukum. Ia menegaskan siap memberikan informasi yang dimilikinya untuk membantu memperjelas persoalan yang tengah bergulir.

“Saya ingin menegaskan bahwa saya siap bersikap kooperatif dan memberikan informasi yang saya miliki apabila dibutuhkan oleh pihak yang berwenang,” kata Kirana Larasati.

Aktris tersebut juga memilih berhati-hati dalam menyampaikan tanggapan. Kirana mengaku tidak ingin berspekulasi atau memberikan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

BACA JUGA  Dikenal Sebagai DJ Seksi, Dinar Candy Sering Ditawar Sugar Daddy

“Untuk saat ini, saya tidak mau berspekulasi ataupun menyampaikan informasi yang saya tidak bisa pertanggung jawabkan kebenarannya. Saya menghormati proses hukum yang sedang ataupun akan berjalan,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan kesediaan Kirana untuk menghormati proses hukum. Meski demikian, kepastian mengenai peran pihak-pihak yang disebut tetap bergantung pada hasil penelusuran dan pemeriksaan aparat berwenang.

Dugaan penipuan investasi emas dan perak yang menyeret Nellava Bullion menjadi perhatian karena jumlah korban yang dilaporkan mencapai 85 orang dengan total kerugian sekitar Rp25 miliar.(04)